Kick Off Gernas BBI Bangkitkan UMKM, Menteri Teten Bangun Kolaborasi Lintas Kalangan

Kick Off Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) pada April 2021 oleh pemerintah, dipusatkan di Jawa Barat dengan tema UKM Jabar Paten.

Lewat gerakan ini, seluruh pihak diajak untuk bersama mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, melalui penguatan UMKM dalam negeri.

Kick off ditandai dengan penyematan pin bertuliskan Geber UMKM kepada perwakilan UMKM dari Jabar oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, Ketua Dekranasda Jabar Atalia Praratya Kamil, dan sejumlah perwakilan tokoh yang hadir secara langsung dalam acara yang digelar di Convention Hall Trans Studio Bandung, Sabtu (3/4).

“Dukungan kita semua adalah bahan baku dan bahan bakar dalam perjuangan bersama mendampingi UMKM. Mari bergabung bersama dalam gerakan ini,” kata Teten.

Ia mengatakan, Gernas BBI adalah sebuah pengejawantahan, terlahir dari semangat ‘sauyunan’ atau gotong royong, bersinergi dalam upaya bersama mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, melalui penguatan UMKM dalam negeri.

UMKM lanjut Teten, memiliki arti penting bagi perekonomian nasional. Lebih dari 64 juta UMKM berkontribusi 14 persen terhadap total ekspor non migas, 60 persen total investasi, 97 persen total tenaga Kerja, dan 61 persen total PDB nasional. “Angka-angka ini menjadi bukti bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian bangsa,” imbuhnya.

 

Saat pandemi Covid-19 menerjang, kondisi ini memberikan pukulan telak bagi semua pihak, termasuk pelaku UMKM, yang biasanya hadir sebagai pahlawan ekonomi nasional kali ini turut terempas. Bagi UMKM, beradaptasi dan bertransformasi digital menjadi keniscayaan.

Menurut Teten, atas dasar itulah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada kebangkitan UMKM melalui akselerasi transformasi digital.

Ia melaporkan, melalui sinergi yang dihadirkan oleh seluruh pemangku kepentingan, hari ini angka UMKM yang hadir dalam ekosistem digital telah tumbuh pesat, mencapai lebih dari 19 persen populasi pelaku usaha atau setidaknya 12 juta UMKM.

“Transformasi digitalisasi UMKM akan terus kita dorong. Pemerintah beserta semua pemangku kepentingan akan terus berkolaborasi demi target 30 juta UKMM pada tahun 2023. Diharapkan terdapat 500 ribu UMKM produk artisan onboarding digital setiap bulannya,” tegasnya.

Dalam rangka mendukung Gernas BBI 2021, KemenkopUKM mendapat tugas sebagai Movement Manager bermitra dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai Key Opinion Leader/Brand Ambassador Gernas BBI. Gernas BBI di Jabar akan digelar sepanjang bulan April 2021 dengan tagline UKM Jabar Paten.

Pada kesempatan Gernas BBI April 2021, lebih dari 100 rangkaian kegiatan pada 100 venue akan menyemarakkan Gernas BBI di Jabar. Lebih dari 14.500 UMKM unggulan akan dijangkau dalam keseluruhan kegiatan dan dengan potensi audiens lebih dari 21 juta orang.

Di periode ini, Teten mengatakan, Gernas BBI akan fokus pada produk-produk UMKM artisan. Yakni produk-produk yang sudah dikurasi menjadi produk unggulan sehingga masyarakat bisa dengan bangga membeli produk UMKM lokal.

“Saya percaya, para UMKM artisan ini adalah Local Champion kita, para pejuang ekonomi yang akan siap merajai level nasional bahkan kompetitif di level global,” katanya.

Hadir pada kick off tersebut, baik langsung maupun virtual, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. [DWI]

]]> Kick Off Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) pada April 2021 oleh pemerintah, dipusatkan di Jawa Barat dengan tema UKM Jabar Paten.

Lewat gerakan ini, seluruh pihak diajak untuk bersama mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, melalui penguatan UMKM dalam negeri.

Kick off ditandai dengan penyematan pin bertuliskan Geber UMKM kepada perwakilan UMKM dari Jabar oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, Ketua Dekranasda Jabar Atalia Praratya Kamil, dan sejumlah perwakilan tokoh yang hadir secara langsung dalam acara yang digelar di Convention Hall Trans Studio Bandung, Sabtu (3/4).

“Dukungan kita semua adalah bahan baku dan bahan bakar dalam perjuangan bersama mendampingi UMKM. Mari bergabung bersama dalam gerakan ini,” kata Teten.

Ia mengatakan, Gernas BBI adalah sebuah pengejawantahan, terlahir dari semangat ‘sauyunan’ atau gotong royong, bersinergi dalam upaya bersama mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, melalui penguatan UMKM dalam negeri.

UMKM lanjut Teten, memiliki arti penting bagi perekonomian nasional. Lebih dari 64 juta UMKM berkontribusi 14 persen terhadap total ekspor non migas, 60 persen total investasi, 97 persen total tenaga Kerja, dan 61 persen total PDB nasional. “Angka-angka ini menjadi bukti bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian bangsa,” imbuhnya.

 

Saat pandemi Covid-19 menerjang, kondisi ini memberikan pukulan telak bagi semua pihak, termasuk pelaku UMKM, yang biasanya hadir sebagai pahlawan ekonomi nasional kali ini turut terempas. Bagi UMKM, beradaptasi dan bertransformasi digital menjadi keniscayaan.

Menurut Teten, atas dasar itulah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada kebangkitan UMKM melalui akselerasi transformasi digital.

Ia melaporkan, melalui sinergi yang dihadirkan oleh seluruh pemangku kepentingan, hari ini angka UMKM yang hadir dalam ekosistem digital telah tumbuh pesat, mencapai lebih dari 19 persen populasi pelaku usaha atau setidaknya 12 juta UMKM.

“Transformasi digitalisasi UMKM akan terus kita dorong. Pemerintah beserta semua pemangku kepentingan akan terus berkolaborasi demi target 30 juta UKMM pada tahun 2023. Diharapkan terdapat 500 ribu UMKM produk artisan onboarding digital setiap bulannya,” tegasnya.

Dalam rangka mendukung Gernas BBI 2021, KemenkopUKM mendapat tugas sebagai Movement Manager bermitra dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai Key Opinion Leader/Brand Ambassador Gernas BBI. Gernas BBI di Jabar akan digelar sepanjang bulan April 2021 dengan tagline UKM Jabar Paten.

Pada kesempatan Gernas BBI April 2021, lebih dari 100 rangkaian kegiatan pada 100 venue akan menyemarakkan Gernas BBI di Jabar. Lebih dari 14.500 UMKM unggulan akan dijangkau dalam keseluruhan kegiatan dan dengan potensi audiens lebih dari 21 juta orang.

Di periode ini, Teten mengatakan, Gernas BBI akan fokus pada produk-produk UMKM artisan. Yakni produk-produk yang sudah dikurasi menjadi produk unggulan sehingga masyarakat bisa dengan bangga membeli produk UMKM lokal.

“Saya percaya, para UMKM artisan ini adalah Local Champion kita, para pejuang ekonomi yang akan siap merajai level nasional bahkan kompetitif di level global,” katanya.

Hadir pada kick off tersebut, baik langsung maupun virtual, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. [DWI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories