Kunjungi Ponpes Darut Thayibah, Puan Disambut 1.500 Muslimat NU

Ketua DPR, Puan Maharani melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Darut Thayibah, Legung Timur, Batang-Batang, Sumenep, Jawa Timur, Kamis (3/3). Di sini Puan bertemu 1.500 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan melihat pembangunan Masjid Abdullah Sychan Bagraff.

Awalnya, Puan mengaku grogi berbicara di hadapan para istri kiai yang akrab disapa Nyai. “Saya tegang ngomongnya ke Nyai. Kemudaan nggak saya bicara di depan Nyai. Tapi ternyata Nyai santai. Jadi saya datang seperti ke rumah saya sendiri,” ujar Puan ke perwakilan Muslimat NU yang hadir, Nyai Hj. Thayibah Baidhowi.

Puan mengaku, Said Abdullah, Anggota DPR Komisi XI Fraksi PDIP yang mendesaknya mengunjungi Masjid Abdullah Sychan Bagraff. Padahal, dia baru saja melampaui medan terjal saat kunker ke Pulau Gili Iyang.

“Ke Gili saya lewati ombak yang besar, harus naik motor, kena panas, bahkan tiba-tiba kena hujan. Tapi Pak Said masih aja bilang ke saya. ‘Mba, sekarang kita ke tempatku ya Mba. Lalu saya bilang, saya ngomong apa ya, apa yang disampaikan,” sebut Puan, bingung.

Puan makin jengkel ke Said lantaran dirinya tidak diberitahu bahwa masjid megah yang didominasi warna putih itu berkat kedermawanan Ketua Badan Anggaran DPR tersebut.

“Pak Said nggak bilang ini masjidnya dari dia. Kata Pak Said ini masjid Nyai Thayibah. Alhamdulilah memang harus gitu Pak Said. Dia mungkin nggak enak atau sungkan ngaku kalau ini masjidnya. Karena masjidnya untuk Nyai dan seluruh santriwati di sini,” papar eks Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu.

Puan happy mendapat laporan bahwa masjid yang tergabung di Ponpes Darut Thayibah itu ikut andil mencerdaskan anak bangsa. SD, SMP, dan SMA lengkap. Ke depan, jelasnya, akan dibangun asrama santriwati. Puan langsung yang mantau meski penanggungjawabnya Said Abdullah.

“Saya bilang ke Pak Said awas kalau sampai nggak jadi, malu-maluin. Saya udah ke sini padahal. Kamarnya gimana, berapa kamar? Anggarannya Rp 3 miliar lho. Nanti nyai tagih aja ke Pak Said. Saya udah perintah tapi yang akan laksanakan Pak Said,” tegas Puan, tunjuk Said, lalu disambut ucapan terima kasih dari warga.

Mendengar ancaman Puan, Said ikut merespon. Terdengar pekikan Said bahwa asrama santriwati telah dibangun. “Sudah dibangun,” jawab Said. “Oh sudah. Tadi bilang lagi dibangun. Di sebelah sana ya (menunjuk ke depan). Proses tapi sudah dibangun,” jelas Puan.

Sebelum ke Masjid Abdullah Sychan Bagraff, Puan terlebih dulu mengunjungi Pulau Gili Iyang, Sumenep, Jawa Timur. Ke Gili, Puan menumpangi Speed Boat De Baghraf GT.21 No.9564/Bc dari Pelabuhan Ketapang. Ditemani Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah, Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen Nurcahyanto. [UMM]

]]> Ketua DPR, Puan Maharani melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Darut Thayibah, Legung Timur, Batang-Batang, Sumenep, Jawa Timur, Kamis (3/3). Di sini Puan bertemu 1.500 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan melihat pembangunan Masjid Abdullah Sychan Bagraff.

Awalnya, Puan mengaku grogi berbicara di hadapan para istri kiai yang akrab disapa Nyai. “Saya tegang ngomongnya ke Nyai. Kemudaan nggak saya bicara di depan Nyai. Tapi ternyata Nyai santai. Jadi saya datang seperti ke rumah saya sendiri,” ujar Puan ke perwakilan Muslimat NU yang hadir, Nyai Hj. Thayibah Baidhowi.

Puan mengaku, Said Abdullah, Anggota DPR Komisi XI Fraksi PDIP yang mendesaknya mengunjungi Masjid Abdullah Sychan Bagraff. Padahal, dia baru saja melampaui medan terjal saat kunker ke Pulau Gili Iyang.

“Ke Gili saya lewati ombak yang besar, harus naik motor, kena panas, bahkan tiba-tiba kena hujan. Tapi Pak Said masih aja bilang ke saya. ‘Mba, sekarang kita ke tempatku ya Mba. Lalu saya bilang, saya ngomong apa ya, apa yang disampaikan,” sebut Puan, bingung.

Puan makin jengkel ke Said lantaran dirinya tidak diberitahu bahwa masjid megah yang didominasi warna putih itu berkat kedermawanan Ketua Badan Anggaran DPR tersebut.

“Pak Said nggak bilang ini masjidnya dari dia. Kata Pak Said ini masjid Nyai Thayibah. Alhamdulilah memang harus gitu Pak Said. Dia mungkin nggak enak atau sungkan ngaku kalau ini masjidnya. Karena masjidnya untuk Nyai dan seluruh santriwati di sini,” papar eks Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu.

Puan happy mendapat laporan bahwa masjid yang tergabung di Ponpes Darut Thayibah itu ikut andil mencerdaskan anak bangsa. SD, SMP, dan SMA lengkap. Ke depan, jelasnya, akan dibangun asrama santriwati. Puan langsung yang mantau meski penanggungjawabnya Said Abdullah.

“Saya bilang ke Pak Said awas kalau sampai nggak jadi, malu-maluin. Saya udah ke sini padahal. Kamarnya gimana, berapa kamar? Anggarannya Rp 3 miliar lho. Nanti nyai tagih aja ke Pak Said. Saya udah perintah tapi yang akan laksanakan Pak Said,” tegas Puan, tunjuk Said, lalu disambut ucapan terima kasih dari warga.

Mendengar ancaman Puan, Said ikut merespon. Terdengar pekikan Said bahwa asrama santriwati telah dibangun. “Sudah dibangun,” jawab Said. “Oh sudah. Tadi bilang lagi dibangun. Di sebelah sana ya (menunjuk ke depan). Proses tapi sudah dibangun,” jelas Puan.

Sebelum ke Masjid Abdullah Sychan Bagraff, Puan terlebih dulu mengunjungi Pulau Gili Iyang, Sumenep, Jawa Timur. Ke Gili, Puan menumpangi Speed Boat De Baghraf GT.21 No.9564/Bc dari Pelabuhan Ketapang. Ditemani Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah, Gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen Nurcahyanto. [UMM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories