Komit Peduli Lingkungan, PKT Pertahankan Properda Emas 7 Tahun Berturut-turut

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) kembali meraih penghargaan Proper Daerah (Properda) peringkat Emas untuk ke-7 kalinya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), atas komitmen tata kelola lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dalam aktivitas bisnis perusahaan.

Senior Vice President (SVP) Teknologi PKT Heri Subagyo mengatakan, penghargaan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan tata kelola lingkungan secara konsisten, diselaraskan dengan pemberdayaan masyarakat dalam aktivitas industri secara berkelanjutan.

Menurutnya, hal itu menjadi salah satu fokus utama perusahaan yang disikapi melalui kebijakan dan program strategis dengan berbagai peningkatan serta perbaikan setiap tahun.

“Kami juga terus berinovasi di berbagai bidang, khususnya pengembangan industri berbasis lingkungan yang sejalan dengan prinsip industri hijau,” ujarnya, melalui siaran pers, Rabu (8/6).

Terlebih, PKT telah menerima Sertifikat Standar Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyusul pengakuan secara nasional dengan diraihnya level 5 penghargaan industri hijau sejak 2010.

Karenanya, ia berkomitmen selalu memperhatikan seluruh proses bisnis sesuai dengan aspek tata kelola lingkungan secara terus menerus. Serta, meningkatkan kontribusi pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang.

Untuk itu, pihaknya mengimplementasikan komitmen tata kelola lingkungan melalui inovasi berkelanjutan di segala aspek, baik untuk penghematan energi, pengurangan emisi konvensional dan gas rumah kaca. Hingga pengurangan dan pemanfaatan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3), serta limbah padat Non B3 yang tidak hanya terbatas di lingkungan dan area pabrik.

Bahkan, peningkatan kualitas lingkungan sejauh ini telah diwujudkan melalui kajian Life Cycle Assessment (LCA) dengan batasan sistem cradle to grave, yang diintegrasikan dengan inovasi program berkelanjutan.

Pada 2021, sambung dia, PKT menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang mempublikasikan sertifikat produk ramah lingkungan atau Environmental Product Declaration (EPD) dari EPD Southeast Asia.

Ia mencontohkan, dari aspek pengembangan keanekaragaman hayati, PKT merealisasikan berbagai kegiatan seperti pembibitan tanaman langka khas Kalimantan, reintroduksi anggrek hitam, penanaman mangrove hingga rehabilitasi karang.

 

“Ini juga wujud nyata kepedulian PKT terhadap perbaikan kualitas ekosistem, yang dijalankan konsisten setiap tahun dengan beragam peningkatan,” ujarnya. 

Tak hanya itu, beberapa program yang disasar berupa Konservasi serta Diversifikasi Mangrove dan Budidaya Kepiting (Server Mang Budi) dengan memberdayakan masyarakat dalam pembibitan dan penanaman mangrove.

Serta, program pemberdayaan kelompok masyarakat mengolah limbah cangkang rajungan menjadi produk growth promotor kitosan cair. Termasuk, menurunkan 4.822 terumbu buatan, melalui pemberdayaan kelompok nelayan di Kelurahan Loktuan Bontang Utara sebagai kawasan terdekat perusahaan.

Kini, terdapat 38 genus karang di seluruh area rehabilitasi Pupuk Kaltim, dengan pertumbuhan soft coral maupun hard coral relatif normal.

“Kami akan terus mensinergikan aspek lingkungan dalam aktivitas bisnis Perusahaan, sebagai dasar mengelola dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga fokus pada peningkatan taraf hidup dan kemandirian masyarakat pada berbagai program. Yakni, mengangkat nilai budaya kearifan lokal yang diolah sebagai ciri khas dari keterpaduan sistem perekonomian kemasyarakatan berbasis people, profit dan planet yang sejalan dengan misi dan sasaran Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Termasuk, dukungan terhadap pencapaian 17 Sustainable Development Goals (SDGs), dengan menyasar pemberdayaan masyarakat dan lingkungan sekitar perusahaan.

Ia menambahkan, salah satu mitra binaannya dari Enggang Herbal Kelurahan Guntung Bontang Utara, tahun ini juga menerima penghargaan Kalpataru dari Pemprov Kaltim untuk kategori Penyelamat Lingkungan.

“Kami akan terus mengedepankan lingkungan sebagai ujung tombak keberlanjutan industri,” ujar Heri.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Kaltim Isran Noor mengapresiasi seluruh penerima Properda tahun ini. Ia mengajak seluruh perusahaan meningkatkan peran dalam pengelolaan lingkungan dan menaati semua peraturan lingkungan hidup yang berlaku.

Isran mengimbau, perusahaan terus melakukan konservasi dan efisiensi penggunaan sumber daya alam, menjaga kelestarian keanekaragaman hayati serta tanggung jawab community development secara konsisten.

“Properda merupakan preferensi dan tanggung jawab bagi perusahaan penerima untuk terus meningkatkan tata kelola lingkungan, mengingat keberadaan ekosistem sangat penting bagi manusia dan makhluk hidup di dalamnya,” ujar Isran. ■

]]> PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) kembali meraih penghargaan Proper Daerah (Properda) peringkat Emas untuk ke-7 kalinya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), atas komitmen tata kelola lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dalam aktivitas bisnis perusahaan.

Senior Vice President (SVP) Teknologi PKT Heri Subagyo mengatakan, penghargaan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan tata kelola lingkungan secara konsisten, diselaraskan dengan pemberdayaan masyarakat dalam aktivitas industri secara berkelanjutan.

Menurutnya, hal itu menjadi salah satu fokus utama perusahaan yang disikapi melalui kebijakan dan program strategis dengan berbagai peningkatan serta perbaikan setiap tahun.

“Kami juga terus berinovasi di berbagai bidang, khususnya pengembangan industri berbasis lingkungan yang sejalan dengan prinsip industri hijau,” ujarnya, melalui siaran pers, Rabu (8/6).

Terlebih, PKT telah menerima Sertifikat Standar Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyusul pengakuan secara nasional dengan diraihnya level 5 penghargaan industri hijau sejak 2010.

Karenanya, ia berkomitmen selalu memperhatikan seluruh proses bisnis sesuai dengan aspek tata kelola lingkungan secara terus menerus. Serta, meningkatkan kontribusi pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang.

Untuk itu, pihaknya mengimplementasikan komitmen tata kelola lingkungan melalui inovasi berkelanjutan di segala aspek, baik untuk penghematan energi, pengurangan emisi konvensional dan gas rumah kaca. Hingga pengurangan dan pemanfaatan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3), serta limbah padat Non B3 yang tidak hanya terbatas di lingkungan dan area pabrik.

Bahkan, peningkatan kualitas lingkungan sejauh ini telah diwujudkan melalui kajian Life Cycle Assessment (LCA) dengan batasan sistem cradle to grave, yang diintegrasikan dengan inovasi program berkelanjutan.

Pada 2021, sambung dia, PKT menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang mempublikasikan sertifikat produk ramah lingkungan atau Environmental Product Declaration (EPD) dari EPD Southeast Asia.

Ia mencontohkan, dari aspek pengembangan keanekaragaman hayati, PKT merealisasikan berbagai kegiatan seperti pembibitan tanaman langka khas Kalimantan, reintroduksi anggrek hitam, penanaman mangrove hingga rehabilitasi karang.

 

“Ini juga wujud nyata kepedulian PKT terhadap perbaikan kualitas ekosistem, yang dijalankan konsisten setiap tahun dengan beragam peningkatan,” ujarnya. 

Tak hanya itu, beberapa program yang disasar berupa Konservasi serta Diversifikasi Mangrove dan Budidaya Kepiting (Server Mang Budi) dengan memberdayakan masyarakat dalam pembibitan dan penanaman mangrove.

Serta, program pemberdayaan kelompok masyarakat mengolah limbah cangkang rajungan menjadi produk growth promotor kitosan cair. Termasuk, menurunkan 4.822 terumbu buatan, melalui pemberdayaan kelompok nelayan di Kelurahan Loktuan Bontang Utara sebagai kawasan terdekat perusahaan.

Kini, terdapat 38 genus karang di seluruh area rehabilitasi Pupuk Kaltim, dengan pertumbuhan soft coral maupun hard coral relatif normal.

“Kami akan terus mensinergikan aspek lingkungan dalam aktivitas bisnis Perusahaan, sebagai dasar mengelola dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga fokus pada peningkatan taraf hidup dan kemandirian masyarakat pada berbagai program. Yakni, mengangkat nilai budaya kearifan lokal yang diolah sebagai ciri khas dari keterpaduan sistem perekonomian kemasyarakatan berbasis people, profit dan planet yang sejalan dengan misi dan sasaran Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Termasuk, dukungan terhadap pencapaian 17 Sustainable Development Goals (SDGs), dengan menyasar pemberdayaan masyarakat dan lingkungan sekitar perusahaan.

Ia menambahkan, salah satu mitra binaannya dari Enggang Herbal Kelurahan Guntung Bontang Utara, tahun ini juga menerima penghargaan Kalpataru dari Pemprov Kaltim untuk kategori Penyelamat Lingkungan.

“Kami akan terus mengedepankan lingkungan sebagai ujung tombak keberlanjutan industri,” ujar Heri.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Kaltim Isran Noor mengapresiasi seluruh penerima Properda tahun ini. Ia mengajak seluruh perusahaan meningkatkan peran dalam pengelolaan lingkungan dan menaati semua peraturan lingkungan hidup yang berlaku.

Isran mengimbau, perusahaan terus melakukan konservasi dan efisiensi penggunaan sumber daya alam, menjaga kelestarian keanekaragaman hayati serta tanggung jawab community development secara konsisten.

“Properda merupakan preferensi dan tanggung jawab bagi perusahaan penerima untuk terus meningkatkan tata kelola lingkungan, mengingat keberadaan ekosistem sangat penting bagi manusia dan makhluk hidup di dalamnya,” ujar Isran. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories