Ketua Banggar DPR: Libatkan FIFA Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menyampaikan duka cita yang amat dalam atas tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Diketahui, hingga Minggu (2/10) malam tercatat ratusan jiwa pecinta sepakbola tewas dan terluka usai pertandingan antara Arema Malang dan Persebaya, Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10).

“Ingat, jangan pernah ada sepakbola mengorbankan nyawa manusia. Sungguh kita menyesal dan penyesalan memang di akhir tragedi. Andai semua pihak senantiasa disiplin menjalankan ketentuan induk sepak bola dunia, FIFA, barangkali tragedi tidak akan terjadi,” tutur Said Abdullah kepada RM.id, Minggu (2/10).

Said sangat menyayangkan tragedi ini. Sebab, baru saja kita menorehkan prestasi dengan mengalahkan Tim Nasional Curacao dua kali. Prestasi ini patut kita syukuri karena Timnas Curacao menempati rangking FiFA 84, sedangkan Timnas Indonesia diperingkat 152. Timnas PSSI U17 juga makin menunjukkan perfomanya yang baik menghadapi babak kualifikasi Piala Asia U17.

DPR dikatakannya juga mendukung kebutuhan anggaran dan langkah langkah PSSI serta Kemenpora ketika meminta persetujuan naturalisasai sejumlah pemain muda berbakat, dan masuk menjadi skuad pada sepak bola tanah air.

“Tragedi pilu di Kanjuruhan kemarin, 1 Oktober 2022 ini benar benar memukul gelanggang sepak bola nasional. Bahkan menjadi deretan tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. Kita patut malu, dan harus instrospeksi mendalam,” tandasnya.

Said meminta, pihak penyelanggara pertandingan, PSSI, Kemenpora, pemda setempat dan masyarakat bergotong royong memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal. Sekaligus bantuan pengobatan terhadap korban yang sedang dirawat di rumah sakit.

Atas tragedi ini, Said mendesak PSSI, Kemenpora, Kepolisian untuk mengundang FIFA melakukan investigasi. Ini untuk menjaga kredibilitas investigasi dan sepak bola Indonesia di mata dunia.

Selanjutnya, dia meminta penghentian sementara kompetisi Liga a 1 BRI ini sampai selesainya hasil investigasi dan rekomendasi FIFA.

“Hal ini semata mata menjaga kredibilitas kompetisi sepak bola yang ada di tanah air,” ujar Ketua Badan Anggaran DPR ini.

Penyelenggaraan kompetisi sepak bola professional di tanah air, diharapkan Said, tidak hanya mementingkan aspek bisnis. Tetapi juga kepatuhan terhadap keseluruhan aturan FIFA dari semua pihak.

Agar tragedi memilukan seperti di Stadion Kanjuruhan Malang tidak terulang kembali. Kalaupun dilanjutkan kembali musim kompetisi sepak bola professional kembali, PSSI selalu mengaudit pelaksanaan setiap pertandingan sepak bola akan digelar. Dari mulai persiapan, pelaksanaan, hingga usainya pertandingan.

Penyelenggara harus menghentikan pertandingan bila ada ketidakpatuhan terhadap peraturan FIFA. Langkah preventif ini untuk menghindarkan tragedi pilu di Kanjuruhan terulang kembali.

“Meskipun urusan teknis sepak bola menjadi wewenang penuh PSSI, perlu kiranya Kemenpora ikut memberikan pengawasan untuk membantu PSSI, atau mengingatkan PSSI terhadap kemungkinan ketidakpatuhan penyelenggaraan pertandingan oleh pihak penyelenggara,” pungkasnya. ■

]]> Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menyampaikan duka cita yang amat dalam atas tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Diketahui, hingga Minggu (2/10) malam tercatat ratusan jiwa pecinta sepakbola tewas dan terluka usai pertandingan antara Arema Malang dan Persebaya, Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10).

“Ingat, jangan pernah ada sepakbola mengorbankan nyawa manusia. Sungguh kita menyesal dan penyesalan memang di akhir tragedi. Andai semua pihak senantiasa disiplin menjalankan ketentuan induk sepak bola dunia, FIFA, barangkali tragedi tidak akan terjadi,” tutur Said Abdullah kepada RM.id, Minggu (2/10).

Said sangat menyayangkan tragedi ini. Sebab, baru saja kita menorehkan prestasi dengan mengalahkan Tim Nasional Curacao dua kali. Prestasi ini patut kita syukuri karena Timnas Curacao menempati rangking FiFA 84, sedangkan Timnas Indonesia diperingkat 152. Timnas PSSI U17 juga makin menunjukkan perfomanya yang baik menghadapi babak kualifikasi Piala Asia U17.

DPR dikatakannya juga mendukung kebutuhan anggaran dan langkah langkah PSSI serta Kemenpora ketika meminta persetujuan naturalisasai sejumlah pemain muda berbakat, dan masuk menjadi skuad pada sepak bola tanah air.

“Tragedi pilu di Kanjuruhan kemarin, 1 Oktober 2022 ini benar benar memukul gelanggang sepak bola nasional. Bahkan menjadi deretan tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. Kita patut malu, dan harus instrospeksi mendalam,” tandasnya.

Said meminta, pihak penyelanggara pertandingan, PSSI, Kemenpora, pemda setempat dan masyarakat bergotong royong memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal. Sekaligus bantuan pengobatan terhadap korban yang sedang dirawat di rumah sakit.

Atas tragedi ini, Said mendesak PSSI, Kemenpora, Kepolisian untuk mengundang FIFA melakukan investigasi. Ini untuk menjaga kredibilitas investigasi dan sepak bola Indonesia di mata dunia.

Selanjutnya, dia meminta penghentian sementara kompetisi Liga a 1 BRI ini sampai selesainya hasil investigasi dan rekomendasi FIFA.

“Hal ini semata mata menjaga kredibilitas kompetisi sepak bola yang ada di tanah air,” ujar Ketua Badan Anggaran DPR ini.

Penyelenggaraan kompetisi sepak bola professional di tanah air, diharapkan Said, tidak hanya mementingkan aspek bisnis. Tetapi juga kepatuhan terhadap keseluruhan aturan FIFA dari semua pihak.

Agar tragedi memilukan seperti di Stadion Kanjuruhan Malang tidak terulang kembali. Kalaupun dilanjutkan kembali musim kompetisi sepak bola professional kembali, PSSI selalu mengaudit pelaksanaan setiap pertandingan sepak bola akan digelar. Dari mulai persiapan, pelaksanaan, hingga usainya pertandingan.

Penyelenggara harus menghentikan pertandingan bila ada ketidakpatuhan terhadap peraturan FIFA. Langkah preventif ini untuk menghindarkan tragedi pilu di Kanjuruhan terulang kembali.

“Meskipun urusan teknis sepak bola menjadi wewenang penuh PSSI, perlu kiranya Kemenpora ikut memberikan pengawasan untuk membantu PSSI, atau mengingatkan PSSI terhadap kemungkinan ketidakpatuhan penyelenggaraan pertandingan oleh pihak penyelenggara,” pungkasnya. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories