Ketua Komisi X DPR: Buku, Instrumen Utama Gerakan Literasi

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda melihat, kepedulian dan komitmen gerakan literasi yang dilakukan masyarakat sangat mengesankan. Hal itu disampaikan Syaiful dalam Gemilang Perpustakaan Nasional 2021. Gemilang Perpustakaan Nasional merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat yang mendukung peran atau kiprah Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dalam membudayakan kegemaran membaca.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya diselenggarakannya acara Gemilang Perpustakaan Nasional, apresiasi penghargaan yang diberikan ke seluruh pihak, yang selama ini concern dan commit pada gerakan literasi, yang pada tahun ini cukup luar biasa, dan diberikan dalam situasi Perpusnas telah meraih capaian-capaian yang sangat menggembirakan pada tahun ini,” ujarnya, dalam Gemilang Perpustakaan Nasional yang diselenggarakan secara hybrid, Selasa (14/9).

Dia menjelaskan, capaian Perpusnas dalam nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Nasional yang sebesar 12,93. Angka ini melampaui dari target 11,00. Menurutnya, ini merupakan capaian yang mengesankan. 

Pada masa pandemi covid-19, Komisi X DPR mencatat, Perpusnas bergerak dengan cepat dan mampu beradaptasi. Perintisan perpustakaan digital dilakukan cepat dan mendapatkan apresiasi dari publik.

Komisi X DPR melihat, Perpusnas juga konsisten mengadakan buku-buku yang berkualitas melalui berbagai program dan kegiatan. Ini menjadi penting, karena buku merupakan instrumen yang tidak tergantikan dalam gerakan literasi. Dia pun berharap, kendala literasi di Indonesia, ketika masyarakat kesulitan mengakses buku, bisa diselesaikan.

“Saya meyakini, dengan setiap rumah ada satu buku, pasti anak-anak kita termotivasi untuk membacanya. Dan gerakan literasi akan sukses apabila akses terhadap buku dan buku berkualitas terus diperjuangkan Perpusnas,” ungkap politisi PKB ini.

Komisi X DPR menilai, Perpusnas terus melibatkan komunitas penggerak literasi di seluruh Indonesia. Di tengah keterbatasan Pemerintah, upaya merangkul semua kelompok gerakan literasi yang ada di Indonesia, merupakan jalan terbaik. Perpusnas diminta agar terus menggalakkan kolaborasi dengan komunitas penggerak literasi di Indonesia.

Syaiful Huda menambahkan, pihaknya akan terus mendorong seluruh kelembagaan, baik Kementerian Pendidikan, Kementerian Desa, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk berkolaborasi menjalankan gerakan literasi. Ini untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai jantung pendidikan.

“Karena investasi yang terbaik bagi masa depan sebuah bangsa adalah investasi sumber daya manusia. Investasi sumber daya manusia tidak ada jalan lain kekuatannya ditopang oleh menyiapkan SDM yang unggul dengan cara gerakan literasi terus digalakkan, buku-buku masuk ke seluruh rumah-rumah masyarakat dan penduduk di seantero Nusantara,” pungkasnya.

Gemilang Perpustakaan Nasional diselenggarakan untuk mengajak masyarakat mengenali kegiatan yang inspiratif, informatif, komunikatif, dan edukatif, yang dilaksanakan Perpusnas. Dalam acara ini, Nugra Jasadharma Pustaloka diberikan kepada pejabat publik, tokoh masyarakat, masyarakat, media massa, dan lifetime achievement, serta pelestari naskah kuno yang dinilai berhasil memfasilitasi dan mendorong pembudayaan kegemaran membaca.

Selain itu, dalam acara Gemilang dilakukan pengumuman pemenang sejumlah lomba yang diselenggarakan Perpusnas yakni lomba buku terbaik, lomba bertutur, lomba perpustakaan sekolah SMA sederajat, lomba perpustakaan umum desa/kelurahan, kontributor data tertinggi untuk Indonesia OneSearch, serta provinsi dengan nilai Tingkat Gemar Membaca (TGM) tertinggi dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tertinggi di Indonesia 2020. [USU]
 

]]> Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda melihat, kepedulian dan komitmen gerakan literasi yang dilakukan masyarakat sangat mengesankan. Hal itu disampaikan Syaiful dalam Gemilang Perpustakaan Nasional 2021. Gemilang Perpustakaan Nasional merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat yang mendukung peran atau kiprah Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dalam membudayakan kegemaran membaca.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya diselenggarakannya acara Gemilang Perpustakaan Nasional, apresiasi penghargaan yang diberikan ke seluruh pihak, yang selama ini concern dan commit pada gerakan literasi, yang pada tahun ini cukup luar biasa, dan diberikan dalam situasi Perpusnas telah meraih capaian-capaian yang sangat menggembirakan pada tahun ini,” ujarnya, dalam Gemilang Perpustakaan Nasional yang diselenggarakan secara hybrid, Selasa (14/9).

Dia menjelaskan, capaian Perpusnas dalam nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Nasional yang sebesar 12,93. Angka ini melampaui dari target 11,00. Menurutnya, ini merupakan capaian yang mengesankan. 

Pada masa pandemi covid-19, Komisi X DPR mencatat, Perpusnas bergerak dengan cepat dan mampu beradaptasi. Perintisan perpustakaan digital dilakukan cepat dan mendapatkan apresiasi dari publik.

Komisi X DPR melihat, Perpusnas juga konsisten mengadakan buku-buku yang berkualitas melalui berbagai program dan kegiatan. Ini menjadi penting, karena buku merupakan instrumen yang tidak tergantikan dalam gerakan literasi. Dia pun berharap, kendala literasi di Indonesia, ketika masyarakat kesulitan mengakses buku, bisa diselesaikan.

“Saya meyakini, dengan setiap rumah ada satu buku, pasti anak-anak kita termotivasi untuk membacanya. Dan gerakan literasi akan sukses apabila akses terhadap buku dan buku berkualitas terus diperjuangkan Perpusnas,” ungkap politisi PKB ini.

Komisi X DPR menilai, Perpusnas terus melibatkan komunitas penggerak literasi di seluruh Indonesia. Di tengah keterbatasan Pemerintah, upaya merangkul semua kelompok gerakan literasi yang ada di Indonesia, merupakan jalan terbaik. Perpusnas diminta agar terus menggalakkan kolaborasi dengan komunitas penggerak literasi di Indonesia.

Syaiful Huda menambahkan, pihaknya akan terus mendorong seluruh kelembagaan, baik Kementerian Pendidikan, Kementerian Desa, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk berkolaborasi menjalankan gerakan literasi. Ini untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai jantung pendidikan.

“Karena investasi yang terbaik bagi masa depan sebuah bangsa adalah investasi sumber daya manusia. Investasi sumber daya manusia tidak ada jalan lain kekuatannya ditopang oleh menyiapkan SDM yang unggul dengan cara gerakan literasi terus digalakkan, buku-buku masuk ke seluruh rumah-rumah masyarakat dan penduduk di seantero Nusantara,” pungkasnya.

Gemilang Perpustakaan Nasional diselenggarakan untuk mengajak masyarakat mengenali kegiatan yang inspiratif, informatif, komunikatif, dan edukatif, yang dilaksanakan Perpusnas. Dalam acara ini, Nugra Jasadharma Pustaloka diberikan kepada pejabat publik, tokoh masyarakat, masyarakat, media massa, dan lifetime achievement, serta pelestari naskah kuno yang dinilai berhasil memfasilitasi dan mendorong pembudayaan kegemaran membaca.

Selain itu, dalam acara Gemilang dilakukan pengumuman pemenang sejumlah lomba yang diselenggarakan Perpusnas yakni lomba buku terbaik, lomba bertutur, lomba perpustakaan sekolah SMA sederajat, lomba perpustakaan umum desa/kelurahan, kontributor data tertinggi untuk Indonesia OneSearch, serta provinsi dengan nilai Tingkat Gemar Membaca (TGM) tertinggi dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tertinggi di Indonesia 2020. [USU]
 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories