KNPI DKI Dukung Pengetatan Mobilisasi Pemudik Masuk Jakarta .

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta mendukung penuh langkah pengendalian mobilisasi warga yang masuk Jakarta sebagai upaya pencegahan penularan aktif Covid-19 pasca Hari Raya Idul Fitri.

Ketua KNPI DKI Jakarta Ronny Bara Pratama mengatakan, pengendalian mobilisasi sejak di jalur arus balik memang sudah seharusnya dilakukan mengingat telah terdeteksinya pemudik positif Covid-19 di pos penyekatan arus balik.

“Skrining dini sebelum masuk Jakarta itu wajib dilakukan. Nyatanya pihak Kepolisian sudah menemukan pemudik yang kembali ternyata positif. Dalam hal ini KNPI DKI sangat mendukung pengetatan mobilisasi warga,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (17/5).

Dukungan itu juga tak terlepas bagi seluruh petugas yang berjaga di seluruh titik penyekatan menuju Ibukota. Ronny meminta petugas tak mentolelir sedikitpun pelanggaran yang terjadi. Baik di pintu masuk pengguna kendaraan umum, pesawat, kapal laut, dan kereta api skrining random wajib dilakukan kepada seluruh pemudik yang hendak kembali.

Ketika upaya mitigasi tersebut telah dilakukan, Ronny mengingatkan agar pengendalian tahap selanjutnya juga dilaksanakan seluruh aparatur di kawasan lingkungan warga. Seperti kebijakan yang sebelumnya telah diutarakan Gubernur Anies Baswedan sebelumnya.

“Jadi setiap Gugus Tugas Covid-10 di tingkat RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, Babinkamtibmas, dan Babinsa harus benar-benar jeli kepada warga yang datang. Perintah Pak Gubernur sudah jelas, dan harus dilaksanakan demi upaya melindungi warga Jakarta,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ronny juga mengajak seluruh organisasi kepemudaan (OKP) berperan aktif membangkitkan kesadaran warga akan pentingnya upaya pencegahan penularan Covid-19 sehingga meminimalisir potensi terjadinya lonjakan kasus aktif.

Sebab kondisi di Jakarta saat ini secara umum termasuk yang paling rendah tingkat penyebaran kasusnya. Hal tersebut bisa dilihat dari data di Wisma Atlet saat ini, di mana jumlah kapasitas fasilitas kesehatan yang terpakai sekitar 20 persen, dengan tingkat keterisian isolasi milik Pemprov DKI berada di angka antara 24 hingga 28 persen.

“Kondusifitas ini yang perlu kita jaga bersama. Untuk itu kita harus bersama-sama membangkitkan kesadaran warga untuk patuh protokol kesehatan demi kesehatan dan keselamatan bersama, kita semua,” tandas Ronny. [MRA]

]]> .
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta mendukung penuh langkah pengendalian mobilisasi warga yang masuk Jakarta sebagai upaya pencegahan penularan aktif Covid-19 pasca Hari Raya Idul Fitri.

Ketua KNPI DKI Jakarta Ronny Bara Pratama mengatakan, pengendalian mobilisasi sejak di jalur arus balik memang sudah seharusnya dilakukan mengingat telah terdeteksinya pemudik positif Covid-19 di pos penyekatan arus balik.

“Skrining dini sebelum masuk Jakarta itu wajib dilakukan. Nyatanya pihak Kepolisian sudah menemukan pemudik yang kembali ternyata positif. Dalam hal ini KNPI DKI sangat mendukung pengetatan mobilisasi warga,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (17/5).

Dukungan itu juga tak terlepas bagi seluruh petugas yang berjaga di seluruh titik penyekatan menuju Ibukota. Ronny meminta petugas tak mentolelir sedikitpun pelanggaran yang terjadi. Baik di pintu masuk pengguna kendaraan umum, pesawat, kapal laut, dan kereta api skrining random wajib dilakukan kepada seluruh pemudik yang hendak kembali.

Ketika upaya mitigasi tersebut telah dilakukan, Ronny mengingatkan agar pengendalian tahap selanjutnya juga dilaksanakan seluruh aparatur di kawasan lingkungan warga. Seperti kebijakan yang sebelumnya telah diutarakan Gubernur Anies Baswedan sebelumnya.

“Jadi setiap Gugus Tugas Covid-10 di tingkat RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, Babinkamtibmas, dan Babinsa harus benar-benar jeli kepada warga yang datang. Perintah Pak Gubernur sudah jelas, dan harus dilaksanakan demi upaya melindungi warga Jakarta,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ronny juga mengajak seluruh organisasi kepemudaan (OKP) berperan aktif membangkitkan kesadaran warga akan pentingnya upaya pencegahan penularan Covid-19 sehingga meminimalisir potensi terjadinya lonjakan kasus aktif.

Sebab kondisi di Jakarta saat ini secara umum termasuk yang paling rendah tingkat penyebaran kasusnya. Hal tersebut bisa dilihat dari data di Wisma Atlet saat ini, di mana jumlah kapasitas fasilitas kesehatan yang terpakai sekitar 20 persen, dengan tingkat keterisian isolasi milik Pemprov DKI berada di angka antara 24 hingga 28 persen.

“Kondusifitas ini yang perlu kita jaga bersama. Untuk itu kita harus bersama-sama membangkitkan kesadaran warga untuk patuh protokol kesehatan demi kesehatan dan keselamatan bersama, kita semua,” tandas Ronny. [MRA]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories