Kesandung Restu Ketum Sandi-Ganjar Senasib

Selain Prabowo Subianto, di internal Partai Gerindra, ada Sandiaga Uno yang masuk nominasi capres 2024. Meski tak semoncer Prabowo, elektabilitas Sandi di bursa Pilpres selalu masuk 5 besar. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini juga punya banyak relawan yang sudah menggelar deklarasi capres di berbagai daerah. Meskipun sudah punya banyak modal, bukan berarti Sandi bakal gampang ke Pilpres 2024. Banyak yang memprediksi, Sandi bakal senasib dengan Ganjar Pranowo yang terganjal restu dari ketua umum partainya.

Sulitnya Sandi mendapat tiket dari Partai Gerindra, karena harus berhadapan dengan Prabowo. Mayoritas pengurus Gerindra, baik pusat maupun daerah, sudah bulat menyatakan dukungan agar Prabowo kembali maju di Pilpres 2024. Ditambah lagi, hasil survei berbagai lembaga, selalu menempatkan elektabilitas Menteri Pertahanan itu dalam posisi teratas.

Apakah berarti peluang Sandi bakal tertutup? Pengamat Komunikasi Politik, Jamiluddin Ritonga menilai, Sandi punya cukup modal untuk berlaga di Pilpres 2024. Selain punya pengalaman di Pilpres sebelumnya dan elektabilitas yang cukup besar, Sandi punya organ relawan yang tersebar di berbagai daerah.

“Sehingga kalau dicalonkan, Sandi cukup punya peluang besar untuk menang. Masalahnya, Sandi terganjal dengan Partai Gerindra yang sejak awal sudah mantap mengusung kembali Prabowo sebagai capres,” kata Jamiluddin.

Peluang yang paling realistis bagi Sandi untuk maju di Pilpres 2024, yakni berpasangan kembali dengan Prabowo sebagai cawapresnya. Masalahnya, dengan kembali mengulang duet di Pilpres 2019, Prabowo-Sandi bakal sulit mencari mitra koalisi.

“Gerindra tidak cukup kursi untuk mengusung pasangan capres-cawapres, tetap harus berkoalisi. Dan kalau yang diusung semuanya dari internal Gerindra, rasanya sulit diterima oleh parpol lain,” bebernya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai peluang Sandi untuk nyapres tetap terbuka. Termasuk mendapatkan tiket dari Gerindra. Sebab, bisa saja nantinya, Prabowo yang selama ini dijagokan kadernya, memutuskan jadi King Maker dan memberikan tiketnya pada Sandi. “Ingat, sampai saat ini belum ada pernyataan tegas dari Prabowo menerima atau menolak aspirasi kader Gerindra itu,” kata Adi.

 

Tidak adanya jawaban itu, kata Adi, menjadi sinyal kalau Prabowo masih menimbang apakah dirinya akan maju kembali sebagai calon presiden. Prabowo, kata Adi, juga sedang memperhitungkan apakah partainya akan mengusung Sandiaga.

“Itu artinya, Prabowo sedang menghitung betul soal plus minus jika ikut tanding pilpres yang ke sekian kalinya. Di sinilah peluang Sandi sangat mungkin bisa diusung Gerindra,” ujarnya.

Nasib yang dialami Sandi, juga dialami Ganjar. Meskipun punya elektabilitas yang tinggi, Gubernur Jawa Tengah itu bakal terganjal di internal PDIP. Apalagi, mayoritas elit banteng, lebih menjagokan Ketua DPR, Puan Maharani ketimbang Ganjar. Padahal, di akar rumput, Ganjar memiliki banyak relawan yang tersebar di berbagai daerah. Termasuk, relawan yang sebelumnya menjadi pendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin menyebut Sandi dan Ganjar senasib, karena bisa tak direstui ketua umumnya masing-masing. Menurutnya, hal ini lumrah dalam politik. “Jika pemilik partai nyalon atau punya calon sendiri, maka yang lain harus minggir,” cetusnya saat dihubungi, tadi malam.

Meski demikian, Ujang menilai Ganjar masih lebih beruntung ketimbang Sandi. Elektabilitasnya yang tinggi, membuat Ganjar punya daya tarik bagi partai-partai lain. Bahkan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dibentuk Golkar, PAN dan PPP, berpeluang besar untuk melamar Ganjar sebagai capres.

“Peluang Ganjar untuk nyapres sangat terbuka, tapi bukan dari PDIP. KIB kemungkinan besar akan mengusung Ganjar,” kata Ujang.

Apa tanggapan parpol soal ini? Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, partainya tetap solid mendukung Prabowo di 2024. Bahkan, partai berlambang Garuda itu berencana melakukan deklarasi nasional, mengusung Prabowo. “Kita di internal mendorong pak Prabowo untuk ditetapkan secara internal menjadi calon presiden, kalau secara nasional pasti ada, tapi kapannya kita belum tahu,” ungkap Dasco.

 

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengakui, ada dinamika yang terjadi di kandang banteng terkait Pilpres 2024. Namun, dinamika itu merupakan hal yang lumrah. Yang terpenting, semua kader tetap memaklumi, kalau soal urusan capres, nanti Megawati Soekarno Putri yang akan memutuskan.

“Dalam konstitusi partai, Ibu Megawati yang mempertimbangkan dengan jernih bahwa yang kita cari seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang berani tanggung jawab berani memikul beban yang tidak ringan, tetapi ikut menentukan bagi arah politik dari 270 juta rakyat Indonesia ke depan,” tegas Hasto.

Sementara itu, dalam acara Milad ke-20 di Istora Senayan, Jakarta, kemarin, PKS memberikan angin surga kepada sejumlah tokoh. Sandiaga Uno yang hadir dalam acara tersebut, ikut dalam barisan tokoh yang digoda partai berlambang padi dan bulan sabit itu.

Sekjen PKS, Aboe Bakar Alhabsyi tak menampik jika perayaan ini bisa menjadi ajang bagi partainya untuk mencari sosok yang akan diusung sebagai capres di 2024. “Pak Muhaimin kalau dilamar jangan kaget-kaget. Pak Anies atau Pak Sandi. Siapa tahu pas kumpul-kumpul begini ada yang berjodoh di 2024. Kita tidak tahu siapa yang bisa kita pinang di depan mata ini, mana yang paling cantik,” goda Aboe, dalam pidatonya, kemarin.

Ditemui sesuai acara, Sandi menjawab santai godaan yang dilemparkan PKS. Kata dia, saat ini, dirinya belum memikirkan soal Pilpres 2024. Sebagai menteri, dirinya diminta Presiden Jokowi untuk fokus dalam melaksanakan tugasnya.

“Pesan Pak Jokowi, ojo kesusu. Saya akan tetap fokus menjalankan tugas dengan baik untuk menghidupkan ekonomi kreatif yang terpukul karena pandemi,” jawab Sandi.

Untuk urusan politik, kata Sandi, nanti ada waktunya dirinya berbicara. Apalagi, masa pendaftaran capres-cawapres masih tahun depan. “Kita fokus dulu sekarang di kementerian. Nanti kita lihat saja di tahun 2023,” tegasnya.■

]]> Selain Prabowo Subianto, di internal Partai Gerindra, ada Sandiaga Uno yang masuk nominasi capres 2024. Meski tak semoncer Prabowo, elektabilitas Sandi di bursa Pilpres selalu masuk 5 besar. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini juga punya banyak relawan yang sudah menggelar deklarasi capres di berbagai daerah. Meskipun sudah punya banyak modal, bukan berarti Sandi bakal gampang ke Pilpres 2024. Banyak yang memprediksi, Sandi bakal senasib dengan Ganjar Pranowo yang terganjal restu dari ketua umum partainya.

Sulitnya Sandi mendapat tiket dari Partai Gerindra, karena harus berhadapan dengan Prabowo. Mayoritas pengurus Gerindra, baik pusat maupun daerah, sudah bulat menyatakan dukungan agar Prabowo kembali maju di Pilpres 2024. Ditambah lagi, hasil survei berbagai lembaga, selalu menempatkan elektabilitas Menteri Pertahanan itu dalam posisi teratas.

Apakah berarti peluang Sandi bakal tertutup? Pengamat Komunikasi Politik, Jamiluddin Ritonga menilai, Sandi punya cukup modal untuk berlaga di Pilpres 2024. Selain punya pengalaman di Pilpres sebelumnya dan elektabilitas yang cukup besar, Sandi punya organ relawan yang tersebar di berbagai daerah.

“Sehingga kalau dicalonkan, Sandi cukup punya peluang besar untuk menang. Masalahnya, Sandi terganjal dengan Partai Gerindra yang sejak awal sudah mantap mengusung kembali Prabowo sebagai capres,” kata Jamiluddin.

Peluang yang paling realistis bagi Sandi untuk maju di Pilpres 2024, yakni berpasangan kembali dengan Prabowo sebagai cawapresnya. Masalahnya, dengan kembali mengulang duet di Pilpres 2019, Prabowo-Sandi bakal sulit mencari mitra koalisi.

“Gerindra tidak cukup kursi untuk mengusung pasangan capres-cawapres, tetap harus berkoalisi. Dan kalau yang diusung semuanya dari internal Gerindra, rasanya sulit diterima oleh parpol lain,” bebernya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai peluang Sandi untuk nyapres tetap terbuka. Termasuk mendapatkan tiket dari Gerindra. Sebab, bisa saja nantinya, Prabowo yang selama ini dijagokan kadernya, memutuskan jadi King Maker dan memberikan tiketnya pada Sandi. “Ingat, sampai saat ini belum ada pernyataan tegas dari Prabowo menerima atau menolak aspirasi kader Gerindra itu,” kata Adi.

 

Tidak adanya jawaban itu, kata Adi, menjadi sinyal kalau Prabowo masih menimbang apakah dirinya akan maju kembali sebagai calon presiden. Prabowo, kata Adi, juga sedang memperhitungkan apakah partainya akan mengusung Sandiaga.

“Itu artinya, Prabowo sedang menghitung betul soal plus minus jika ikut tanding pilpres yang ke sekian kalinya. Di sinilah peluang Sandi sangat mungkin bisa diusung Gerindra,” ujarnya.

Nasib yang dialami Sandi, juga dialami Ganjar. Meskipun punya elektabilitas yang tinggi, Gubernur Jawa Tengah itu bakal terganjal di internal PDIP. Apalagi, mayoritas elit banteng, lebih menjagokan Ketua DPR, Puan Maharani ketimbang Ganjar. Padahal, di akar rumput, Ganjar memiliki banyak relawan yang tersebar di berbagai daerah. Termasuk, relawan yang sebelumnya menjadi pendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin menyebut Sandi dan Ganjar senasib, karena bisa tak direstui ketua umumnya masing-masing. Menurutnya, hal ini lumrah dalam politik. “Jika pemilik partai nyalon atau punya calon sendiri, maka yang lain harus minggir,” cetusnya saat dihubungi, tadi malam.

Meski demikian, Ujang menilai Ganjar masih lebih beruntung ketimbang Sandi. Elektabilitasnya yang tinggi, membuat Ganjar punya daya tarik bagi partai-partai lain. Bahkan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dibentuk Golkar, PAN dan PPP, berpeluang besar untuk melamar Ganjar sebagai capres.

“Peluang Ganjar untuk nyapres sangat terbuka, tapi bukan dari PDIP. KIB kemungkinan besar akan mengusung Ganjar,” kata Ujang.

Apa tanggapan parpol soal ini? Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, partainya tetap solid mendukung Prabowo di 2024. Bahkan, partai berlambang Garuda itu berencana melakukan deklarasi nasional, mengusung Prabowo. “Kita di internal mendorong pak Prabowo untuk ditetapkan secara internal menjadi calon presiden, kalau secara nasional pasti ada, tapi kapannya kita belum tahu,” ungkap Dasco.

 

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengakui, ada dinamika yang terjadi di kandang banteng terkait Pilpres 2024. Namun, dinamika itu merupakan hal yang lumrah. Yang terpenting, semua kader tetap memaklumi, kalau soal urusan capres, nanti Megawati Soekarno Putri yang akan memutuskan.

“Dalam konstitusi partai, Ibu Megawati yang mempertimbangkan dengan jernih bahwa yang kita cari seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang berani tanggung jawab berani memikul beban yang tidak ringan, tetapi ikut menentukan bagi arah politik dari 270 juta rakyat Indonesia ke depan,” tegas Hasto.

Sementara itu, dalam acara Milad ke-20 di Istora Senayan, Jakarta, kemarin, PKS memberikan angin surga kepada sejumlah tokoh. Sandiaga Uno yang hadir dalam acara tersebut, ikut dalam barisan tokoh yang digoda partai berlambang padi dan bulan sabit itu.

Sekjen PKS, Aboe Bakar Alhabsyi tak menampik jika perayaan ini bisa menjadi ajang bagi partainya untuk mencari sosok yang akan diusung sebagai capres di 2024. “Pak Muhaimin kalau dilamar jangan kaget-kaget. Pak Anies atau Pak Sandi. Siapa tahu pas kumpul-kumpul begini ada yang berjodoh di 2024. Kita tidak tahu siapa yang bisa kita pinang di depan mata ini, mana yang paling cantik,” goda Aboe, dalam pidatonya, kemarin.

Ditemui sesuai acara, Sandi menjawab santai godaan yang dilemparkan PKS. Kata dia, saat ini, dirinya belum memikirkan soal Pilpres 2024. Sebagai menteri, dirinya diminta Presiden Jokowi untuk fokus dalam melaksanakan tugasnya.

“Pesan Pak Jokowi, ojo kesusu. Saya akan tetap fokus menjalankan tugas dengan baik untuk menghidupkan ekonomi kreatif yang terpukul karena pandemi,” jawab Sandi.

Untuk urusan politik, kata Sandi, nanti ada waktunya dirinya berbicara. Apalagi, masa pendaftaran capres-cawapres masih tahun depan. “Kita fokus dulu sekarang di kementerian. Nanti kita lihat saja di tahun 2023,” tegasnya.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories