KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks PPK Proyek Bansos Kemensos

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka kasus suap bantuan sosial (bansos) Matheus Joko Santoso.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bansos di Kementerian Sosial (Kemensos) itu akan mendekam lagi selama 30 hari atau sebulan di rumah tahanan (rutan) Gedung Merah Putih KPK.

“Terhitung sejak tanggal 17 Maret 2021 sampai dengan 15 April 2021,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Selasa (16/3).

Jubir berlatar belakang jaksa itu mengungkapkan, penyidik komisi antirasuah masih akan melengkapi berkas perkara ini dengan memanggil dan memeriksa sejumlah saksi.

Sebelumnya, KPK sudah lebih dulu memperpanjang masa penahanan dua tersangka lain dalam kasus ini, yakni eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek bansos Kemensos, Adi Wahyono, dimulai dari tanggal 6 Maret hingga 4 April 2021.

Juliari ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Sementara Adi Wahyono di Rutan Polres Jakarta Selatan.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima tersangka. Selain Juliari, Matheus, dan Adi, dua tersangka lain adalah pengusaha Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Dua penyuap Juliari cs itu sudah duluan menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Harry Van Sidabukke didakwa menyuap Juliari sebesar Rp 1,28 miliar.

Suap diberikan Harry karena mendapatkan pengerjaan paket sembako sebanyak 1.519.256 melalui PT Pertani (Persero) dan melalui PT Mandala Hamonangan Sude.

Sementara Ardian, Direktur Utama PT Tigapilar Argo Utama, didakwa menyuap Juliari sejumlah Rp 1,95 miliar.

Uang diberikan lantaran perusahaan Ardian ditunjuk sebagai salah satu vendor yang mengerjakan distribusi bansos pada tahap 9, tahap 10, tahap komunitas dan tahap 12, sebanyak 115 ribu paket. [OKT]

]]> Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka kasus suap bantuan sosial (bansos) Matheus Joko Santoso.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bansos di Kementerian Sosial (Kemensos) itu akan mendekam lagi selama 30 hari atau sebulan di rumah tahanan (rutan) Gedung Merah Putih KPK.

“Terhitung sejak tanggal 17 Maret 2021 sampai dengan 15 April 2021,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Selasa (16/3).

Jubir berlatar belakang jaksa itu mengungkapkan, penyidik komisi antirasuah masih akan melengkapi berkas perkara ini dengan memanggil dan memeriksa sejumlah saksi.

Sebelumnya, KPK sudah lebih dulu memperpanjang masa penahanan dua tersangka lain dalam kasus ini, yakni eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek bansos Kemensos, Adi Wahyono, dimulai dari tanggal 6 Maret hingga 4 April 2021.

Juliari ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Sementara Adi Wahyono di Rutan Polres Jakarta Selatan.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima tersangka. Selain Juliari, Matheus, dan Adi, dua tersangka lain adalah pengusaha Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Dua penyuap Juliari cs itu sudah duluan menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Harry Van Sidabukke didakwa menyuap Juliari sebesar Rp 1,28 miliar.

Suap diberikan Harry karena mendapatkan pengerjaan paket sembako sebanyak 1.519.256 melalui PT Pertani (Persero) dan melalui PT Mandala Hamonangan Sude.

Sementara Ardian, Direktur Utama PT Tigapilar Argo Utama, didakwa menyuap Juliari sejumlah Rp 1,95 miliar.

Uang diberikan lantaran perusahaan Ardian ditunjuk sebagai salah satu vendor yang mengerjakan distribusi bansos pada tahap 9, tahap 10, tahap komunitas dan tahap 12, sebanyak 115 ribu paket. [OKT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories