KPK Kembali Panggil Sekretaris DPC Demokrat Balikpapan Terkait Kasus Bupati PPU

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris DPC Partai Demokrat Balikpapan, Syamsudin alias Aco.

Dia bakal diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang menjerat sang Bupati, Abdul Gafur Ma’sud. 

“Pemeriksaan dilakukan di Kantor Mako Brimob Polda Kaltim,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (10/2).

Aco sebelumnya mangkir alias tidak menghadiri pemeriksaan tim penyidik KPK pada Jumat (21/1). Aco tak memenuhi panggilan penyidik lantaran dikabarkan sedang menjalani hukuman pidana.

Selain Aco, pada hari ini tim penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap 13 saksi lainnya. Mereka yakni, Staf Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah PPU Herry Nurdiansyah, Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah PPU Muhajir, Sekretaris Dinas PU PPU Safwana, dan Machmud Syamsu Hadi selaku Kabid Tata Ruang Dinas PUPR PPU.

Lalu pegawai PT Borneo Putra Mandiri Hajrin Zainudin, Direktur PT Borneo Putra Mandiri Fitri Astuti, karyawan CV Karya Puncak Harapan Awal, dan karyawan CV Restu Mutiara Mandiri Sultan,

Selanjutnya karyawan CV Syalsabila Mitra Sejahtera Jaya, Karyawan CV Tahrea Karya Utama Yitno, Karyawan CV Pesona Bukit Berkah Haerul, Humas PT Waru Kaltim Plantation Luqman Hakim Fajar, dan CV Karya Taka Cont Endang Fitriani.

 

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Abdul Gafur sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tahun 2021-2022.

Selain Abdul Gafur, KPK juga menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka penerima suap dalam perkara yang sama. Keempatnya adalah Mulyadi selaku Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara dan Edi Hasmoro selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara. 

Lalu, Jusman selaku Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara; dan Nur Afifah Balqis selaku Bendara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan sebagai penerima suap. Sementara tersangka penyuap yakni Achmad Zuhdi alias Yudi. [OKT]

]]> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris DPC Partai Demokrat Balikpapan, Syamsudin alias Aco.

Dia bakal diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang menjerat sang Bupati, Abdul Gafur Ma’sud. 

“Pemeriksaan dilakukan di Kantor Mako Brimob Polda Kaltim,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (10/2).

Aco sebelumnya mangkir alias tidak menghadiri pemeriksaan tim penyidik KPK pada Jumat (21/1). Aco tak memenuhi panggilan penyidik lantaran dikabarkan sedang menjalani hukuman pidana.

Selain Aco, pada hari ini tim penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap 13 saksi lainnya. Mereka yakni, Staf Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah PPU Herry Nurdiansyah, Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah PPU Muhajir, Sekretaris Dinas PU PPU Safwana, dan Machmud Syamsu Hadi selaku Kabid Tata Ruang Dinas PUPR PPU.

Lalu pegawai PT Borneo Putra Mandiri Hajrin Zainudin, Direktur PT Borneo Putra Mandiri Fitri Astuti, karyawan CV Karya Puncak Harapan Awal, dan karyawan CV Restu Mutiara Mandiri Sultan,

Selanjutnya karyawan CV Syalsabila Mitra Sejahtera Jaya, Karyawan CV Tahrea Karya Utama Yitno, Karyawan CV Pesona Bukit Berkah Haerul, Humas PT Waru Kaltim Plantation Luqman Hakim Fajar, dan CV Karya Taka Cont Endang Fitriani.

 

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Abdul Gafur sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tahun 2021-2022.

Selain Abdul Gafur, KPK juga menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka penerima suap dalam perkara yang sama. Keempatnya adalah Mulyadi selaku Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara dan Edi Hasmoro selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara. 

Lalu, Jusman selaku Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara; dan Nur Afifah Balqis selaku Bendara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan sebagai penerima suap. Sementara tersangka penyuap yakni Achmad Zuhdi alias Yudi. [OKT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories