Kerja Sama RI-Korsel Bikin Pesawat Tempur Stategis Perkuat Alutsista TNI .

Pengamat militer dan keamanan Susaningtyas Kertopati menyambut baik kerja sama pembuatan pesawat tempur antara Indonesia dengan Korea Selatan (Korsel). Menurut Nuning, sapaan akrab Susaningtyas, kerja sama itu strategis untuk memperkuat alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI.

“Kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan untuk pembuatan pesawat tempur sudah dimulai sejak era Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Kerja sama tersebut satu paket dengan kerja sama kedua negara untuk membangun kapal selam. Kerja sama tersebut merupakan proyek strategis untuk memperkuat alat Alutsista TNI,” papar Nuning, Senin (12/4).

Jumat (9/4) lalu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Korsel Moon Jae-in di Seoul. Salah satunya membahas proyek pembuatan pesawat tempur KFX/IFX. Proyek ini adalah pengembangan dan pembuatan pesawat tempur generasi berikut secara massal antara Korea dan Indonesia dengan modal 8,8 triliun won, setara Rp 114.518.475.456.000, dari 2015 sampai 2028. Dalam pertemuan itu, Prabowo sempat menyaksikan peluncuran prototipe pesawat tempur KFX/IFX.

Nuning menjelaskan, pesawat tempur KF-X/IF-X memenuhi prototype pesawat tempur modern untuk mengimbangi kekuatan udara beberapa negara tertentu di kawasan. “Pesawat tempur tersebut dirancang untuk nantinya diproduksi di PT DI (PT Dirgantara Indonesia) dengan kapabilitas yang lebih baik dalam rancangan manuver ekstrim,” jelas mantan Anggota Komisi I DPR ini.

Dengan dilengkapi berbagai jenis rudal dan roket, lanjut Nuning, pesawat tempur tersebut akan menjadi salah satu tulang punggung pencapaian air superiority dan air supremacy di langit Indonesia. Dalam konsep perang udara di masa mendatang, TNI perlu meningkatkan kemampuan tempurnya tidak saja di ruang udara (airspace) tetapi juga di ruang angkasa (outerspace).

“Baik ruang udara maupun ruang angkasa, keduanya merupakan kedaulatan udara NKRI. Tentu saja transfer teknologi diharapkan akan lebih baik pelaksanaannya,” tuturnya. [USU]

]]> .
Pengamat militer dan keamanan Susaningtyas Kertopati menyambut baik kerja sama pembuatan pesawat tempur antara Indonesia dengan Korea Selatan (Korsel). Menurut Nuning, sapaan akrab Susaningtyas, kerja sama itu strategis untuk memperkuat alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI.

“Kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan untuk pembuatan pesawat tempur sudah dimulai sejak era Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Kerja sama tersebut satu paket dengan kerja sama kedua negara untuk membangun kapal selam. Kerja sama tersebut merupakan proyek strategis untuk memperkuat alat Alutsista TNI,” papar Nuning, Senin (12/4).

Jumat (9/4) lalu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Korsel Moon Jae-in di Seoul. Salah satunya membahas proyek pembuatan pesawat tempur KFX/IFX. Proyek ini adalah pengembangan dan pembuatan pesawat tempur generasi berikut secara massal antara Korea dan Indonesia dengan modal 8,8 triliun won, setara Rp 114.518.475.456.000, dari 2015 sampai 2028. Dalam pertemuan itu, Prabowo sempat menyaksikan peluncuran prototipe pesawat tempur KFX/IFX.

Nuning menjelaskan, pesawat tempur KF-X/IF-X memenuhi prototype pesawat tempur modern untuk mengimbangi kekuatan udara beberapa negara tertentu di kawasan. “Pesawat tempur tersebut dirancang untuk nantinya diproduksi di PT DI (PT Dirgantara Indonesia) dengan kapabilitas yang lebih baik dalam rancangan manuver ekstrim,” jelas mantan Anggota Komisi I DPR ini.

Dengan dilengkapi berbagai jenis rudal dan roket, lanjut Nuning, pesawat tempur tersebut akan menjadi salah satu tulang punggung pencapaian air superiority dan air supremacy di langit Indonesia. Dalam konsep perang udara di masa mendatang, TNI perlu meningkatkan kemampuan tempurnya tidak saja di ruang udara (airspace) tetapi juga di ruang angkasa (outerspace).

“Baik ruang udara maupun ruang angkasa, keduanya merupakan kedaulatan udara NKRI. Tentu saja transfer teknologi diharapkan akan lebih baik pelaksanaannya,” tuturnya. [USU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories