Klaim Bisa Bikin Rakyat Tenang PKS Branding Habib Salim

Meski Pilpres 2024 masih jauh, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai ancang-ancang memunculkan figur internalnya ke publik. Tokoh itu adalah Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Al-Jufri. PKS pun mulai mem-branding Habib Salim Al-Jufri sebagai tokoh panutan.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid mengatakan, Habib Salim Segaf Al-Jufri merupakan tokoh yang bisa ‘ngademin’ rakyat dan mempercepat membawa bangsa ini bebas dari pandemi.

“Doktor Salim itu figur yang diterima Prabowo, Jokowi, kalangan habaib, komunitas 212 juga sangat menerima beliau,” ujar Hidayat Nur Wahid alias HNW kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Pernyataan ini adalah jawaban atas keputusan Musyawarah Majelis Syuro IV PKS, Rabu (30/6). Keputusan itu merekomendasikan Salim Segaf tampil di pentas kepemimpinan nasional dari partai, untuk dikenal publik secara luas.

HNW mengakui, bangsa Indonesia masih identik dengan sistem patron. Di mana, seorang pemimpin atau tokoh akan diikuti dan dijadikan rujukan dalam kehidupan. Harapannya, ketika masyarakat berpatron pada Salim Segaf, maka bangsa ini akan semakin adem.

“Kalau rujukan itu menentramkan, tidak kontroversial, tentu sangat dibutuhkan di era rakyat yang galau dengan Covid-19 yang berkepanjangan dan bisa meredam pembelahan yang terjadi,” harapnya.

Nantinya, kata HNW, Salim Segaf akan sering muncul di masyarakat dan forum-forum publik. Meski Salim tetap menampilkan PKS sebagai partai oposisi, tapi, sebutnya, oposisi Salim nanti sebagai oposisi yang cool, solutif, dan tidak melakukan manuver-manuver politik yang inkonstitusional. Apalagi sampai membuat gaduh.

 

Meski begitu, Wakil Ketua MPR-RI ini membantah, penokohan Salim Segaf bukan diperuntukkan untuk Pilpres 2024. Karena hingga kini, PKS belum ada keputusan tentang kepada siapa tiket PKS diberikan.

Saat ini, katanya, seluruh barisan PKS diinstruksikan fokus membantu masyarakat melawan pandemi Covid-19. Ini selaras dengan intruksi Dewan Syariah PKS yang memfatwakan seluruh kader dan simpatisan partai untuk ikut vaksinasi.

“Kita tidak berpikir Pilpres, tapi menampilkan Doktor Salim sebagai kontribusi PKS untuk bangsa dan negara. Bahwa, ini pimpinan nasional kami,” ungkapnya.

PKS, kata HNW, berpendapat bahwa bangsa Indonesia ini memerlukan semakin banyak tokoh nasional yang memberikan ketentraman, juga bisa menghadirkan sikap kritis yang konstruktif. Nah, sosok itu ada pada Salim Segaf yang sudah teruji track record-nya.

Disebutkan, Salim Segaf adalah salah satu Menteri Sosial yang tidak pernah tersandung kasus tindak pidana korupsi selama menjabat. Kemudian, sosok Salim diterima baik di masyarakat. Misalnya, di Bali dengan umat Hindu, dan di Papua sebagai pemimpin yang mau tinggal bersama rakyat.

“Mungkin, hanya PKS satu-satunya partai yang orang nomor satunya adalah seorang habib. Tapi habib yang juga keturunan pahlawan nasional,” tutupnya.

Habib Salim merupakan cucu dari ulama kharismatik dari Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Sayyid Idrus bin Salim (SIS) Aljufri. Atau yang lebih dikenal dengan nama “Guru Tua”, pendiri Yayasan Pendidikan Al-Khairat di Palu. Sang kakek merupakan pahlawan nasional, dan namanya juga diabadikan di Bandara Mutiara SIS Palu. [BSH]

]]> Meski Pilpres 2024 masih jauh, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai ancang-ancang memunculkan figur internalnya ke publik. Tokoh itu adalah Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Al-Jufri. PKS pun mulai mem-branding Habib Salim Al-Jufri sebagai tokoh panutan.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid mengatakan, Habib Salim Segaf Al-Jufri merupakan tokoh yang bisa ‘ngademin’ rakyat dan mempercepat membawa bangsa ini bebas dari pandemi.

“Doktor Salim itu figur yang diterima Prabowo, Jokowi, kalangan habaib, komunitas 212 juga sangat menerima beliau,” ujar Hidayat Nur Wahid alias HNW kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Pernyataan ini adalah jawaban atas keputusan Musyawarah Majelis Syuro IV PKS, Rabu (30/6). Keputusan itu merekomendasikan Salim Segaf tampil di pentas kepemimpinan nasional dari partai, untuk dikenal publik secara luas.

HNW mengakui, bangsa Indonesia masih identik dengan sistem patron. Di mana, seorang pemimpin atau tokoh akan diikuti dan dijadikan rujukan dalam kehidupan. Harapannya, ketika masyarakat berpatron pada Salim Segaf, maka bangsa ini akan semakin adem.

“Kalau rujukan itu menentramkan, tidak kontroversial, tentu sangat dibutuhkan di era rakyat yang galau dengan Covid-19 yang berkepanjangan dan bisa meredam pembelahan yang terjadi,” harapnya.

Nantinya, kata HNW, Salim Segaf akan sering muncul di masyarakat dan forum-forum publik. Meski Salim tetap menampilkan PKS sebagai partai oposisi, tapi, sebutnya, oposisi Salim nanti sebagai oposisi yang cool, solutif, dan tidak melakukan manuver-manuver politik yang inkonstitusional. Apalagi sampai membuat gaduh.

 

Meski begitu, Wakil Ketua MPR-RI ini membantah, penokohan Salim Segaf bukan diperuntukkan untuk Pilpres 2024. Karena hingga kini, PKS belum ada keputusan tentang kepada siapa tiket PKS diberikan.

Saat ini, katanya, seluruh barisan PKS diinstruksikan fokus membantu masyarakat melawan pandemi Covid-19. Ini selaras dengan intruksi Dewan Syariah PKS yang memfatwakan seluruh kader dan simpatisan partai untuk ikut vaksinasi.

“Kita tidak berpikir Pilpres, tapi menampilkan Doktor Salim sebagai kontribusi PKS untuk bangsa dan negara. Bahwa, ini pimpinan nasional kami,” ungkapnya.

PKS, kata HNW, berpendapat bahwa bangsa Indonesia ini memerlukan semakin banyak tokoh nasional yang memberikan ketentraman, juga bisa menghadirkan sikap kritis yang konstruktif. Nah, sosok itu ada pada Salim Segaf yang sudah teruji track record-nya.

Disebutkan, Salim Segaf adalah salah satu Menteri Sosial yang tidak pernah tersandung kasus tindak pidana korupsi selama menjabat. Kemudian, sosok Salim diterima baik di masyarakat. Misalnya, di Bali dengan umat Hindu, dan di Papua sebagai pemimpin yang mau tinggal bersama rakyat.

“Mungkin, hanya PKS satu-satunya partai yang orang nomor satunya adalah seorang habib. Tapi habib yang juga keturunan pahlawan nasional,” tutupnya.

Habib Salim merupakan cucu dari ulama kharismatik dari Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Sayyid Idrus bin Salim (SIS) Aljufri. Atau yang lebih dikenal dengan nama “Guru Tua”, pendiri Yayasan Pendidikan Al-Khairat di Palu. Sang kakek merupakan pahlawan nasional, dan namanya juga diabadikan di Bandara Mutiara SIS Palu. [BSH]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories