Klaim Anies, Jakarta Sudah Turunkan Emisi Karbon 26 Persen

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersepeda bersama puluhan orang dari Bundaran Hotel Indonesia hingga Balai Kota Jakarta, Minggu (5/6) pagi. Kegiatan ini merupakan kampanye memperingati Hari Sepeda Sedunia dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2022.

“Selamat bersepeda. Kita kirimkan pesan ke seluruh Indonesia, mari kita sama-sama jadikan langit kita biru, lingkungan bersih, sehat, dan kita semua bisa bayar balik untuk bumi kita,” ucap Anies, dalam sambutannya.

Menurut Anies, sektor ekonomi dan ekologi selama beberapa dekade ini telah berkonflik cukup pelik yang berdampak pada degradasi lingkungan hidup. Sebab, yang terjadi adalah ekonominya tumbuh, tetapi ekologinya turun. Maka dari itu, Jakarta turut aktif dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup melalui berbagai kebijakan.

“Sebenarnya, baik ekonomi maupun ekologi, berasal dari kata yang sama yakni oikos, yang keduanya bicara tentang keluarga. Dan sudah saatnya ekonomi dan ekologi berjalan berdampingan. Jakarta akan mulai ikhtiar itu semua,” terangnya.

Anies melanjutkan, pihak sudah menyampaikan komitmen mengenai hal ini pada 2020. “Insya Allah kita kurangi emisi karbon sebanyak 30 persen. Alhamdulillah tahun 2022 ini kita sudah mencapai 26 persen. Dan 2050 kita akan sampai insya Allah bisa nett zero emission,” lanjutnya.

Untuk mencapai target tersebut, kata Anies, dibutuhkan beberapa hal. Pertama, menambah kawasan hijau untuk produksi udara bersih. Kedua, mengurangi emisi, di antaranya melalui penggunaan sepeda untuk kegiatan keseharian.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta turut menghadirkan gerakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Karena tanggung jawab penyelamatan lingkungan hidup ada pada setiap pribadi.

“Kita hadir di sini memulai sejarah baru untuk Jakarta dan Indonesia. Ini adalah gerakan. Artinya, tanggung jawab dan peran ada di tiap kita. Bukan sekadar program, dan Bapak/Ibu adalah tokoh-tokoh gerakan lingkungan hidup kita dan kami senang dapat ikut memfasilitasi kegiatan ini,” tegasnya.

Anies kemudian menjelaskan filosofi dari sepeda. “Sepeda itu tak bisa mundur, jadi Anda harus terus maju. Lalu, sepeda juga tak meninggalkan residu dan sepanjang perjalanan, harus stabil yang diusahakan dengan terus dikayuh oleh gerakan kaki kita sendiri, bukan oleh mesin. Begitulah kira-kira pesan yang kita dapat dari bersepeda,” tandasnya.■

]]> Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersepeda bersama puluhan orang dari Bundaran Hotel Indonesia hingga Balai Kota Jakarta, Minggu (5/6) pagi. Kegiatan ini merupakan kampanye memperingati Hari Sepeda Sedunia dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2022.

“Selamat bersepeda. Kita kirimkan pesan ke seluruh Indonesia, mari kita sama-sama jadikan langit kita biru, lingkungan bersih, sehat, dan kita semua bisa bayar balik untuk bumi kita,” ucap Anies, dalam sambutannya.

Menurut Anies, sektor ekonomi dan ekologi selama beberapa dekade ini telah berkonflik cukup pelik yang berdampak pada degradasi lingkungan hidup. Sebab, yang terjadi adalah ekonominya tumbuh, tetapi ekologinya turun. Maka dari itu, Jakarta turut aktif dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup melalui berbagai kebijakan.

“Sebenarnya, baik ekonomi maupun ekologi, berasal dari kata yang sama yakni oikos, yang keduanya bicara tentang keluarga. Dan sudah saatnya ekonomi dan ekologi berjalan berdampingan. Jakarta akan mulai ikhtiar itu semua,” terangnya.

Anies melanjutkan, pihak sudah menyampaikan komitmen mengenai hal ini pada 2020. “Insya Allah kita kurangi emisi karbon sebanyak 30 persen. Alhamdulillah tahun 2022 ini kita sudah mencapai 26 persen. Dan 2050 kita akan sampai insya Allah bisa nett zero emission,” lanjutnya.

Untuk mencapai target tersebut, kata Anies, dibutuhkan beberapa hal. Pertama, menambah kawasan hijau untuk produksi udara bersih. Kedua, mengurangi emisi, di antaranya melalui penggunaan sepeda untuk kegiatan keseharian.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta turut menghadirkan gerakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Karena tanggung jawab penyelamatan lingkungan hidup ada pada setiap pribadi.

“Kita hadir di sini memulai sejarah baru untuk Jakarta dan Indonesia. Ini adalah gerakan. Artinya, tanggung jawab dan peran ada di tiap kita. Bukan sekadar program, dan Bapak/Ibu adalah tokoh-tokoh gerakan lingkungan hidup kita dan kami senang dapat ikut memfasilitasi kegiatan ini,” tegasnya.

Anies kemudian menjelaskan filosofi dari sepeda. “Sepeda itu tak bisa mundur, jadi Anda harus terus maju. Lalu, sepeda juga tak meninggalkan residu dan sepanjang perjalanan, harus stabil yang diusahakan dengan terus dikayuh oleh gerakan kaki kita sendiri, bukan oleh mesin. Begitulah kira-kira pesan yang kita dapat dari bersepeda,” tandasnya.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories