Ketimbang Ngurusin Demokrat Relawan Jokowi Minta Moeldoko Fokus Bantu Presiden Tangani Covid-19

Gerakan Nasional Rakyat Bersama Jokowi (GN-RBJ), salah satu Relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal bergulirnya isu ambil alih paksa kepemimpinan di internal Partai Demokrat. 

Koordinator Gerakan Nasional Rakyat Bersama Jokowi (GN-RBJ), Adi Kurniawan, mengingatkan agar Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko fokus membantu Presiden Joko Widodo dalam menangani pandemi Covid-19 ketimbang ikut ngurusin internal partai Demokrat. 

Adi khawatir, sikap yang ditunjukan Moeldoko dalam posisinya sebagai kepala KSP, bisa mengganggu nama baik Presiden dan pemerintah. Jangan sampai kata dia, kepercayaan rakyat terhadap pemerintah makin berkurang.

“Stoplah buat gaduh. Fokus tangani Pandemi Covid-19 lebih penting ketimbang urus Partai Demokrat,” kata Adi, dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (14/2/2021).

Adi yang juga Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) menilai, sejauh ini pemerintah masih terus berjibaku menangani persoalan pandemi Covid-19.

“Sudah setahun lebih persoalan pandemi ini menimpa Indonesia, dan angka Covid masih meningkat,” katanya.

 

Untuk diketahui, isu upaya pengambilalihan paksa kepemimpinan Partai Demokrat ini diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam jumpa pers (1/2) di DPP Partai Demokrat, Jakarta.

AHY juga mengungkapkan telah mengirim surat pada Presiden untuk meminta klarifikasi tentang dugaan keterlibatan pejabat Istana. Moeldoko tidak menyangkal. Ia mengakui hanya bertemu dengan sejumlah kader Demokrat untuk ngopi-ngopi. [FAZ] 

]]> Gerakan Nasional Rakyat Bersama Jokowi (GN-RBJ), salah satu Relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal bergulirnya isu ambil alih paksa kepemimpinan di internal Partai Demokrat. 

Koordinator Gerakan Nasional Rakyat Bersama Jokowi (GN-RBJ), Adi Kurniawan, mengingatkan agar Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko fokus membantu Presiden Joko Widodo dalam menangani pandemi Covid-19 ketimbang ikut ngurusin internal partai Demokrat. 

Adi khawatir, sikap yang ditunjukan Moeldoko dalam posisinya sebagai kepala KSP, bisa mengganggu nama baik Presiden dan pemerintah. Jangan sampai kata dia, kepercayaan rakyat terhadap pemerintah makin berkurang.

“Stoplah buat gaduh. Fokus tangani Pandemi Covid-19 lebih penting ketimbang urus Partai Demokrat,” kata Adi, dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (14/2/2021).

Adi yang juga Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) menilai, sejauh ini pemerintah masih terus berjibaku menangani persoalan pandemi Covid-19.

“Sudah setahun lebih persoalan pandemi ini menimpa Indonesia, dan angka Covid masih meningkat,” katanya.

 

Untuk diketahui, isu upaya pengambilalihan paksa kepemimpinan Partai Demokrat ini diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam jumpa pers (1/2) di DPP Partai Demokrat, Jakarta.

AHY juga mengungkapkan telah mengirim surat pada Presiden untuk meminta klarifikasi tentang dugaan keterlibatan pejabat Istana. Moeldoko tidak menyangkal. Ia mengakui hanya bertemu dengan sejumlah kader Demokrat untuk ngopi-ngopi. [FAZ] 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories