Komisi VI DPR Ingatkan M Lutfi Kursi Mendag Panas Pak .

Senayan mengingatkan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi bahwa kursi yang ditempatinya sekarang merupakan kursi panas. Tercatat, sepanjang periode Pemerintahan Jokowi, setidaknya sudah empat menteri dicopot gara-gara persoalan perdagangan.

“Jadi, Bapak ini Mendag kelima yang sudah berhubungan di Komisi VI DPR,” kata anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto dalam rapat kerja dengan Mendag M Lutfi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta, kemarin.

Di awal pemerintahan di 2014, Jokowi menunjuk Rachmat Gobel sebagai Mendag. Tidak sampai setahun, Gobel dicopot digantikan Thomas Trikasih Lembong yang ternyata juga umurnya tidak panjang. Kursi Mendag kemudian ditempati politisi NasDem Enggartiasto Lukita.

Di periode kedua, Jokowi menunjuk Agus Suparmanto untuk kursi Mendag. Sama seperti periode awal, umurnya hanya setahun. Jokowi kemudian akhirnya menunjuk M Lutfi.

Lutfi bukanlah orang baru di Kementerian Perdagangan (Kemendag). Lutfi pernah menjabat Mendag saat Pemerintahan SBY-Budiono.

Darmadi mengingatkan, visi perdagangan Jokowi dan SBY berbeda. Namun demikian, dia menaruh harapan besar, Lutfi bisa memberikan terobosan yang lebih berarti bagi kinerja Kemendag.

Hanya saja, dia mewanti-wanti Lutfi tidak seperti pendahulunya. Apalagi ada stigma masyarakat bahwa Kemendag ini merupakan kementerian impor.

“Gagasan besar apa yang Bapak bawa ke sini menjadi Mendag? Gagasan besar ini penting bagi kami. Tahun 2024 sudah tahun politik. Nanti bicaranya selalu defisit impor, ekspor, ngurusnya banyak impornya. Banyak mengatakan bahwa ini kementerian impor, dan sebagainya,” kata Darmadi.

Menurut politisi senior PDIP ini, menteri sebelumnya justru kurang inovasi dan terobosan karena begitu masuk ke Kemendag malah belajar. Setiap hari kerjanya cuma ngurusin harga. Sementara masalah harga ini selalu menjadi fokus Presiden Jokowi.

 

“Kalau harga naik, Presiden marah. Bapak bisa bahaya karena kursi itu (Mendag) panas Pak. Sudah empat menteri yang dicopot, ada bahkan tidak sampai setahun. Itu panas sekali,” katanya.

Memang, sambung Darmadi, Lutfi bukanlah orang baru di Kemendag. Namun sejauh ini belum ada road map yang jelas atas kiprahnya di Kemendag. Jangan-jangan road map yang akan dicanangkan tidak jauh berbeda dari menteri-menteri sebelumnya.

Sementara Mendag M Lutfi menegaskan, dirinya mendorong Kemendag menjadi lembaga yang mampu menciptakan nilai tambah bagi komoditas pertanian. Karena itu, di hadapan para anggota Komisi VI DPR, dia berjanji akan mengedepankan koordinasi dan kerja sama dengan Menteri Pertanian (Mentan).

“Saya dan Mentan menjadi tupoksi pertama saya. Kita ini sudah punya janjian menghadap sama beliau, sekali seminggu atau dua minggu sekali. Saya ke kantornya untuk memastikan bahwa apa yang saya kerjakan itu sesuai, setara, paling tidak sepengetahuan beliau,” janji Lutfi.

Mengenai analogi Kemendag sebagai wasit tinju, Lutfi menegaskan ini sebagai upaya dia memastikan perdagangan bisa diatur dengan aturan yang jelas. Sebagai wasit, Kemendag harus mampu menjalankan seluruh kekuasan untuk mengatur pertandingan.

“Pertandingan itu tidak seru kalau penjual dan pedagang itu aturan boxing-nya tidak jalan. Tapi ketika saya mendiamkan mereka bertarung tanpa aturan yang jelas akan berlangsung liar dan itu harus kita jaga,” katanya.

Dia menjamin tidak akan bisa diatur oleh pengusaha. Namun, dia berjanji sebagai menteri akan memberikan perlindungan kepada pengusaha. Aturan dalam jual beli harus dijaga, sebab dirinya disaksikan oleh 270 juta penonton yang merupakan rakyat Indonesia.

“Ketika saya salah akan ditonton semua orang. Mereka akan mengatakan wasitnya bodoh. Atau kalau saya curang, 270 juta akan mengatakan wasitnya curang,” katanya. [KAL]

]]> .
Senayan mengingatkan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi bahwa kursi yang ditempatinya sekarang merupakan kursi panas. Tercatat, sepanjang periode Pemerintahan Jokowi, setidaknya sudah empat menteri dicopot gara-gara persoalan perdagangan.

“Jadi, Bapak ini Mendag kelima yang sudah berhubungan di Komisi VI DPR,” kata anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto dalam rapat kerja dengan Mendag M Lutfi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta, kemarin.

Di awal pemerintahan di 2014, Jokowi menunjuk Rachmat Gobel sebagai Mendag. Tidak sampai setahun, Gobel dicopot digantikan Thomas Trikasih Lembong yang ternyata juga umurnya tidak panjang. Kursi Mendag kemudian ditempati politisi NasDem Enggartiasto Lukita.

Di periode kedua, Jokowi menunjuk Agus Suparmanto untuk kursi Mendag. Sama seperti periode awal, umurnya hanya setahun. Jokowi kemudian akhirnya menunjuk M Lutfi.

Lutfi bukanlah orang baru di Kementerian Perdagangan (Kemendag). Lutfi pernah menjabat Mendag saat Pemerintahan SBY-Budiono.

Darmadi mengingatkan, visi perdagangan Jokowi dan SBY berbeda. Namun demikian, dia menaruh harapan besar, Lutfi bisa memberikan terobosan yang lebih berarti bagi kinerja Kemendag.

Hanya saja, dia mewanti-wanti Lutfi tidak seperti pendahulunya. Apalagi ada stigma masyarakat bahwa Kemendag ini merupakan kementerian impor.

“Gagasan besar apa yang Bapak bawa ke sini menjadi Mendag? Gagasan besar ini penting bagi kami. Tahun 2024 sudah tahun politik. Nanti bicaranya selalu defisit impor, ekspor, ngurusnya banyak impornya. Banyak mengatakan bahwa ini kementerian impor, dan sebagainya,” kata Darmadi.

Menurut politisi senior PDIP ini, menteri sebelumnya justru kurang inovasi dan terobosan karena begitu masuk ke Kemendag malah belajar. Setiap hari kerjanya cuma ngurusin harga. Sementara masalah harga ini selalu menjadi fokus Presiden Jokowi.

 

“Kalau harga naik, Presiden marah. Bapak bisa bahaya karena kursi itu (Mendag) panas Pak. Sudah empat menteri yang dicopot, ada bahkan tidak sampai setahun. Itu panas sekali,” katanya.

Memang, sambung Darmadi, Lutfi bukanlah orang baru di Kemendag. Namun sejauh ini belum ada road map yang jelas atas kiprahnya di Kemendag. Jangan-jangan road map yang akan dicanangkan tidak jauh berbeda dari menteri-menteri sebelumnya.

Sementara Mendag M Lutfi menegaskan, dirinya mendorong Kemendag menjadi lembaga yang mampu menciptakan nilai tambah bagi komoditas pertanian. Karena itu, di hadapan para anggota Komisi VI DPR, dia berjanji akan mengedepankan koordinasi dan kerja sama dengan Menteri Pertanian (Mentan).

“Saya dan Mentan menjadi tupoksi pertama saya. Kita ini sudah punya janjian menghadap sama beliau, sekali seminggu atau dua minggu sekali. Saya ke kantornya untuk memastikan bahwa apa yang saya kerjakan itu sesuai, setara, paling tidak sepengetahuan beliau,” janji Lutfi.

Mengenai analogi Kemendag sebagai wasit tinju, Lutfi menegaskan ini sebagai upaya dia memastikan perdagangan bisa diatur dengan aturan yang jelas. Sebagai wasit, Kemendag harus mampu menjalankan seluruh kekuasan untuk mengatur pertandingan.

“Pertandingan itu tidak seru kalau penjual dan pedagang itu aturan boxing-nya tidak jalan. Tapi ketika saya mendiamkan mereka bertarung tanpa aturan yang jelas akan berlangsung liar dan itu harus kita jaga,” katanya.

Dia menjamin tidak akan bisa diatur oleh pengusaha. Namun, dia berjanji sebagai menteri akan memberikan perlindungan kepada pengusaha. Aturan dalam jual beli harus dijaga, sebab dirinya disaksikan oleh 270 juta penonton yang merupakan rakyat Indonesia.

“Ketika saya salah akan ditonton semua orang. Mereka akan mengatakan wasitnya bodoh. Atau kalau saya curang, 270 juta akan mengatakan wasitnya curang,” katanya. [KAL]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories

Generated by Feedzy