KPK Setor Denda dan Uang Pengganti Lima Koruptor Rp 700 Juta ke Kas Negara .

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetorkan denda dan uang pengganti terpidana korupsi ke kas negara sekitar Rp 700 juta dari lima koruptor. Jaksa Eksekusi KPK Andry Prihandono melakukan penyetoran uang pembayaran denda tersebut ke kas negara pada Selasa (2/3).

“Ini sebagai komitmen untuk tetap memberikan pemasukan bagi negara dari asset recovery tindak pidana korupsi dan TPPU yang ditangani oleh KPK,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Jumat (5/3).

Ali merinci, pertama, uang itu berasal dari denda terpidana Karunia Alexander Muskitta sebanyak Rp 50 juta, berdasarkan putusan PN Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 79/Pid.Sus/TPK/2019/PN.Jkt.Pst tanggal 11 November 2019.

Kedua, denda dari terpidana Radian Azhar sejumlah Rp 50 juta, berdasarkan Putusan PN Tipikor pada PN Bandung Nomor: 32/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Bdg tanggal 23 September 2020.

Selanjutnya, ketiga, pembayaran denda terpidana M. Indung Andriani K. sebanyak Rp 200 juta, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 1744/Pid.Sus/2020 tanggal 14 Juli 2020.

Kemudian keempat, cicilan uang pengganti terpidana Ahmad Yani sejumlah Rp 100 juta berdasarkan putusanPMA Nomor: 256/Pid.Sus/2021 tanggal 26 Januari 2021.

Terakhir, kelima, cicilan uang pengganti terpidana Ramlan Suryadi sejumlah Rp 302.675.000, berdasarkan Putusan PN Tipikor pada PN Palembang Nomor: 18/Pid.Sus- TPK/2020/PN.Plg tanggal 19 Januari 2021. [OKT]

]]> .
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetorkan denda dan uang pengganti terpidana korupsi ke kas negara sekitar Rp 700 juta dari lima koruptor. Jaksa Eksekusi KPK Andry Prihandono melakukan penyetoran uang pembayaran denda tersebut ke kas negara pada Selasa (2/3).

“Ini sebagai komitmen untuk tetap memberikan pemasukan bagi negara dari asset recovery tindak pidana korupsi dan TPPU yang ditangani oleh KPK,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Jumat (5/3).

Ali merinci, pertama, uang itu berasal dari denda terpidana Karunia Alexander Muskitta sebanyak Rp 50 juta, berdasarkan putusan PN Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 79/Pid.Sus/TPK/2019/PN.Jkt.Pst tanggal 11 November 2019.

Kedua, denda dari terpidana Radian Azhar sejumlah Rp 50 juta, berdasarkan Putusan PN Tipikor pada PN Bandung Nomor: 32/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Bdg tanggal 23 September 2020.

Selanjutnya, ketiga, pembayaran denda terpidana M. Indung Andriani K. sebanyak Rp 200 juta, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 1744/Pid.Sus/2020 tanggal 14 Juli 2020.

Kemudian keempat, cicilan uang pengganti terpidana Ahmad Yani sejumlah Rp 100 juta berdasarkan putusanPMA Nomor: 256/Pid.Sus/2021 tanggal 26 Januari 2021.

Terakhir, kelima, cicilan uang pengganti terpidana Ramlan Suryadi sejumlah Rp 302.675.000, berdasarkan Putusan PN Tipikor pada PN Palembang Nomor: 18/Pid.Sus- TPK/2020/PN.Plg tanggal 19 Januari 2021. [OKT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories