Kesibukan Akhir Pekan Anies Jalani Rutinitas Bapack-bapack

Setelah lengser sebagai orang nomor 1 di DKI Jakarta, Anies Baswedan masih aktif membagikan aktivitasnya lewat media sosial miliknya. Kesibukannya juga tak melulu urusan politik. Di akhir pekan kemarin misalnya, Anies posting video sedang mengurus burung-burung piaraannya. Menariknya, Anies menulis keterangan dalam postingannya itu pake bahasa medsos, yakni menggantikan kata “bapak-bapak” menjadi “bapack-bapack.”

Postingan itu, dibagikan Anies lewat seluruh akun media sosial miliknya; Instagram, Facebook, Twitter hingga di kanal YouTube Anies Baswedan. Video berdurasi 1 menitan itu, memperlihatkan Anies sedang ngedeprok di atas rumput, di belakang rumahnya, di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Di hadapan Anies, berderat sangkar burung yang model dan bentuknya berbeda-beda. Setiap sangkar itu, berisi burung dari jenis yang berbeda-beda. Mulai dari cucakrowo, jalak, anis merah, murai batu, cucak ijo, cucak rowo hingga murai. Anies yang mengenakan kaos hitam dengan setelan celana jeans hitam, tampak serius membersihkan kandang burung dengan selang air dari tangannya.

Beres bersihkan kandang burung, Anies gantian memandikan burung-burung rawatannya. Kali ini, Anies menggantikan semprotan dari botol penyiram bunga. Sesekali bibirnya mengeluarkan siulan seolah berinteraksi dengan burung piaraannya.

“Alhamdulilah, sekarang bisa lebih serius menjalani rutinitas bapack-bapack di akhir pekan,” tulis Anies.

Untuk diketahui, Anies bukanlah pendatang baru di dunia burung. Sudah sejak kecil, Anies memang hobi memilihara burung. Bahkan, saat dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta, hobinya terhadap burung tidak padam. Hanya, kesibukannya sebagai DKI 1, membuat interaksinya dengan burung-burung piaraannya sangat terganggu.

Pengakuan Anies soal burung itu pernah diungkapkannya saat menghadiri Kompetisi Kicau Burung di Lapangan Banteng, Jakarta, Agustus (7/8) lalu. Anies yang datang untuk membuka kompetisi itu, menceritakan bila dirinya sudah akrab dengan burung sejak dari bangku SD.

“Jadi ketika dulu saya masih SD, SMP kelas satu saya pelihara burung, burung kicau,” cerita Anies, kala itu.

Burung pertama yang dipelihara mantan rektor Universitas Paramadina itu adalah jalak. Saat itu, dirinya mengaku belum mampu membeli cucakrowo ataupun murai. “Alhamdulillah, sekarang saya punya. Di rumah saya punya anis merah, murai batu, cucak ijo, cucak rowo selain burung seperti yang kecil-kecil,” lanjut dia.

Ada berapa banyak koleksinya? Tidak banyak. Anies bilang cuma 15 ekor. Tiga di antaranya ditaruh di Balai Kota. Jadi kadang-kadang kalau saya masih telepon pagi tuh orang ngira main burung ‘Pak di rumah?’ Enggak saya main burung di kantor,” cerita Anies.

 

Usai bermain burung di rumah, esoknya Anies kembali pada aktivitas politiknya. Dia hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Ikrar Kebulatan Tekad Relawan Go-Anies, di Hotel Bidakara, Jakarta. Ini mungkin kehadiran Anies secara terbuka sebagai bakal capres menemui relawannya, usai tidak lagi duduk sebagai gubernur.

Suami Fery Farhati itu, tiba di lokasi sejak pukul 13.14 WIB. Tanpa basa basi, Anies langsung memasuki Auditorium Bina Karna, venue utama acara, selepas menunaikan ibadah salat zuhur.

Anies yang mengenakan kemeja putih disambut para relawan yang menunggu di depan auditorium. Sedangkan para relawan yang menggunakan jaket kuning bertuliskan “GO Anies Presiden Untuk Semua” menyambut riuh tepuk tangan sambil menyanyikan lagu Maju Tak Gentar.

Menariknya, pada acara ini, sejumlah politisi dan mantan politisi Partai Golkar hadir. Antara lain Sirajuddin Abdul Wahab, Sofhian Mile, dan Andi Sinulingga. Bahkan, diakui Sirajuddin, pendirian Go-Anies tak terlepas dari peran partai berlambang beringin itu.

Menurut Sirajuddin, berdasarkan sebuah survei, sebagian besar pendukung Anies merupakan pemilih Golkar pada Pemilu 2019 lalu. Sirajuddin selaku Koordinator Nasional Go-Anies mengaku mendorong Anies menjadi presiden karena pencapaian di Jakarta. Beberapa hal yang mereka banggakan adalah program Anies mengintegrasikan transportasi dan penataan kota.

“Kerja di Jakarta lima tahun tidak jadi mitos atau hoaks, tapi karya nyata yang dijalankan,” tandasnya.

Ternyata, kesibukan Anies sebagai bapack-bapack di akhir pekan menuai banyak reaksi dari warga dunia maya. Ada yang memuji, mendoakan hingga yang bicara pedas, di kolom komentar postingan Anies.

Di Instagram, pemilik akun @fajfirmansyah mengaitkan burung dengan Pilpres 2024. “Puas-puasin dulu pak merawat burung. 2 Tahun lagi merawat Indonesia,” tulisnya. “Tinggal pake sarung pak sama kaos oblong putih, terus siul-siulan burung sambil nyiram,” timpal @alvinptr.co.

Akun @Yoes33687368 menyelipkan kalimat gombalan yang biasa dibawakan komedian untuk. “Tetap semangat dan selalu terdepan menjaga keutuhan bangsa. Burung aja dijaga apalagi bangsa dan negara. siap mendukung capres yang baik,” tulisnya. “Bantu subscribe YouTube Pak Anies dan bantu sebarkan,” timpal @ALKaRZ_5. [UMM]

]]> Setelah lengser sebagai orang nomor 1 di DKI Jakarta, Anies Baswedan masih aktif membagikan aktivitasnya lewat media sosial miliknya. Kesibukannya juga tak melulu urusan politik. Di akhir pekan kemarin misalnya, Anies posting video sedang mengurus burung-burung piaraannya. Menariknya, Anies menulis keterangan dalam postingannya itu pake bahasa medsos, yakni menggantikan kata “bapak-bapak” menjadi “bapack-bapack.”

Postingan itu, dibagikan Anies lewat seluruh akun media sosial miliknya; Instagram, Facebook, Twitter hingga di kanal YouTube Anies Baswedan. Video berdurasi 1 menitan itu, memperlihatkan Anies sedang ngedeprok di atas rumput, di belakang rumahnya, di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Di hadapan Anies, berderat sangkar burung yang model dan bentuknya berbeda-beda. Setiap sangkar itu, berisi burung dari jenis yang berbeda-beda. Mulai dari cucakrowo, jalak, anis merah, murai batu, cucak ijo, cucak rowo hingga murai. Anies yang mengenakan kaos hitam dengan setelan celana jeans hitam, tampak serius membersihkan kandang burung dengan selang air dari tangannya.

Beres bersihkan kandang burung, Anies gantian memandikan burung-burung rawatannya. Kali ini, Anies menggantikan semprotan dari botol penyiram bunga. Sesekali bibirnya mengeluarkan siulan seolah berinteraksi dengan burung piaraannya.

“Alhamdulilah, sekarang bisa lebih serius menjalani rutinitas bapack-bapack di akhir pekan,” tulis Anies.

Untuk diketahui, Anies bukanlah pendatang baru di dunia burung. Sudah sejak kecil, Anies memang hobi memilihara burung. Bahkan, saat dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta, hobinya terhadap burung tidak padam. Hanya, kesibukannya sebagai DKI 1, membuat interaksinya dengan burung-burung piaraannya sangat terganggu.

Pengakuan Anies soal burung itu pernah diungkapkannya saat menghadiri Kompetisi Kicau Burung di Lapangan Banteng, Jakarta, Agustus (7/8) lalu. Anies yang datang untuk membuka kompetisi itu, menceritakan bila dirinya sudah akrab dengan burung sejak dari bangku SD.

“Jadi ketika dulu saya masih SD, SMP kelas satu saya pelihara burung, burung kicau,” cerita Anies, kala itu.

Burung pertama yang dipelihara mantan rektor Universitas Paramadina itu adalah jalak. Saat itu, dirinya mengaku belum mampu membeli cucakrowo ataupun murai. “Alhamdulillah, sekarang saya punya. Di rumah saya punya anis merah, murai batu, cucak ijo, cucak rowo selain burung seperti yang kecil-kecil,” lanjut dia.

Ada berapa banyak koleksinya? Tidak banyak. Anies bilang cuma 15 ekor. Tiga di antaranya ditaruh di Balai Kota. Jadi kadang-kadang kalau saya masih telepon pagi tuh orang ngira main burung ‘Pak di rumah?’ Enggak saya main burung di kantor,” cerita Anies.

 

Usai bermain burung di rumah, esoknya Anies kembali pada aktivitas politiknya. Dia hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Ikrar Kebulatan Tekad Relawan Go-Anies, di Hotel Bidakara, Jakarta. Ini mungkin kehadiran Anies secara terbuka sebagai bakal capres menemui relawannya, usai tidak lagi duduk sebagai gubernur.

Suami Fery Farhati itu, tiba di lokasi sejak pukul 13.14 WIB. Tanpa basa basi, Anies langsung memasuki Auditorium Bina Karna, venue utama acara, selepas menunaikan ibadah salat zuhur.

Anies yang mengenakan kemeja putih disambut para relawan yang menunggu di depan auditorium. Sedangkan para relawan yang menggunakan jaket kuning bertuliskan “GO Anies Presiden Untuk Semua” menyambut riuh tepuk tangan sambil menyanyikan lagu Maju Tak Gentar.

Menariknya, pada acara ini, sejumlah politisi dan mantan politisi Partai Golkar hadir. Antara lain Sirajuddin Abdul Wahab, Sofhian Mile, dan Andi Sinulingga. Bahkan, diakui Sirajuddin, pendirian Go-Anies tak terlepas dari peran partai berlambang beringin itu.

Menurut Sirajuddin, berdasarkan sebuah survei, sebagian besar pendukung Anies merupakan pemilih Golkar pada Pemilu 2019 lalu. Sirajuddin selaku Koordinator Nasional Go-Anies mengaku mendorong Anies menjadi presiden karena pencapaian di Jakarta. Beberapa hal yang mereka banggakan adalah program Anies mengintegrasikan transportasi dan penataan kota.

“Kerja di Jakarta lima tahun tidak jadi mitos atau hoaks, tapi karya nyata yang dijalankan,” tandasnya.

Ternyata, kesibukan Anies sebagai bapack-bapack di akhir pekan menuai banyak reaksi dari warga dunia maya. Ada yang memuji, mendoakan hingga yang bicara pedas, di kolom komentar postingan Anies.

Di Instagram, pemilik akun @fajfirmansyah mengaitkan burung dengan Pilpres 2024. “Puas-puasin dulu pak merawat burung. 2 Tahun lagi merawat Indonesia,” tulisnya. “Tinggal pake sarung pak sama kaos oblong putih, terus siul-siulan burung sambil nyiram,” timpal @alvinptr.co.

Akun @Yoes33687368 menyelipkan kalimat gombalan yang biasa dibawakan komedian untuk. “Tetap semangat dan selalu terdepan menjaga keutuhan bangsa. Burung aja dijaga apalagi bangsa dan negara. siap mendukung capres yang baik,” tulisnya. “Bantu subscribe YouTube Pak Anies dan bantu sebarkan,” timpal @ALKaRZ_5. [UMM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories