Ketua Millenial Ajak Mahasiswa Jaga Kemurnian Gerakan

Gerakan mahasiswa sebagai agent of change diharapkan tetap berjalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dan perannya. Demikian juga dalam mengawal perubahan, kiprah harus diawali dengan kajian yang bebas kepentingan.

Demikian disampaikan Ketua Umum Millenial, Romadhon Jasn. Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini menegaskan, selain hal tadi, mahasiswa juga harus ingat dengan identitasnya sebagai masyarakat kampus akademik yang mengedepankan sikap santun dan penuh dedikasi. “Yaitu mengedepankan substansi daripada sekadar eksistensi,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (4/7).

Terkait dengan munculnya suara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari beberapa kampus akhir-akhir ini, Romadhon menilai sah-sah saja. Hanya saja sekali lagi, harus disertai kajian dan diskusi yang serius. “Agar tidak muncul kesan hanya mencari sensasi, sedangkan substansi dan orientasi gerakannya tidak jelas,” imbuhnya.

Apalagi, sambung Romadhon, dia melihat munculnya penumpang gelap dari kalangan politisi yang bertujuan hanya memprovokasi. Sebab, kepentingan politisi jelas, hanya untuk keuntungan kelompok dan partainya. Jauh dari gerakan sosial. 

“Maka, seharusnya para politisi jangan ikut-ikutan memberi komentar soal suara beberapa BEM tersebut. Apalagi sampai ada yang memberi komentar akan ikut demo jika mahasiswa turun jalan,” ucapnya.

Oleh karenanya, dia mengajak para mahasiswa untuk sama-sama menjaga kemurnian gerakan mahasiswa. “Jangan dikotori dengan kepentingan politik,” pungkas mahasiswa S2 Komunikasi Politik Universitas Jayabaya ini. [USU]

]]> Gerakan mahasiswa sebagai agent of change diharapkan tetap berjalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dan perannya. Demikian juga dalam mengawal perubahan, kiprah harus diawali dengan kajian yang bebas kepentingan.

Demikian disampaikan Ketua Umum Millenial, Romadhon Jasn. Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini menegaskan, selain hal tadi, mahasiswa juga harus ingat dengan identitasnya sebagai masyarakat kampus akademik yang mengedepankan sikap santun dan penuh dedikasi. “Yaitu mengedepankan substansi daripada sekadar eksistensi,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (4/7).

Terkait dengan munculnya suara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari beberapa kampus akhir-akhir ini, Romadhon menilai sah-sah saja. Hanya saja sekali lagi, harus disertai kajian dan diskusi yang serius. “Agar tidak muncul kesan hanya mencari sensasi, sedangkan substansi dan orientasi gerakannya tidak jelas,” imbuhnya.

Apalagi, sambung Romadhon, dia melihat munculnya penumpang gelap dari kalangan politisi yang bertujuan hanya memprovokasi. Sebab, kepentingan politisi jelas, hanya untuk keuntungan kelompok dan partainya. Jauh dari gerakan sosial. 

“Maka, seharusnya para politisi jangan ikut-ikutan memberi komentar soal suara beberapa BEM tersebut. Apalagi sampai ada yang memberi komentar akan ikut demo jika mahasiswa turun jalan,” ucapnya.

Oleh karenanya, dia mengajak para mahasiswa untuk sama-sama menjaga kemurnian gerakan mahasiswa. “Jangan dikotori dengan kepentingan politik,” pungkas mahasiswa S2 Komunikasi Politik Universitas Jayabaya ini. [USU]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories