KLHK Ajak Kaum Muda Jadi Agen Perubahan Pengelolaan Sampah.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono mengajak kaum muda menjadi agen perubahan pengelolaan sampah guna mewujudkan Indonesia “Net Zero Emission”.

Budaya hidup ramah lingkungan dan gaya hidup minim sampah harus menjadi karakter kaum muda di seluruh Indonesia. Hal ini akan menjadi kunci kemajuan bangsa Indonesia dengan peradaban baru yang modern, hijau, dan berkelanjutan. 

“Kaum muda harus menjemput masa depannya dengan kondisi kualitas lingkungan yang baik, sehingga kita semua berupaya semaksimal mungkin mewariskan kondisi bumi yang hanya satu ini dengan baik,” ujar Bambang dalam sambutannya mewakili Menteri LHK, Siti Nurbaya pada acara webinar “Kaum Muda Berbudaya, Bersihkan Lingkungan” yang digagas oleh Green Leadership Indonesia, Sabtu, (26/2).

Sekjen LHK dua periode ini mengatakan, sebagai pewaris bangsa dan negara, kaum muda harus aktif berbuat dan menjadi agent perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah. “kaum muda inilah yang akan mengubah Indonesia, dengan membangun peradaban yang berbudaya ramah lingkungan, dan melakukan gaya hidup minim sampah,” kata Bambang.

Sebagai anggota masyarakat dunia, Indonesia sepakat untuk mendorong pembangunan hijau.  Isu pengelolaan sampah yang berkelanjutan dalam payung penanggulangan perubahan iklim menjadi yang krusial untuk dicarikan jalan keluar terbaik. 

“Momentum kepemimpinan Indonesia dalam G20 tahun ini akan menjadi power bersama negara-negara G20, termasuk para kaum mudanya untuk melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui gerakan 3R (reduse, reuse, recycle), ekonomi sirkular, serta pilah sampah dari sumbernya,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Sekjen, persoalan sampah ikut memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang menjadi penyebab perubahan iklim dan pemanasan global. 

“Pengelolaan sampah yang dilakukan dengan tidak baik, akan menghasilkan emisi GRK dalam bentuk Gas Metana ataupun CO2. Gas Metana sendiri merupakan GRK yang paling tinggi faktor emisi GRK,” imbuh Bambang.

Oleh sebab itu, Bambang berpesan kepada semua kaum muda di seluruh Indonesia untuk membangun gaya hidup minim sampah antara lain melalui kegiatan cegah/batasi penggunaan barang-barang sekali pakai, belanja tanpa kemasan dan gunakan tas guna ulang, pilah sampah dari rumah, habiskan makanan tanpa sisa, dan komposkan sisa makanan di rumah.

“Kaum muda memiliki pengaruh yang besar jika menerapkan gaya hidup minim sampah dan ramah lingkungan, maka dapat mewujudkan “net zero emission” dari persoalan sampah,” pungkanya. [MFA]

]]> Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono mengajak kaum muda menjadi agen perubahan pengelolaan sampah guna mewujudkan Indonesia “Net Zero Emission”.

Budaya hidup ramah lingkungan dan gaya hidup minim sampah harus menjadi karakter kaum muda di seluruh Indonesia. Hal ini akan menjadi kunci kemajuan bangsa Indonesia dengan peradaban baru yang modern, hijau, dan berkelanjutan. 

“Kaum muda harus menjemput masa depannya dengan kondisi kualitas lingkungan yang baik, sehingga kita semua berupaya semaksimal mungkin mewariskan kondisi bumi yang hanya satu ini dengan baik,” ujar Bambang dalam sambutannya mewakili Menteri LHK, Siti Nurbaya pada acara webinar “Kaum Muda Berbudaya, Bersihkan Lingkungan” yang digagas oleh Green Leadership Indonesia, Sabtu, (26/2).

Sekjen LHK dua periode ini mengatakan, sebagai pewaris bangsa dan negara, kaum muda harus aktif berbuat dan menjadi agent perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah. “kaum muda inilah yang akan mengubah Indonesia, dengan membangun peradaban yang berbudaya ramah lingkungan, dan melakukan gaya hidup minim sampah,” kata Bambang.

Sebagai anggota masyarakat dunia, Indonesia sepakat untuk mendorong pembangunan hijau.  Isu pengelolaan sampah yang berkelanjutan dalam payung penanggulangan perubahan iklim menjadi yang krusial untuk dicarikan jalan keluar terbaik. 

“Momentum kepemimpinan Indonesia dalam G20 tahun ini akan menjadi power bersama negara-negara G20, termasuk para kaum mudanya untuk melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui gerakan 3R (reduse, reuse, recycle), ekonomi sirkular, serta pilah sampah dari sumbernya,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Sekjen, persoalan sampah ikut memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang menjadi penyebab perubahan iklim dan pemanasan global. 

“Pengelolaan sampah yang dilakukan dengan tidak baik, akan menghasilkan emisi GRK dalam bentuk Gas Metana ataupun CO2. Gas Metana sendiri merupakan GRK yang paling tinggi faktor emisi GRK,” imbuh Bambang.

Oleh sebab itu, Bambang berpesan kepada semua kaum muda di seluruh Indonesia untuk membangun gaya hidup minim sampah antara lain melalui kegiatan cegah/batasi penggunaan barang-barang sekali pakai, belanja tanpa kemasan dan gunakan tas guna ulang, pilah sampah dari rumah, habiskan makanan tanpa sisa, dan komposkan sisa makanan di rumah.

“Kaum muda memiliki pengaruh yang besar jika menerapkan gaya hidup minim sampah dan ramah lingkungan, maka dapat mewujudkan “net zero emission” dari persoalan sampah,” pungkanya. [MFA]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories