Ketimbang Jalan-jalan Pulang Bawa Virus Corona, Lebih Baik Di Rumah Saja

Pemerintah mewanti-wanti masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri ketika kasus COVID-19 terus melonjak naik. Soalnya, seringkali pelaku perjalanan dari luar negeri, begitu pulang malah membawa ‘oleh-oleh’ virus.

Satgasperubahanperilaku mengunggah dua meme berkaitan dengan imbaun agar masyarakat tidak travelling di saat kasus Covid-19 sedang meningkat.

Pertama, tas koper yang di atasnya terdapat kacamata, topi dan kamera. Kedua, sebuah ambulans dengan background merah dan bercak.

“Kita percaya kamu gak akan travelling kecuali kalau penting. Jangan sampai sirene ambulans hilir mudik terdengar lagi,” ujar Satgasperubahanperilaku.

Akun @Gremoryxi mengajak masyakat untuk menunda dulu jalan-jalannya saat ini. Dia mengingatkan, kondisi sekarang kasus Covid-19 sedang tinggi-tingginya.

“Diimbau juga untuk para warga tetap menjaga protokol kesehatannya,” kata dia.

Akun @arjuno menyambung. Dia mengajak masyarakat untuk menunda jalan-jalan bila tidak penting. Kata dia, sayangi diri sendiri, sayangi keluarga dan lingkungan sekitar.

“Di rumah merupakan jalan terbaik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Imbauan serupa juga dilontarkan @itsmectj. Dia bilang, sebaiknya masyarakat menunda dulu agenda jalan-jalan ke luar kota. Dikhawatirkan, kata dia, begitu pulang malah membawa ‘oleh-oleh’ virus ke rumah.

“Kasihan orang tua di rumah,” kata @itsmectj. “Jangan sampai pengorbanan dan usaha kita menangani pandemi Covid-19 selama ini jadi sia-sia bila kita terus jalan-jalan,” kata @ BangCul15 mengingatkan.

 

Akun @AyoGerakBareng mengatakan, kasus Covid-19 varian Omicron kembali meninggi. Hhal ini bisa dilihat dari situs pemantauan Covid di berbagai daerah. Dia mengajak masyarakat kembali dan beraktivitas di rumah saja.

“Udah paling bener di rumah aja. Lekas pergi Covid-19. Aku ga mau lebaran di kampung orang lagi,” timpal @adinnadia.

Masyarakat yang sudah divaksin pun sama. Kata @widisaja, masyarakat yang sudah divaksin Covid-19 bukan berarti kebal dari virus Corona. Dia pun meminta masyarakat menunda dulu jalan-jalannya.

“Jangan sampai ujung-ujungnya malah ke rumah sakit gara-gara tertular Omicron yang sedang tinggi-tingginya,” kata dia.

Akun @raihan_anisa mengajak masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Termasuk juga disiplin protokol kesehatan (prokes) dengan memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Yang penting jangan berkerumun, apapun alasannya masyarakat sudah mulai disiplin,” ujar @Sujliari.

Untuk itu, @Dodot mendorong Pemerintah segera memberlakukan PPKM Level 4 di Jawa-Bali. Dengan begitu, kata dia, Pemerintah bisa melakukan antisipasi penanganan Covid-19.

Akun @nepaforus menimpali. Kata dia, Pemerintah telah menetapkan PPKM Level 3 di beberapa tempat yang terindikasi tinggi penyebaran COVID-19. “Agar tidak kewalahan untuk menghadapi lonjakan ketiga Covid-19,” kata @Dodot. [TIF]

]]> Pemerintah mewanti-wanti masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri ketika kasus COVID-19 terus melonjak naik. Soalnya, seringkali pelaku perjalanan dari luar negeri, begitu pulang malah membawa ‘oleh-oleh’ virus.

Satgasperubahanperilaku mengunggah dua meme berkaitan dengan imbaun agar masyarakat tidak travelling di saat kasus Covid-19 sedang meningkat.

Pertama, tas koper yang di atasnya terdapat kacamata, topi dan kamera. Kedua, sebuah ambulans dengan background merah dan bercak.

“Kita percaya kamu gak akan travelling kecuali kalau penting. Jangan sampai sirene ambulans hilir mudik terdengar lagi,” ujar Satgasperubahanperilaku.

Akun @Gremoryxi mengajak masyakat untuk menunda dulu jalan-jalannya saat ini. Dia mengingatkan, kondisi sekarang kasus Covid-19 sedang tinggi-tingginya.

“Diimbau juga untuk para warga tetap menjaga protokol kesehatannya,” kata dia.

Akun @arjuno menyambung. Dia mengajak masyarakat untuk menunda jalan-jalan bila tidak penting. Kata dia, sayangi diri sendiri, sayangi keluarga dan lingkungan sekitar.

“Di rumah merupakan jalan terbaik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Imbauan serupa juga dilontarkan @itsmectj. Dia bilang, sebaiknya masyarakat menunda dulu agenda jalan-jalan ke luar kota. Dikhawatirkan, kata dia, begitu pulang malah membawa ‘oleh-oleh’ virus ke rumah.

“Kasihan orang tua di rumah,” kata @itsmectj. “Jangan sampai pengorbanan dan usaha kita menangani pandemi Covid-19 selama ini jadi sia-sia bila kita terus jalan-jalan,” kata @ BangCul15 mengingatkan.

 

Akun @AyoGerakBareng mengatakan, kasus Covid-19 varian Omicron kembali meninggi. Hhal ini bisa dilihat dari situs pemantauan Covid di berbagai daerah. Dia mengajak masyarakat kembali dan beraktivitas di rumah saja.

“Udah paling bener di rumah aja. Lekas pergi Covid-19. Aku ga mau lebaran di kampung orang lagi,” timpal @adinnadia.

Masyarakat yang sudah divaksin pun sama. Kata @widisaja, masyarakat yang sudah divaksin Covid-19 bukan berarti kebal dari virus Corona. Dia pun meminta masyarakat menunda dulu jalan-jalannya.

“Jangan sampai ujung-ujungnya malah ke rumah sakit gara-gara tertular Omicron yang sedang tinggi-tingginya,” kata dia.

Akun @raihan_anisa mengajak masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Termasuk juga disiplin protokol kesehatan (prokes) dengan memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Yang penting jangan berkerumun, apapun alasannya masyarakat sudah mulai disiplin,” ujar @Sujliari.

Untuk itu, @Dodot mendorong Pemerintah segera memberlakukan PPKM Level 4 di Jawa-Bali. Dengan begitu, kata dia, Pemerintah bisa melakukan antisipasi penanganan Covid-19.

Akun @nepaforus menimpali. Kata dia, Pemerintah telah menetapkan PPKM Level 3 di beberapa tempat yang terindikasi tinggi penyebaran COVID-19. “Agar tidak kewalahan untuk menghadapi lonjakan ketiga Covid-19,” kata @Dodot. [TIF]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories