Kerja Sama Atasi Pandemi Corona Menkes BGS Dan Menlu Inggris Sehati .

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Dominic Raab. Keduanya membahas upaya penanganan pandemi Covid-19.

Menurut Budi Gunadi, negara-negara perlu bersatu melawan Covid-19. Gerakan vaksinasi menjadi langkah utama.

“Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi pandemi Covid-19,” ujar Budi Gunadi dalam keterangan pers Kedutaan Inggris, kemarin.

Menurutnya, pandemi tidak dapat diakhiri dengan hanya satu negara saja. Perlu kolaborasi yang baik dan kuat dari semua negara. Terutama, dalam membuat inovasi.

Salah satu bentuk inovasi itu adalah vaksin, yang merupakan bagian dari upaya dunia dalam menghadapi Covid-19.

“Indonesia sudah menjalani vaksinasi sejak Januari 2021 untuk kelompok prioritas war­ga negara Indonesia, juga me­mulai vaksinasi untuk semua diplomat dan penduduk asing,” terang mantan Direktur Utama PT Inalum (Persero) ini.

Keduanya menekankan, akses vaksin penting untuk se­mua. Soalnya, tidak ada negara yang aman dari Covid-19.

Perlu dukungan dan keterlibatan penuh dari organisasi internasional seperti World Health Organization (WHO), Covid-19 Vaccines Global Access (COVAX), Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI) dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

“Serta arsitektur internasional multilateral kita,” imbuh Budi Gunadi.

 

Dalam pertemuan tersebut, keduanya juga bersama-sama menyerukan agar pandemi ini menjadi pelajaran untuk semua negara bersiap melawan pan­demi berikutnya.

Sementara, Dominic Raab menyatakan, saat ini diper­lukan upaya bersama untuk menghadapi pandemi berikut­nya. “Baik Inggris maupun Indonesia telah menekankan betapa pentingnya hal ini,” tegas Raab.

Bersama Budi Gunadi, Raab juga membahas kerja sama bilateral yang kuat di sektor kesehatan antara Inggris dan Indonesia. Kerja sama diper­luas hingga mencakup Inggris yang mendukung kemampuan pengurutan genom Indonesia melalui pelatihan dan teknologi informasi.

Institut Eijkman sudah memiliki hubungan dengan Universitas Oxford dan ada potensi kerja sama lebih banyak lagi.

Perjanjian kerja sama yang ditandatangani tahun lalu te­lah meningkatkan kerja sama antara Inggris dan Indonesia di bidang telemedicine. Sektor ini menjadi lebih bermanfaat selama pandemi.

Raab mengatakan, untuk mengalahkan pandemi dibu­tuhkan upaya global berupa inovasi, kemitraan dengan determinasi. Inggris sudah memimpin hal tersebut.

“Inggris telah berkomit­men memberikan 1,3 miliar poundsterling (setara Rp 26 triliun) untuk mengakhiri pan­demi ini sesegera mungkin,” bebernya.

Inggris juga menggelon­torkan 829 juta poundsterling (setara Rp 16,5 triliun) untuk pengembangan dan pendis­tribusian vaksin-vaksin baru, hingga untuk alat tes dan treat­ment.

“Itu termasuk donasi senilai 548 juta poundsterling (setara Rp 11 triliun) untuk inisiatif COVAX, yang diketuai bersama (Co-Chair) Menlu Indonesia Retno Marsudi yang saat ini mendistribusikan vaksin guna menyelamatkan Indonesia,” terangnya. [JAR]

]]> .
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Dominic Raab. Keduanya membahas upaya penanganan pandemi Covid-19.

Menurut Budi Gunadi, negara-negara perlu bersatu melawan Covid-19. Gerakan vaksinasi menjadi langkah utama.

“Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi pandemi Covid-19,” ujar Budi Gunadi dalam keterangan pers Kedutaan Inggris, kemarin.

Menurutnya, pandemi tidak dapat diakhiri dengan hanya satu negara saja. Perlu kolaborasi yang baik dan kuat dari semua negara. Terutama, dalam membuat inovasi.

Salah satu bentuk inovasi itu adalah vaksin, yang merupakan bagian dari upaya dunia dalam menghadapi Covid-19.

“Indonesia sudah menjalani vaksinasi sejak Januari 2021 untuk kelompok prioritas war­ga negara Indonesia, juga me­mulai vaksinasi untuk semua diplomat dan penduduk asing,” terang mantan Direktur Utama PT Inalum (Persero) ini.

Keduanya menekankan, akses vaksin penting untuk se­mua. Soalnya, tidak ada negara yang aman dari Covid-19.

Perlu dukungan dan keterlibatan penuh dari organisasi internasional seperti World Health Organization (WHO), Covid-19 Vaccines Global Access (COVAX), Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI) dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

“Serta arsitektur internasional multilateral kita,” imbuh Budi Gunadi.

 

Dalam pertemuan tersebut, keduanya juga bersama-sama menyerukan agar pandemi ini menjadi pelajaran untuk semua negara bersiap melawan pan­demi berikutnya.

Sementara, Dominic Raab menyatakan, saat ini diper­lukan upaya bersama untuk menghadapi pandemi berikut­nya. “Baik Inggris maupun Indonesia telah menekankan betapa pentingnya hal ini,” tegas Raab.

Bersama Budi Gunadi, Raab juga membahas kerja sama bilateral yang kuat di sektor kesehatan antara Inggris dan Indonesia. Kerja sama diper­luas hingga mencakup Inggris yang mendukung kemampuan pengurutan genom Indonesia melalui pelatihan dan teknologi informasi.

Institut Eijkman sudah memiliki hubungan dengan Universitas Oxford dan ada potensi kerja sama lebih banyak lagi.

Perjanjian kerja sama yang ditandatangani tahun lalu te­lah meningkatkan kerja sama antara Inggris dan Indonesia di bidang telemedicine. Sektor ini menjadi lebih bermanfaat selama pandemi.

Raab mengatakan, untuk mengalahkan pandemi dibu­tuhkan upaya global berupa inovasi, kemitraan dengan determinasi. Inggris sudah memimpin hal tersebut.

“Inggris telah berkomit­men memberikan 1,3 miliar poundsterling (setara Rp 26 triliun) untuk mengakhiri pan­demi ini sesegera mungkin,” bebernya.

Inggris juga menggelon­torkan 829 juta poundsterling (setara Rp 16,5 triliun) untuk pengembangan dan pendis­tribusian vaksin-vaksin baru, hingga untuk alat tes dan treat­ment.

“Itu termasuk donasi senilai 548 juta poundsterling (setara Rp 11 triliun) untuk inisiatif COVAX, yang diketuai bersama (Co-Chair) Menlu Indonesia Retno Marsudi yang saat ini mendistribusikan vaksin guna menyelamatkan Indonesia,” terangnya. [JAR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories