Ketua Pembina KONI DKI Prasetio Edi Marsudi IMI DKI Harus Mampu Tingkatkan Prestasi Atlet Untuk PON XXI

Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta, diharapkan dapat membuat event sebanyak mungkin untuk meningkatkan prestasi atlet. Karena lewat kompetisi yang ketat prestasi atlet akan terlihat.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pembina KONI Provinsi DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi saat membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI yang berlangsung di Markas KONI DKI Jakarta, Kamis (14/4)

Rakerprov IMI DKI dihadiri, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo, Pengurus IMI Pusat, Wakil Ketua Umum IT dan Digital, Tengku Irvan Bahran, Komisi Sosial Kombes (Pol) Putu Putra Sadana serta Komunikasi dan Media Dwi Nugroho. Hadir pula Ketua IMI Provinsi DKI Jakarta, Anondo Eko, Ketua Harian IMI Provinsi DKI Jakarta, Dimaz Raditya dan Sekretaris IMI Provinsi DKI Jakarta, Dodi Irawan. 

“Saya harapkan  IMI DKI dapat menyusun program kerja nyata, fokus, dan buat perencanaan yang baik. Apalagi PON Sumatera Utara (Sumut)-Aceh tinggal dua tahun lagi,” katanya. 

Pria yang biasa disapa Pras itu menambahkan, menjelang PON XXI/2024 Sumut-Aceh, IMI DKI harus fokus mempersiapkan atlet di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). “Bila persiapan baik dan fokus, hasilnya pasti baik,” tegasnya.

Ketua DPRD DKI Jakarta ini juga menyoroti adanya dugaan jual beli atlet jelang Pekan Olahraga Nasional (PON). Pras pun mengingatkan, jangan ada lagi atlet DKI Jakarta yang dijual ke daerah lain menjelang PON. Sebab, hal itu akan membuat pembinaan yang selama ini dilakukan dengan biaya besar menjadi sia-sia. Seperti yang terjadi pada PON Papua 2021. Sedikitnya, 19 medali emas didulang atlet DKI yang pindah ke daerah lain pada PON Papua.

“Kalau ada cabang olahraga (cabor) yang menjual atletnya lapor ke saya,” pintah Pras.

Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid mengatakan, IMI DKI harus memiliki program untuk membawa atlet DKI Jakarta ke pentas dunia. 

“Kita harus bersama-sama memajukan olahraga DKI. Jadi bukan hanya IMI, tapi semua cabang olahraga yang bernaung di bawah panji KONI DKI harus memiliki semangat yang sama membawa olahraga DKI ke pentas dunia,” ucap Hidayat.

Kendati demikian, kata Hidayat, event nasional juga tidak boleh diabaikan. Target juara umum PON Sumut-Aceh adalah harga mati. Dan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“PON Papua adalah kiamat bagi olahraga DKI karena gagal merebut juara umum. Jangan sampai ada kiamat kedua di Sumut-Aceh 2024,” ucap Hidayat.

Targetkan Juara Umum PON Sumut-Aceh

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Ahmad Firdaus menyampaikan kebanggaannya Rakerprov IMI DKI yang dihadiri Ketua DPRD DKI. 

“Jarang-jarang ini terjadi Ketua DPRD DKI menghadiri rapat kerja cabang olahraga. Tentu ini sebuah kehormatan bagi IMI DKI. Dan, jadikan kehadiran beliau pemberi semangat untuk meraih prestasi dengan program pembinaan yang baik,” katanya.

Menyangkut harga mati juara umum PON Sumut-Aceh yang disampaikan Ketua Umum KONI DKI, Kadispora pun menyambut baik. “Target itu realistis dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena beliau punya palu, saya akan meminta anggaran untuk KONI DKI,” pungkasnya. [MFA]

]]> Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta, diharapkan dapat membuat event sebanyak mungkin untuk meningkatkan prestasi atlet. Karena lewat kompetisi yang ketat prestasi atlet akan terlihat.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pembina KONI Provinsi DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi saat membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI yang berlangsung di Markas KONI DKI Jakarta, Kamis (14/4)

Rakerprov IMI DKI dihadiri, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo, Pengurus IMI Pusat, Wakil Ketua Umum IT dan Digital, Tengku Irvan Bahran, Komisi Sosial Kombes (Pol) Putu Putra Sadana serta Komunikasi dan Media Dwi Nugroho. Hadir pula Ketua IMI Provinsi DKI Jakarta, Anondo Eko, Ketua Harian IMI Provinsi DKI Jakarta, Dimaz Raditya dan Sekretaris IMI Provinsi DKI Jakarta, Dodi Irawan. 

“Saya harapkan  IMI DKI dapat menyusun program kerja nyata, fokus, dan buat perencanaan yang baik. Apalagi PON Sumatera Utara (Sumut)-Aceh tinggal dua tahun lagi,” katanya. 

Pria yang biasa disapa Pras itu menambahkan, menjelang PON XXI/2024 Sumut-Aceh, IMI DKI harus fokus mempersiapkan atlet di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). “Bila persiapan baik dan fokus, hasilnya pasti baik,” tegasnya.

Ketua DPRD DKI Jakarta ini juga menyoroti adanya dugaan jual beli atlet jelang Pekan Olahraga Nasional (PON). Pras pun mengingatkan, jangan ada lagi atlet DKI Jakarta yang dijual ke daerah lain menjelang PON. Sebab, hal itu akan membuat pembinaan yang selama ini dilakukan dengan biaya besar menjadi sia-sia. Seperti yang terjadi pada PON Papua 2021. Sedikitnya, 19 medali emas didulang atlet DKI yang pindah ke daerah lain pada PON Papua.

“Kalau ada cabang olahraga (cabor) yang menjual atletnya lapor ke saya,” pintah Pras.

Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid mengatakan, IMI DKI harus memiliki program untuk membawa atlet DKI Jakarta ke pentas dunia. 

“Kita harus bersama-sama memajukan olahraga DKI. Jadi bukan hanya IMI, tapi semua cabang olahraga yang bernaung di bawah panji KONI DKI harus memiliki semangat yang sama membawa olahraga DKI ke pentas dunia,” ucap Hidayat.

Kendati demikian, kata Hidayat, event nasional juga tidak boleh diabaikan. Target juara umum PON Sumut-Aceh adalah harga mati. Dan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“PON Papua adalah kiamat bagi olahraga DKI karena gagal merebut juara umum. Jangan sampai ada kiamat kedua di Sumut-Aceh 2024,” ucap Hidayat.

Targetkan Juara Umum PON Sumut-Aceh

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Ahmad Firdaus menyampaikan kebanggaannya Rakerprov IMI DKI yang dihadiri Ketua DPRD DKI. 

“Jarang-jarang ini terjadi Ketua DPRD DKI menghadiri rapat kerja cabang olahraga. Tentu ini sebuah kehormatan bagi IMI DKI. Dan, jadikan kehadiran beliau pemberi semangat untuk meraih prestasi dengan program pembinaan yang baik,” katanya.

Menyangkut harga mati juara umum PON Sumut-Aceh yang disampaikan Ketua Umum KONI DKI, Kadispora pun menyambut baik. “Target itu realistis dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena beliau punya palu, saya akan meminta anggaran untuk KONI DKI,” pungkasnya. [MFA]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories