Kirim 20 Ribu Ton Baja Ke Eropa PT KBS Dukung Krakatau Steel Kerek Ekspor Baja Nasional .

Masa pandemi Covid-19 dijadikan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sebagai sebuah peluang untuk terus meningkatkan volume penjualan di 2021. Setelah ekspor perdana ke Malaysia di awal tahun, di Maret 2021 ini Krakatau Steel mulai mengirimkan produknya ke Eropa.

Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), Akbar Djohan menjelaskan, bahwa KBS akan terus melakukan yang terbaik dalam membantu proses pengiriman Ekspor Baja. KBS memiliki pelabuhan yang telah mengimplementasikan pelayanan logistik terintegrasi untuk memberikan percepatan, serta keamanan sebagai pelabuhan curah kering terbesar di Indonesia dengan predikat smartport.

“Melalui Pelabuhan Cigading yang dimiliki PT KBS, Eksport baja ke Eropa sudah berjalan dengan baik. Pengiriman ke Portugal, adalah negara dengan tujuan pengiriman ekspor terbanyak ke Eropa, yakni sebesar 7.500 ton. Kemudian Spanyol dengan total hampir 7.000 ton, serta Italia sebesar 6.000 ton,” kata Akbar dalam keterangan resminya, Selasa (16/3).

Akbar juga mengatakan, PT KBS akan membantu KRAS untuk melakukan ekspor ke Australia. Di Eropa, produk HRC menjadi produk utama yang diekspor. Sedangkan untuk Malaysia adalah ekspor HRC, Hot Rolled Plate (HRP), dan Hot Rolled Pickled Oil (HRPO).

“PT KBS akan melakukan yang terbaik dan mendukung KRAS untuk bisa meningkatkan kegiatan ekspor baja. Dan berkontribusi dalam majunya industri baja nasional. PT KBS juga akan terus meningkatkan kebutuhan proses ekspor di pelabuhan Cigading,” ungkap Akbar.

Direktur Utama KRAS,  Silmy Karim mengatakan, pada periode Januari-Februari 2021 penjualan produk baja Krakatau Steel mengalami peningkatan menjadi  311.758 ton dibandingkan volume penjualan di periode yang sama di 2020, sebesar 290.645 ton. Secara keseluruhan, dari total volume penjualan HRC dan CRC sebesar 1.603.732 ton di tahun 2020, porsi ekspor sebesar mencapai 12% yaitu 128.341,9 ton.

Di tahun ini diperkirakan Krakatau Steel akan dapat meningkatkan volume penjualan HRC dan CRC hingga 2.040.000 ton. Dengan target ekspor sebesar 155.000 ton, atau meningkat 17,20% dibandingkan tahun 2020. Secara spesifik, target pengiriman ekspor baja Krakatau Steel ke Eropa sebesar 100.000 ton di tahun 2021.

“Kami masih melakukan negosiasi untuk pengiriman berikutnya ke Eropa di 2021 ini. Termasuk juga kami mulai menjajaki pangsa pasar ekspor baru ke India di Semester II-2021.  Semoga ke depan akan lebih banyak dan lebih luas lagi ekspor baja yang dapat kami lakukan sehingga Krakatau Steel mampu meningkatkan volume penjualannya dengan lebih baik lagi,” tutup Silmy. [EFI]

]]> .
Masa pandemi Covid-19 dijadikan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sebagai sebuah peluang untuk terus meningkatkan volume penjualan di 2021. Setelah ekspor perdana ke Malaysia di awal tahun, di Maret 2021 ini Krakatau Steel mulai mengirimkan produknya ke Eropa.

Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), Akbar Djohan menjelaskan, bahwa KBS akan terus melakukan yang terbaik dalam membantu proses pengiriman Ekspor Baja. KBS memiliki pelabuhan yang telah mengimplementasikan pelayanan logistik terintegrasi untuk memberikan percepatan, serta keamanan sebagai pelabuhan curah kering terbesar di Indonesia dengan predikat smartport.

“Melalui Pelabuhan Cigading yang dimiliki PT KBS, Eksport baja ke Eropa sudah berjalan dengan baik. Pengiriman ke Portugal, adalah negara dengan tujuan pengiriman ekspor terbanyak ke Eropa, yakni sebesar 7.500 ton. Kemudian Spanyol dengan total hampir 7.000 ton, serta Italia sebesar 6.000 ton,” kata Akbar dalam keterangan resminya, Selasa (16/3).

Akbar juga mengatakan, PT KBS akan membantu KRAS untuk melakukan ekspor ke Australia. Di Eropa, produk HRC menjadi produk utama yang diekspor. Sedangkan untuk Malaysia adalah ekspor HRC, Hot Rolled Plate (HRP), dan Hot Rolled Pickled Oil (HRPO).

“PT KBS akan melakukan yang terbaik dan mendukung KRAS untuk bisa meningkatkan kegiatan ekspor baja. Dan berkontribusi dalam majunya industri baja nasional. PT KBS juga akan terus meningkatkan kebutuhan proses ekspor di pelabuhan Cigading,” ungkap Akbar.

Direktur Utama KRAS,  Silmy Karim mengatakan, pada periode Januari-Februari 2021 penjualan produk baja Krakatau Steel mengalami peningkatan menjadi  311.758 ton dibandingkan volume penjualan di periode yang sama di 2020, sebesar 290.645 ton. Secara keseluruhan, dari total volume penjualan HRC dan CRC sebesar 1.603.732 ton di tahun 2020, porsi ekspor sebesar mencapai 12% yaitu 128.341,9 ton.

Di tahun ini diperkirakan Krakatau Steel akan dapat meningkatkan volume penjualan HRC dan CRC hingga 2.040.000 ton. Dengan target ekspor sebesar 155.000 ton, atau meningkat 17,20% dibandingkan tahun 2020. Secara spesifik, target pengiriman ekspor baja Krakatau Steel ke Eropa sebesar 100.000 ton di tahun 2021.

“Kami masih melakukan negosiasi untuk pengiriman berikutnya ke Eropa di 2021 ini. Termasuk juga kami mulai menjajaki pangsa pasar ekspor baru ke India di Semester II-2021.  Semoga ke depan akan lebih banyak dan lebih luas lagi ekspor baja yang dapat kami lakukan sehingga Krakatau Steel mampu meningkatkan volume penjualannya dengan lebih baik lagi,” tutup Silmy. [EFI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories