Kloter Kedua , 3.169 Jemaah RI Diberangkatkan Ke Arab Saudi

Pemerintah Indonesia kembali memberangkatkan sebanyak 3.169 jemaah haji dari lima embarkasi pada kloter kedua hari ini, Minggu (5/6).

“Pada hari pertama, ada 2.763 jemaah dari lima embarkasi yang sudah diberangkatkan ke Arab Saudi. Jadi total jemaah yang diberangkatkan sampai hari ini sebanyak 5.932 orang,” ujar Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Ahmad Abdullah saat memberikan keterangan pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (5/6).

Dikatakan Abdullah, pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji Indonesia dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama, jemaah akan mendarat di Bandar Udara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Mereka akan menetap di Madinah dengan masa tinggal antara 8 -9 hari untuk menjalakan ibadah Arbain. Yaitu, Salat Wajib berjamaah dalam 40 waktu di Masjid Nabawi. 

“Selama di Madinah, selain berziarah ke makam Rasulullah di Masjid Nabawi, jemaah juga akan mendapatkan paket ziarah ke berbagai tempat bersejarah, seperti makam Baqi, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud,” terang Abdullah. 

“Setelah menyelesaikan Arbain, jemaah akan diberangkatkan menuju kota Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah wajib dengan mengambil miqat di Bir Ali,” sambungnya.

Untuk jemaah yang diberangkatkan pada gelombang kedua, lanjut Abdullah, mereka akan mendarat di Bandar Udara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah. Selanjutnya, mereka menuju Makkah untuk melakasanakan ibadah umrah wajib.

Abdullah juga menyampaikan bahwa ada satu jemaah haji Indonesia yang wafat setibanya di Madinah. Jemaah tersebut, bernama Suhati Rahmat Ali Binti H. Rahmat dengan Nomor Paspor C6495065 dan berusia 64 tahun. Almarhumah tergabung dalam Kloter JKG1 yang berangkat dari embaraksi Jakarta-Pondokgede. “Mari kita doakan semoga almarhumah wafat dalam keadaan khusnul hatimah dan ibadahnya diterima Allah Swt. Amin,” doa Abdullah.

Pemerintah katanya, hanya akan merilis data jemaah wafat yang telah keluar COD-nya (Certificate of dead) dari pihak berwenang. “Seluruh jemaah yang wafat di Arab Saudi akan dibadalhajikan,” lanjutnya.

Penyelenggaraan haji 1443 H/2022 M bertepatan dengan musim panas. Menurut Abdullah, kondisi cuaca rata-rata di Arab Saudi pada hari ini berkisar antara 30⁰C – 43⁰C dengan kelembaban rata-rata 8%. Jemaah diimbau untuk tidak banyak beraktivitas di luar ruangan mengingat suhu udara di Arab Saudi cukup panas.  

“Jemaah haji kami harap selalu menerapkan protokol kesehatan, makan dan minum tepat waktu dan beristirahat yang cukup,” pesannya. 

Keluarga jemaah haji di Indonesia juga diharapkan dapat mengingatkan para jemaah, baik yang sudah berangkat ke Arab Saudi maupun yang masih di Tanah Air.

Mewakili Kementerian Agama, Abdullah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, antara lain  Presiden RI Jokowi, Pimpinan DPR-, Puan Maharani, Kementerian/Lembaga terkait penyelenggaraan ibadah haji, Kanwil Kementerian Agama Provinsi dan Kemenag Kab/Kota, para Gubernur, Bupati/walikota, dan pihak lainnya,  atas kerja sama, koordinasi, dukungan, saran dan masukannya, sehingga operasional haji tahun ini dapat terlaksana.■ 

]]> Pemerintah Indonesia kembali memberangkatkan sebanyak 3.169 jemaah haji dari lima embarkasi pada kloter kedua hari ini, Minggu (5/6).

“Pada hari pertama, ada 2.763 jemaah dari lima embarkasi yang sudah diberangkatkan ke Arab Saudi. Jadi total jemaah yang diberangkatkan sampai hari ini sebanyak 5.932 orang,” ujar Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Ahmad Abdullah saat memberikan keterangan pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (5/6).

Dikatakan Abdullah, pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji Indonesia dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama, jemaah akan mendarat di Bandar Udara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Mereka akan menetap di Madinah dengan masa tinggal antara 8 -9 hari untuk menjalakan ibadah Arbain. Yaitu, Salat Wajib berjamaah dalam 40 waktu di Masjid Nabawi. 

“Selama di Madinah, selain berziarah ke makam Rasulullah di Masjid Nabawi, jemaah juga akan mendapatkan paket ziarah ke berbagai tempat bersejarah, seperti makam Baqi, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud,” terang Abdullah. 

“Setelah menyelesaikan Arbain, jemaah akan diberangkatkan menuju kota Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah wajib dengan mengambil miqat di Bir Ali,” sambungnya.

Untuk jemaah yang diberangkatkan pada gelombang kedua, lanjut Abdullah, mereka akan mendarat di Bandar Udara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah. Selanjutnya, mereka menuju Makkah untuk melakasanakan ibadah umrah wajib.

Abdullah juga menyampaikan bahwa ada satu jemaah haji Indonesia yang wafat setibanya di Madinah. Jemaah tersebut, bernama Suhati Rahmat Ali Binti H. Rahmat dengan Nomor Paspor C6495065 dan berusia 64 tahun. Almarhumah tergabung dalam Kloter JKG1 yang berangkat dari embaraksi Jakarta-Pondokgede. “Mari kita doakan semoga almarhumah wafat dalam keadaan khusnul hatimah dan ibadahnya diterima Allah Swt. Amin,” doa Abdullah.

Pemerintah katanya, hanya akan merilis data jemaah wafat yang telah keluar COD-nya (Certificate of dead) dari pihak berwenang. “Seluruh jemaah yang wafat di Arab Saudi akan dibadalhajikan,” lanjutnya.

Penyelenggaraan haji 1443 H/2022 M bertepatan dengan musim panas. Menurut Abdullah, kondisi cuaca rata-rata di Arab Saudi pada hari ini berkisar antara 30⁰C – 43⁰C dengan kelembaban rata-rata 8%. Jemaah diimbau untuk tidak banyak beraktivitas di luar ruangan mengingat suhu udara di Arab Saudi cukup panas.  

“Jemaah haji kami harap selalu menerapkan protokol kesehatan, makan dan minum tepat waktu dan beristirahat yang cukup,” pesannya. 

Keluarga jemaah haji di Indonesia juga diharapkan dapat mengingatkan para jemaah, baik yang sudah berangkat ke Arab Saudi maupun yang masih di Tanah Air.

Mewakili Kementerian Agama, Abdullah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, antara lain  Presiden RI Jokowi, Pimpinan DPR-, Puan Maharani, Kementerian/Lembaga terkait penyelenggaraan ibadah haji, Kanwil Kementerian Agama Provinsi dan Kemenag Kab/Kota, para Gubernur, Bupati/walikota, dan pihak lainnya,  atas kerja sama, koordinasi, dukungan, saran dan masukannya, sehingga operasional haji tahun ini dapat terlaksana.■ 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories