Komitmen Puan Maharani Soal Petani Milenial Jadi Penangkal Impor Pangan

Pengamat Politik Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengapresiasi gagasan dan komitmen Ketua DPR Puan Maharani untuk kesejahteraan petani Indonesia. Salah satu langkah konkretnya, lewat gagasan membentuk petani milenial.

Menurut Ujang, Puan sangat cerdas dan tepat dalam menerjemahkan gagasan nasionalisme. Sebab, kesejahteraan petani akan menjadikan Indonesia memiliki ketangguhan dan ketahanan pangsan nasional yang baik.

“Fakta Indonesia sebagai negara agraris ditangkap Ibu Puan dengan sangat tepat. Yang beliau sampaikan di mana-mana kan soal ‘Petani Maju, Indonesia Sukses’ ya itu juga serentak menjadi implementasi gagasan nasionalisme dalam rangka ketahanan pangan nasional,” ungkap Ujang saat diskusi politik Indonesia Point bertajuk “Puan Maharani dan Tantangan Nasionalisme Abad-21 di Gedung Joeang 45 Jakarta, seperti keterangan yang diterima RM.id, Jumat (14/1). 

Misalnya, Puan menyampaikan dengan tegas supaya Indonesia tidak import buah atau kebutuhan pokok masyarakat seperti bawang maka petaninya harus maju dan sukses dulu.

Gagasan Puan ini dinilai tepat sekali dan relevan. “Karena semangat yang beliau sampaikan adalah melawan import dan kemandirian pangan di dalam negeri,” jelasnya.

Ujang mengatakan, salah satu tantangan Indonesia hari ini adalah kesejahteraan petani Indonesia. Dan di balik isu kesejahteraan petani itu, pengajar Universitas Al-Azhar tersebut menekankan persoalan kemandirian Indonesia pada bidang pangan di tengah gelombang impor yang tidak menguntungkan petani di dalam negeri.

“Kebetulan saya berksempatan berada di Jawa selama beberapa hari ini dan di mana-mana ada baliho Bu Puan soal gagasannya tentang petani tadi. Itu artinya beliau punya komitmen pada kesejahteraan petani apalagi isu import pangan hari ini masih menjadi momok untuk petani kita,” beber Ujang.

 

Komitmen Puan soal petani milenial merupakan gebrakan yang bisa menjawab isu-isu kesejahteraan anak muda Indonesia. Dari data ditemukan, jumlah petani di Indonesia ada sekitar 33 juta. Namun, hanya sekitar 29 persen yang berusia di bawah 40 tahun.

Kemudian angka pengangguran anak muda di Indonesia terbilang tinggi apalagi di tengah gelombang Covid -19 melanda Indonesia angka PHK kelompok pekerja anak muda terbilang banyak.

“Artinya beliau melihat ada kesempatan bagi anak muda untuk melihat peluang lain. Beliau mendorong agar anak muda harus siap menjadi petani yang sukses. Karena jika anak mudanya hebat maka bangsa ini akan jadi bangsa yang hebat juga,” urainya.

Dalam konteks kepemimpinan nasional, sosok Puan memiliki keunggulan determinan di banding nama-nama lain. Antara lain, figurnya sebagai perempuan dan lahir serta dibesarkan dalam keluarga tokoh pendiri bangsa yang punya rekam jejak kepemimpinan nasional.

“Dari sisi politisi perempuan yang sedang manggung, Ibu Puan adalah yang ideal. Dan juga sangat determinan. Sekarang tinggal keunggulan-keunggulan ini diperjuangkan agar bisa diterima masyarakat,” pungkas Ujang. [DIR]

]]> Pengamat Politik Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengapresiasi gagasan dan komitmen Ketua DPR Puan Maharani untuk kesejahteraan petani Indonesia. Salah satu langkah konkretnya, lewat gagasan membentuk petani milenial.

Menurut Ujang, Puan sangat cerdas dan tepat dalam menerjemahkan gagasan nasionalisme. Sebab, kesejahteraan petani akan menjadikan Indonesia memiliki ketangguhan dan ketahanan pangsan nasional yang baik.

“Fakta Indonesia sebagai negara agraris ditangkap Ibu Puan dengan sangat tepat. Yang beliau sampaikan di mana-mana kan soal ‘Petani Maju, Indonesia Sukses’ ya itu juga serentak menjadi implementasi gagasan nasionalisme dalam rangka ketahanan pangan nasional,” ungkap Ujang saat diskusi politik Indonesia Point bertajuk “Puan Maharani dan Tantangan Nasionalisme Abad-21 di Gedung Joeang 45 Jakarta, seperti keterangan yang diterima RM.id, Jumat (14/1). 

Misalnya, Puan menyampaikan dengan tegas supaya Indonesia tidak import buah atau kebutuhan pokok masyarakat seperti bawang maka petaninya harus maju dan sukses dulu.

Gagasan Puan ini dinilai tepat sekali dan relevan. “Karena semangat yang beliau sampaikan adalah melawan import dan kemandirian pangan di dalam negeri,” jelasnya.

Ujang mengatakan, salah satu tantangan Indonesia hari ini adalah kesejahteraan petani Indonesia. Dan di balik isu kesejahteraan petani itu, pengajar Universitas Al-Azhar tersebut menekankan persoalan kemandirian Indonesia pada bidang pangan di tengah gelombang impor yang tidak menguntungkan petani di dalam negeri.

“Kebetulan saya berksempatan berada di Jawa selama beberapa hari ini dan di mana-mana ada baliho Bu Puan soal gagasannya tentang petani tadi. Itu artinya beliau punya komitmen pada kesejahteraan petani apalagi isu import pangan hari ini masih menjadi momok untuk petani kita,” beber Ujang.

 

Komitmen Puan soal petani milenial merupakan gebrakan yang bisa menjawab isu-isu kesejahteraan anak muda Indonesia. Dari data ditemukan, jumlah petani di Indonesia ada sekitar 33 juta. Namun, hanya sekitar 29 persen yang berusia di bawah 40 tahun.

Kemudian angka pengangguran anak muda di Indonesia terbilang tinggi apalagi di tengah gelombang Covid -19 melanda Indonesia angka PHK kelompok pekerja anak muda terbilang banyak.

“Artinya beliau melihat ada kesempatan bagi anak muda untuk melihat peluang lain. Beliau mendorong agar anak muda harus siap menjadi petani yang sukses. Karena jika anak mudanya hebat maka bangsa ini akan jadi bangsa yang hebat juga,” urainya.

Dalam konteks kepemimpinan nasional, sosok Puan memiliki keunggulan determinan di banding nama-nama lain. Antara lain, figurnya sebagai perempuan dan lahir serta dibesarkan dalam keluarga tokoh pendiri bangsa yang punya rekam jejak kepemimpinan nasional.

“Dari sisi politisi perempuan yang sedang manggung, Ibu Puan adalah yang ideal. Dan juga sangat determinan. Sekarang tinggal keunggulan-keunggulan ini diperjuangkan agar bisa diterima masyarakat,” pungkas Ujang. [DIR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories