Krakatau Steel Suntik Anak Usaha Rp 798 M .

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menambah penyertaan modal pada salah satu anak usahanya, PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI) sebesar Rp 798 miliar. Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, penambahan modal ini untuk memperkuat struktur permodalan PT KTI, dalam rangka pengembangan usaha perseroan serta persiapan Initial Public Offering (IPO).

“Dengan adanya penambahan ini, total penyertaan modal pada PT KTI menjadi Rp 818 miliar,” ujar Silmy, melalui siaran pers, Minggu (4/4).

Silmy menjelaskan, PT KTI sedang melakukan beberapa inisiatif pengembangan bisnis. Di antaranya adalah menyiapkan pasokan air bersih dengan kapasitas 400 liter per detik untuk pembangunan pabrik baru PT Lotte Chemical Indonesia (PT LCI).

“PT KTI juga akan memasok air bersih kapasitas 1.000 liter per detik untuk PT Chandra Asri Petrochemical (PT CAP),” ungkapnya.

Saat ini PT KTI juga sedang mengerjakan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Gresik, bekerja sama dengan PT PP (Persero) Tbk untuk menyuplai kebutuhan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Gresik berkapasitas 1.000 liter per detik.

Selain itu, ada juga kerja sama dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk membangun SPAM di Kendari, Sulawesi Tenggara yang rencananya akan selesai pada akhir 2021. Bahkan, anak usahanya itu juga sedang membidik proyek penyediaan air demineral untuk PT Amman Mineral di Sumbawa, dan pengelolaan air minum di Batam.

“Kami sebagai induk dari PT KTI, selalu mendukung usahanya untuk berkembang. Sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kinerja Krakatau Steel secara konsolidasi,” pungkas Silmy.

Sepanjang tahun 2020, PT KTI mencatat keuntungan bersih sebesar Rp 174,3 miliar, meningkat dari tahun 2019 yang sebesar Rp 153,5 miliar. [IMA]

]]> .
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menambah penyertaan modal pada salah satu anak usahanya, PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI) sebesar Rp 798 miliar. Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, penambahan modal ini untuk memperkuat struktur permodalan PT KTI, dalam rangka pengembangan usaha perseroan serta persiapan Initial Public Offering (IPO).

“Dengan adanya penambahan ini, total penyertaan modal pada PT KTI menjadi Rp 818 miliar,” ujar Silmy, melalui siaran pers, Minggu (4/4).

Silmy menjelaskan, PT KTI sedang melakukan beberapa inisiatif pengembangan bisnis. Di antaranya adalah menyiapkan pasokan air bersih dengan kapasitas 400 liter per detik untuk pembangunan pabrik baru PT Lotte Chemical Indonesia (PT LCI).

“PT KTI juga akan memasok air bersih kapasitas 1.000 liter per detik untuk PT Chandra Asri Petrochemical (PT CAP),” ungkapnya.

Saat ini PT KTI juga sedang mengerjakan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Gresik, bekerja sama dengan PT PP (Persero) Tbk untuk menyuplai kebutuhan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Gresik berkapasitas 1.000 liter per detik.

Selain itu, ada juga kerja sama dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk membangun SPAM di Kendari, Sulawesi Tenggara yang rencananya akan selesai pada akhir 2021. Bahkan, anak usahanya itu juga sedang membidik proyek penyediaan air demineral untuk PT Amman Mineral di Sumbawa, dan pengelolaan air minum di Batam.

“Kami sebagai induk dari PT KTI, selalu mendukung usahanya untuk berkembang. Sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kinerja Krakatau Steel secara konsolidasi,” pungkas Silmy.

Sepanjang tahun 2020, PT KTI mencatat keuntungan bersih sebesar Rp 174,3 miliar, meningkat dari tahun 2019 yang sebesar Rp 153,5 miliar. [IMA]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories