Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Masuk Top 100 Ilmuwan Sosial di Indonesia

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir masuk dalam daftar Top 100 Ilmuwan Sosial di Indonesia versi Alper-Doger (AD) Scientific Index tahun 2022.

Penilaian AD Scientific Index ini didasarkan pada kinerja ilmiah dan nilai tambah dari produktivitas ilmiah para ilmuwan, dalam lima tahun terakhir.

AD Scientific Index mengambil data Google Scholar dengan atribut-atribut seperti, total h-index, i10 index, dan sitasi.

H-index merupakan indeks yang mencoba untuk mengukur baik produktivitas dan pengaruh dari karya yang diterbitkan seorang peneliti. Sedangkan i10 index adalah skor dari seorang peneliti dalam publikasi yang memiliki karya ilmiah, lalu dikutip oleh minimal 10 karya ilmiah.

Sitasi adalah jumlah karya ilmiah yang dikutip dan menjadi sumber rujukan karya ilmiah.

Dalam keterangan dari AD Scientific Index, syarat utama masuk dalam penilaian sebagai top ilmuwan maka peneliti minimal memiliki 300 sitasi.

Ada sekitar 743.755 ilmuwan yang masuk dalam daftar peringkat dunia, sebanyak 1.273 di antaranya berasal dari Indonesia.

Haedar Nashir memiliki total h-index = 19, i10 index = 23, dan sitasi = 2984. Hasil ini menempatkannya sebagai Top Ilmuwan Sosial di Indonesia pada peringkat ke-37, sedangkan di tingkat regional Asia menempati posisi 1.061, dan dunia di posisi 14.426.

Hal ini tentu saja membanggakan bagi keluarga besar persyarikatan Muhammadiyah. Mengingat sebagian besar tokoh yang masuk dalam daftar tersebut merupakan dosen murni. Mereka memiliki waktu yang lebih lapang untuk meneliti, di samping mengajar di kelas dan mengabdi di masyarakat.

Sedangkan Haedar Nashir, selain dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, juga tercatat sebagai pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Waktunya tidak hanya untuk meneliti, mengajar, dan mengabdi, melainkan juga menjadi pemimpin umat. [HES]

]]> Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir masuk dalam daftar Top 100 Ilmuwan Sosial di Indonesia versi Alper-Doger (AD) Scientific Index tahun 2022.

Penilaian AD Scientific Index ini didasarkan pada kinerja ilmiah dan nilai tambah dari produktivitas ilmiah para ilmuwan, dalam lima tahun terakhir.

AD Scientific Index mengambil data Google Scholar dengan atribut-atribut seperti, total h-index, i10 index, dan sitasi.

H-index merupakan indeks yang mencoba untuk mengukur baik produktivitas dan pengaruh dari karya yang diterbitkan seorang peneliti. Sedangkan i10 index adalah skor dari seorang peneliti dalam publikasi yang memiliki karya ilmiah, lalu dikutip oleh minimal 10 karya ilmiah.

Sitasi adalah jumlah karya ilmiah yang dikutip dan menjadi sumber rujukan karya ilmiah.

Dalam keterangan dari AD Scientific Index, syarat utama masuk dalam penilaian sebagai top ilmuwan maka peneliti minimal memiliki 300 sitasi.

Ada sekitar 743.755 ilmuwan yang masuk dalam daftar peringkat dunia, sebanyak 1.273 di antaranya berasal dari Indonesia.

Haedar Nashir memiliki total h-index = 19, i10 index = 23, dan sitasi = 2984. Hasil ini menempatkannya sebagai Top Ilmuwan Sosial di Indonesia pada peringkat ke-37, sedangkan di tingkat regional Asia menempati posisi 1.061, dan dunia di posisi 14.426.

Hal ini tentu saja membanggakan bagi keluarga besar persyarikatan Muhammadiyah. Mengingat sebagian besar tokoh yang masuk dalam daftar tersebut merupakan dosen murni. Mereka memiliki waktu yang lebih lapang untuk meneliti, di samping mengajar di kelas dan mengabdi di masyarakat.

Sedangkan Haedar Nashir, selain dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, juga tercatat sebagai pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Waktunya tidak hanya untuk meneliti, mengajar, dan mengabdi, melainkan juga menjadi pemimpin umat. [HES]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories