Ketersediaan Lab Covid-19 Bantu Keandalan DKI Dalam Tangani Pandemi

DKI Jakarta membutuhkan ketersediaan laboratorium yang fokus pada tes Covid-19 untuk memutus rantai tular penyebaran virus Corona. Apalagi DKI juga menjadi tempat mobilitas penduduk dari wilayah sub-urban, luar kota, dan luar negeri.

Dengan kondisi demografi dan geografi tersebut, penyediaan laboratorium di DKI tidak bisa sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Kehadiran swasta juga penting. Jumlah pengujian yang proporsional terhadap jumlah penduduk sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) harus didukung berbagai infrastruktur, termasuk ketersediaan laboratorium. 

“Kunci dari penanganan Covid-19 adalah bagaimana kita meningkatkan sinergi dan kolaborasi di antara semua elemen untuk menekan penularan. Ini bisa dicapai dengan tes di laboratorium dan penelusuran kontak dengan orang yang positif,” kata Wali Kota Jakarta Utara Sigit WIjatmoko, ketika meninjau persiapan pembukaan laboratorium Intibios Lab, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (18/2).

Intibios Lab adalah jaringan laboratorium yang telah beroperasi di sejumlah kota di seluruh Indonesia. Sejak awal, laboratorium ini dirancang sebagai lab khusus yang fokus pada PCR swab test, antigen swab test, tes serologi, dan pengujian lain yang berhubungan dengan penanganan Covid-19. Tujuannya, agar dapat dikeluarkan hasil yang cepat dan akurat. 

Intibios Lab merupakan buah kolaborasi sejumlah pelaku usaha, dokter, dan tenaga ahli laboratorium setelah melihat Indonesia masih mengalami keterbatasan jumlah laboratorium untuk memenuhi rasio pengujian Covid-19 sesuai rekomendasi WHO. Kolaborasi ini digagas Enggartiasto Lukita, pengusaha senior dan mantan Menteri Perdagangan bersama pengusaha Sumadi Seng, Belly Budiman, Then Herry, dan Rio Abdurrachman, serta Dr. Nanny Djaya (spesialis gizi yang pernah menjadi kepala rumah sakit di Jakarta) dan Dr. Enty (spesialis mikrobiologi klinis). 

Penggagas Intibios Kelapa Gading Ahmad Sahroni mengatakan, Jakarta itu besar. Urusannya macam-macam. Tidak bisa semua diserahkan ke pemerintah. “Semua harus turun tangan sesuai kemampuannya masing-masing untuk ikut menangani pandemi ini. Saya senang bisa menjadi bagian dari usaha menangani Covid-19 di Indonesia,” ucap Wakil Ketua Komisi III DPR ini.

Enggar menambahkan, pembentukan laboratorium itu merupakan pertemuan antara bisnis dan kemanusiaan. “Ketika saya mendengar bahwa Indonesia membutuhkan banyak laboratorium, saya hubungi teman-teman dan mereka sangat ringan tangan mewujudkan laboratorium yang fokus sehingga semua operasionalnya diarahkan untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

Enggar menerangkan, sampai saat ini, Intibios Lab sudah beroperasi di Jakarta, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Lampung, Karawang, Bogor, Semarang, dan Sidoarjo. Sebelum di Kelapa Gading, Intibios Lab telah beroperasi di Mangga Besar dan layanan drive through gedung Plaza UOB.  

Acara tersebut ditutup dengan penjelasan dan tour ke dalam fasilitas sehingga undangan dan wartawan mendapat bagaimana keandalan laboratorium yang telah memenuhi standar internasional. Termasuk Biosafety Level (BSL) 2 dan bisa melakukan pengujian secara cepat dan akurat. [WUR]

]]> DKI Jakarta membutuhkan ketersediaan laboratorium yang fokus pada tes Covid-19 untuk memutus rantai tular penyebaran virus Corona. Apalagi DKI juga menjadi tempat mobilitas penduduk dari wilayah sub-urban, luar kota, dan luar negeri.

Dengan kondisi demografi dan geografi tersebut, penyediaan laboratorium di DKI tidak bisa sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Kehadiran swasta juga penting. Jumlah pengujian yang proporsional terhadap jumlah penduduk sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) harus didukung berbagai infrastruktur, termasuk ketersediaan laboratorium. 

“Kunci dari penanganan Covid-19 adalah bagaimana kita meningkatkan sinergi dan kolaborasi di antara semua elemen untuk menekan penularan. Ini bisa dicapai dengan tes di laboratorium dan penelusuran kontak dengan orang yang positif,” kata Wali Kota Jakarta Utara Sigit WIjatmoko, ketika meninjau persiapan pembukaan laboratorium Intibios Lab, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (18/2).

Intibios Lab adalah jaringan laboratorium yang telah beroperasi di sejumlah kota di seluruh Indonesia. Sejak awal, laboratorium ini dirancang sebagai lab khusus yang fokus pada PCR swab test, antigen swab test, tes serologi, dan pengujian lain yang berhubungan dengan penanganan Covid-19. Tujuannya, agar dapat dikeluarkan hasil yang cepat dan akurat. 

Intibios Lab merupakan buah kolaborasi sejumlah pelaku usaha, dokter, dan tenaga ahli laboratorium setelah melihat Indonesia masih mengalami keterbatasan jumlah laboratorium untuk memenuhi rasio pengujian Covid-19 sesuai rekomendasi WHO. Kolaborasi ini digagas Enggartiasto Lukita, pengusaha senior dan mantan Menteri Perdagangan bersama pengusaha Sumadi Seng, Belly Budiman, Then Herry, dan Rio Abdurrachman, serta Dr. Nanny Djaya (spesialis gizi yang pernah menjadi kepala rumah sakit di Jakarta) dan Dr. Enty (spesialis mikrobiologi klinis). 

Penggagas Intibios Kelapa Gading Ahmad Sahroni mengatakan, Jakarta itu besar. Urusannya macam-macam. Tidak bisa semua diserahkan ke pemerintah. “Semua harus turun tangan sesuai kemampuannya masing-masing untuk ikut menangani pandemi ini. Saya senang bisa menjadi bagian dari usaha menangani Covid-19 di Indonesia,” ucap Wakil Ketua Komisi III DPR ini.

Enggar menambahkan, pembentukan laboratorium itu merupakan pertemuan antara bisnis dan kemanusiaan. “Ketika saya mendengar bahwa Indonesia membutuhkan banyak laboratorium, saya hubungi teman-teman dan mereka sangat ringan tangan mewujudkan laboratorium yang fokus sehingga semua operasionalnya diarahkan untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

Enggar menerangkan, sampai saat ini, Intibios Lab sudah beroperasi di Jakarta, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Lampung, Karawang, Bogor, Semarang, dan Sidoarjo. Sebelum di Kelapa Gading, Intibios Lab telah beroperasi di Mangga Besar dan layanan drive through gedung Plaza UOB.  

Acara tersebut ditutup dengan penjelasan dan tour ke dalam fasilitas sehingga undangan dan wartawan mendapat bagaimana keandalan laboratorium yang telah memenuhi standar internasional. Termasuk Biosafety Level (BSL) 2 dan bisa melakukan pengujian secara cepat dan akurat. [WUR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories