Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo Susah Cari Es Blewah .

Ketua Dewan Pakar Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo selalu menjadikan bulan Ramadan istimewa. Aktivitas hariannya dikurangi demi fokus beribadah. Makanya, jangan sekali-kali mengganggu ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ini. 

“Teman-teman di PAN semua sudah hafal, kalau Ramadan, saya biasanya susah sekali diganggu dengan kegiatan-kegiatan yang rutin,” ujar Dradjad, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Aktivitas Dradjad di Ramadan lebih banyak di rumah bersama keluarga. Kalau malam taraweh di mushola atau masjid sekitar. Salah satu kebiasaan keluarganya di rumah juga memperbanyak membaca Al-Qur’an. 

Selain ibadah, Dradjad bercerita punya makanan dan minuman kesukaan saat berbuka puasa. Yaitu, kurma dan es blewah. 

Nah, es blewah ini terkadang agak sulit didapat di kawasan Jakarta dan Bogor. Harus pandai-pandai mencari minuman kaya akan Vitamin C ini. “Saya kan dari Surabaya, kalau di sana banyak sekali,” katanya. 

Selain bisa minum es blewah, Dradjad juga bercerita tentang nikmatnya berpuasa di Indonesia. Dia teringat dengan perjuangannya berpuasa di Australia pada 1991. Kala itu, Dradjad sedang melanjutkan studi masternya di University of Queensland, Brisbane, Australia. 

Di Negeri Kanguru itu sedang masuk musim panas di bulan Maret. Puasa pun harus dilakoni kurang lebih 17-18 jam setiap harinya. Sahur jam tiga pagi. Magribnya jam sembilan malam. Selain soal durasi berpuasa yang lama, kala itu Dradjad juga masih tinggal di asrama, makannya di kantin. Karena jadwal makannya sudah diatur, dia harus pandai-pandai menyiapkan makanan sendiri. 

Soal salat taraweh, Dradjad terus berusaha tidak bolong. Sekali pun waktunya sangat singkat, mantan anggota DPR ini bersama rekan-rekan Muslim lainnya melakukan salat tarawih pada tengah malam di musolah dekat kampus. 

“Bacaannya singkat-singkat, empat-empat (rakaatnya). Memang perlu penyesuaian karena tarawehnya malam dan shaumnya agak panjang,” kenangnya. 

Namun, ketika kembali melanjutkan studi Doktor di negeri dan musim yang sama, tepatnya di tahun 1995, Dradjad sudah terbiasa. Bahkan, dia dan keluarga mampu beradaptasi dengan puasa panjang itu. “Anak-anak saya akhirnya terbiasa shaum di musim panas di Australia,” katanya. 

Nah, beruntunglah umat Muslim yang berpuasa di Indonesia. Jadwalnya relatif tepat dan banyak kemudahan untuk menunaikan salat taraweh, tadarus dan lainnya. [BSH]

]]> .
Ketua Dewan Pakar Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo selalu menjadikan bulan Ramadan istimewa. Aktivitas hariannya dikurangi demi fokus beribadah. Makanya, jangan sekali-kali mengganggu ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ini. 

“Teman-teman di PAN semua sudah hafal, kalau Ramadan, saya biasanya susah sekali diganggu dengan kegiatan-kegiatan yang rutin,” ujar Dradjad, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Aktivitas Dradjad di Ramadan lebih banyak di rumah bersama keluarga. Kalau malam taraweh di mushola atau masjid sekitar. Salah satu kebiasaan keluarganya di rumah juga memperbanyak membaca Al-Qur’an. 

Selain ibadah, Dradjad bercerita punya makanan dan minuman kesukaan saat berbuka puasa. Yaitu, kurma dan es blewah. 

Nah, es blewah ini terkadang agak sulit didapat di kawasan Jakarta dan Bogor. Harus pandai-pandai mencari minuman kaya akan Vitamin C ini. “Saya kan dari Surabaya, kalau di sana banyak sekali,” katanya. 

Selain bisa minum es blewah, Dradjad juga bercerita tentang nikmatnya berpuasa di Indonesia. Dia teringat dengan perjuangannya berpuasa di Australia pada 1991. Kala itu, Dradjad sedang melanjutkan studi masternya di University of Queensland, Brisbane, Australia. 

Di Negeri Kanguru itu sedang masuk musim panas di bulan Maret. Puasa pun harus dilakoni kurang lebih 17-18 jam setiap harinya. Sahur jam tiga pagi. Magribnya jam sembilan malam. Selain soal durasi berpuasa yang lama, kala itu Dradjad juga masih tinggal di asrama, makannya di kantin. Karena jadwal makannya sudah diatur, dia harus pandai-pandai menyiapkan makanan sendiri. 

Soal salat taraweh, Dradjad terus berusaha tidak bolong. Sekali pun waktunya sangat singkat, mantan anggota DPR ini bersama rekan-rekan Muslim lainnya melakukan salat tarawih pada tengah malam di musolah dekat kampus. 

“Bacaannya singkat-singkat, empat-empat (rakaatnya). Memang perlu penyesuaian karena tarawehnya malam dan shaumnya agak panjang,” kenangnya. 

Namun, ketika kembali melanjutkan studi Doktor di negeri dan musim yang sama, tepatnya di tahun 1995, Dradjad sudah terbiasa. Bahkan, dia dan keluarga mampu beradaptasi dengan puasa panjang itu. “Anak-anak saya akhirnya terbiasa shaum di musim panas di Australia,” katanya. 

Nah, beruntunglah umat Muslim yang berpuasa di Indonesia. Jadwalnya relatif tepat dan banyak kemudahan untuk menunaikan salat taraweh, tadarus dan lainnya. [BSH]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories