Kisah Unik Ramadan Vasco Ruseimy Ewuh Pakewuh Sajikan Hidangan .

Ketua DPP Partai Gerindra Vasco Ruseimy suka ewuh pakewuh alias sungkan saat menyambut tamu atau koleganya di Bulan Ramadan. Apalagi kalau tidak mengetahui agamanya. 

“Mau pesan makan dan minuman nggak enak. Nggak pesan lebih nggak enak,” katanya, kepada Rakyat Merdeka

Sebagai Muslim tulen, Vasco berusaha agar puasanya tidak bolong di tengah aktivitas politik, bisnis, dan perkawanan. Dia mengaku keki saat melakukan pertemuan dengan koleganya siang bolong di Bulan Ramadan. Kebetulan, Vasco sering dipercaya menyediakan tempat untuk berdiskusi atau ngomongin bisnis. 

“Kalau di luar Ramadan, tidak ada masalah. Jam makan siang dirasa tepat untuk berdiskusi dan berbisnis,” ucapnya. 

Nah, lain cerita ketika Ramadan. Di satu sisi Vasco wajib berpuasa, di sisi lain harus bertemu tamu yang terkadang dia tidak tahu berpuasa atau tidak. Sesuai budaya ketimuran, menjadi sungkan kalau tidak menyediakan minuman atau makanan. “Tiap bulan puasa yang bikin bingung itu kalau meeting dan kongkow di luar,” akunya. 

Pria kelahiran Jakarta 13 Juli 1986 ini akhirnya memutuskan tetap memesan hidangan sebelum tamunya datang. Perkara disantap atau tidak, bukan soal. Yang penting, tetap memberikan kesan baik terhadap tamu bisnis maupun politiknya. 

Meski kedapatan tamu yang tidak berpuasa, mantan politisi Partai Berkarya itu mengaku tetap sanggup menjalankan puasa sampai waktunya berbuka. “Puasa tetap dong,” ungkapnya. 

Nah, di Ramadan kali ini, Vasco mengaku tetap menjalankan aktivitasnya di siang hari. Tentunya dengan protokol kesehatan ketat. [BSH]

]]> .
Ketua DPP Partai Gerindra Vasco Ruseimy suka ewuh pakewuh alias sungkan saat menyambut tamu atau koleganya di Bulan Ramadan. Apalagi kalau tidak mengetahui agamanya. 

“Mau pesan makan dan minuman nggak enak. Nggak pesan lebih nggak enak,” katanya, kepada Rakyat Merdeka. 

Sebagai Muslim tulen, Vasco berusaha agar puasanya tidak bolong di tengah aktivitas politik, bisnis, dan perkawanan. Dia mengaku keki saat melakukan pertemuan dengan koleganya siang bolong di Bulan Ramadan. Kebetulan, Vasco sering dipercaya menyediakan tempat untuk berdiskusi atau ngomongin bisnis. 

“Kalau di luar Ramadan, tidak ada masalah. Jam makan siang dirasa tepat untuk berdiskusi dan berbisnis,” ucapnya. 

Nah, lain cerita ketika Ramadan. Di satu sisi Vasco wajib berpuasa, di sisi lain harus bertemu tamu yang terkadang dia tidak tahu berpuasa atau tidak. Sesuai budaya ketimuran, menjadi sungkan kalau tidak menyediakan minuman atau makanan. “Tiap bulan puasa yang bikin bingung itu kalau meeting dan kongkow di luar,” akunya. 

Pria kelahiran Jakarta 13 Juli 1986 ini akhirnya memutuskan tetap memesan hidangan sebelum tamunya datang. Perkara disantap atau tidak, bukan soal. Yang penting, tetap memberikan kesan baik terhadap tamu bisnis maupun politiknya. 

Meski kedapatan tamu yang tidak berpuasa, mantan politisi Partai Berkarya itu mengaku tetap sanggup menjalankan puasa sampai waktunya berbuka. “Puasa tetap dong,” ungkapnya. 

Nah, di Ramadan kali ini, Vasco mengaku tetap menjalankan aktivitasnya di siang hari. Tentunya dengan protokol kesehatan ketat. [BSH]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories