Ketua KNKT: Uji KIR Berkala Antisipasi Kecelakaan

Pengujian kendaraan bermotor (KIR) menjadi faktor penting dalam mengantisipasi kecelakaan. Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan, uji kendaraan secaran berkala, tegas, adil dan konsisten menjadi kunci pengendali kecelakaan kendaraan di jalan.

“Kendaraan harus dipastikan dalam kondisi baik dan laik jalan,” ungkap Soerjanto dalam diskusi bertajuk Pengujian Kendaraan Bermotor yang Efektif dan Efisien Untuk Menurunkan Kecelakaan Lalu Lintas Jalan di Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (25/2).

Soerjanto menjelaskan, dalam pengujian kendaraan, yang paling mendasar adalah dengan pengujian tekanan angin pada ban. Walapun dianggap sederhana, kata Soerjanto, namun tekanan angin menunjukkan kondisi suatu kendaraan tersebut dalam kondisi yang prima atau tidak.

“Tekanan angin juga dapat diketahui saat pengereman. Bila terdengar desis saat ditekan, maka menandai kondisi sistem rem yang kurang baik,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, dalam berbagai kasus kecelakaan di darat, investigasi KNKT banyak ditemukan di bus kondisi selang rem yang diikat kawat atau selang yang bocor namun tidak terdeteksi. 

“Kondisi tersebut bisa berakibat fatal pada kecelakaan. Apalagi pada saat berada pada kondisi jalan yang menurun,” ingatnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo berjanji, kemampuan SDM penguji pada UPPKB di Jakarta akan terus ditingkatkan. Salah satu caranya dengan menggandeng pihak swasta dan produsen otomotif.

Dishub DKI, kata Syafrin, juga bekerjasama dengan KNKT.  “Kita menggandeng semua untuk memberikan pelatihan dan melakukan transfer knowledge kepada SDM penguji tanpa dipungut biaya, biasanya mereka belajar mengenai teknis sederhana seperti sistem pengereman dan sistem pendukung keselamatan pada kendaraan,” ujarnya. [KPJ]

]]> Pengujian kendaraan bermotor (KIR) menjadi faktor penting dalam mengantisipasi kecelakaan. Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan, uji kendaraan secaran berkala, tegas, adil dan konsisten menjadi kunci pengendali kecelakaan kendaraan di jalan.

“Kendaraan harus dipastikan dalam kondisi baik dan laik jalan,” ungkap Soerjanto dalam diskusi bertajuk Pengujian Kendaraan Bermotor yang Efektif dan Efisien Untuk Menurunkan Kecelakaan Lalu Lintas Jalan di Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (25/2).

Soerjanto menjelaskan, dalam pengujian kendaraan, yang paling mendasar adalah dengan pengujian tekanan angin pada ban. Walapun dianggap sederhana, kata Soerjanto, namun tekanan angin menunjukkan kondisi suatu kendaraan tersebut dalam kondisi yang prima atau tidak.

“Tekanan angin juga dapat diketahui saat pengereman. Bila terdengar desis saat ditekan, maka menandai kondisi sistem rem yang kurang baik,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, dalam berbagai kasus kecelakaan di darat, investigasi KNKT banyak ditemukan di bus kondisi selang rem yang diikat kawat atau selang yang bocor namun tidak terdeteksi. 

“Kondisi tersebut bisa berakibat fatal pada kecelakaan. Apalagi pada saat berada pada kondisi jalan yang menurun,” ingatnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo berjanji, kemampuan SDM penguji pada UPPKB di Jakarta akan terus ditingkatkan. Salah satu caranya dengan menggandeng pihak swasta dan produsen otomotif.

Dishub DKI, kata Syafrin, juga bekerjasama dengan KNKT.  “Kita menggandeng semua untuk memberikan pelatihan dan melakukan transfer knowledge kepada SDM penguji tanpa dipungut biaya, biasanya mereka belajar mengenai teknis sederhana seperti sistem pengereman dan sistem pendukung keselamatan pada kendaraan,” ujarnya. [KPJ]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories