Kopi Kaliangkrik Asal Magelang Siap Naik Kelas

Salah satu kopi yang berasal dari Kecamatan Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah, bisa naik kelas dan diterima oleh pecinta kopi nusantara hal tersebut dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno saat berkunjung ke eduwisata di Dusun Pengkol, Desa Ngawonggo, Kaliangkrik, Jawa Tengah, (3/4) .

Menurutnya, Eduwisata kopi mulai dari petik hingga merasakan kopi secara langsung jadi atraksi menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kaliangkrik yang terkenal dengan pesona alam di bawah kaki Gunung Sumbing atau Nepal Van Java. 

“Kopi Kaliangkrik ini enak rasanya, terasa ada rasa honey nya. Program petik sampai mencicipi seperti ini menarik bagi wisatawan. Ini perlu dikembangkan dan dilestarikan di Dusun Pengkol,” ujarnya. 

Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan kopi menjadi penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak sawit, karet, dan kakao. Dalam 5 tahun terakhir pertumbuhan kopi meningkat, dari tahun 2018-2019 konsumsi domestik mencapai 4.800 kantong berkapasitas 60 kilogram atau 288 ton. 

Menparekraf bersama Perkumpulan Wisata Otomotif Indonesia (PWOI) melakukan program Tikung (Telusuri Dukung dan Jalani) Nusantara menggunakan motor Gesits yang cocok digunakan pada spot-spot eco-tourism seperti di Kecamatan Kaliangkrik sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan. 

Saat melakukan eduwisata kopi ke Dusun Pengkol, Menparekraf Sandiaga Uno menjajal Motor Gesits karya anak bangsa sejauh 10 kilometer dari Kecamatan Kaliangkrik hingga finish di teras Nepal Van Java Dusun Butuh. [ARM]

]]> Salah satu kopi yang berasal dari Kecamatan Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah, bisa naik kelas dan diterima oleh pecinta kopi nusantara hal tersebut dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno saat berkunjung ke eduwisata di Dusun Pengkol, Desa Ngawonggo, Kaliangkrik, Jawa Tengah, (3/4) .

Menurutnya, Eduwisata kopi mulai dari petik hingga merasakan kopi secara langsung jadi atraksi menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kaliangkrik yang terkenal dengan pesona alam di bawah kaki Gunung Sumbing atau Nepal Van Java. 

“Kopi Kaliangkrik ini enak rasanya, terasa ada rasa honey nya. Program petik sampai mencicipi seperti ini menarik bagi wisatawan. Ini perlu dikembangkan dan dilestarikan di Dusun Pengkol,” ujarnya. 

Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan kopi menjadi penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak sawit, karet, dan kakao. Dalam 5 tahun terakhir pertumbuhan kopi meningkat, dari tahun 2018-2019 konsumsi domestik mencapai 4.800 kantong berkapasitas 60 kilogram atau 288 ton. 

Menparekraf bersama Perkumpulan Wisata Otomotif Indonesia (PWOI) melakukan program Tikung (Telusuri Dukung dan Jalani) Nusantara menggunakan motor Gesits yang cocok digunakan pada spot-spot eco-tourism seperti di Kecamatan Kaliangkrik sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan. 

Saat melakukan eduwisata kopi ke Dusun Pengkol, Menparekraf Sandiaga Uno menjajal Motor Gesits karya anak bangsa sejauh 10 kilometer dari Kecamatan Kaliangkrik hingga finish di teras Nepal Van Java Dusun Butuh. [ARM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories