Kiai Maruf Ingatkan Ekosistem Syariah Harus Berbasis Digital Dan Kearifan Lokal

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengatakan pengembangan ekosistem syariah harus berbasis pada teknologi digital dan mengutamakan kearifan lokal di berbagai daerah.

“Perlu ada terobosan pengembangan ekosistem syariah berbasis digital yang terintegrasi dan diselaraskan dengan kearifan lokal,” ujar Kiai Ma’ruf saat menghadiri acara Silaturahmi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Gedung The Tower Jakarta, Jumat (4/6).

Kiai Ma’ruf mengatakan penerapan kearifan lokal tersebut, perlu dilakukan karena kondisi perekonomian dan sosial masyarakat di setiap daerah berbeda-beda.

Ia mengingatkan MES untuk memberikan pendampingan dan bimbingan kepada pondok pesantren, sehingga para santrinya dapat menjadi terampil berwirausaha selain juga pintar mengaji.

“Pesantren ini tentu masih memerlukan pendampingan termasuk pembekalan bagi para santri, sehingga terbentuk lebih banyak santripreneur,”ujarnya.

Ia berpesan agar kolaborasi dan inovasi yang telah dilakukan dapat berkembang, sehingga kontribusi ekonomi dan keuangan syariah pada pemulihan ekonomi nasional dapat terwujud.

“Mari kita bersama-sama mengupayakan inovasi dan kolaborasi secara nyata, mewujudkan visi ekonomi dan keuangan syariah dan mendejahterakan masyarakat Indonesia,” pungkas Ma’ruf. [SRI]

]]> Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengatakan pengembangan ekosistem syariah harus berbasis pada teknologi digital dan mengutamakan kearifan lokal di berbagai daerah.

“Perlu ada terobosan pengembangan ekosistem syariah berbasis digital yang terintegrasi dan diselaraskan dengan kearifan lokal,” ujar Kiai Ma’ruf saat menghadiri acara Silaturahmi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Gedung The Tower Jakarta, Jumat (4/6).

Kiai Ma’ruf mengatakan penerapan kearifan lokal tersebut, perlu dilakukan karena kondisi perekonomian dan sosial masyarakat di setiap daerah berbeda-beda.

Ia mengingatkan MES untuk memberikan pendampingan dan bimbingan kepada pondok pesantren, sehingga para santrinya dapat menjadi terampil berwirausaha selain juga pintar mengaji.

“Pesantren ini tentu masih memerlukan pendampingan termasuk pembekalan bagi para santri, sehingga terbentuk lebih banyak santripreneur,”ujarnya.

Ia berpesan agar kolaborasi dan inovasi yang telah dilakukan dapat berkembang, sehingga kontribusi ekonomi dan keuangan syariah pada pemulihan ekonomi nasional dapat terwujud.

“Mari kita bersama-sama mengupayakan inovasi dan kolaborasi secara nyata, mewujudkan visi ekonomi dan keuangan syariah dan mendejahterakan masyarakat Indonesia,” pungkas Ma’ruf. [SRI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories