Kerja Keras Pemerintah Nggak Sia-sia Airlangga Girang Kasus Corona Berhasil Ditekan .

Kerja keras pemerintah dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tidak sia-sia. Terbukti, Indonesia mampu menekan rata-rata kasus harian Covid-19. Angkanya bahkan lebih rendah dibandingkan persentase global. Pelan tapi pasti, ekonomi terus mengalami perbaikan

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menyatakan, untuk pertama kali Indonesia berhasil menekan kasus hingga di angka 6,9 persen.

“Kita berhasil terendah dibandingkan dengan global yang double digit, yaitu 17,36 persen,” ujar Airlangga dalam diskusi virtual, kemarin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini juga mengungkapkan, kabar baik lainnya yaitu kasus kesembuhan Indonesia juga sudah di atas global, dengan angka 90,40 persen. Sementara, rata-rata angka kesembuhan global adalah 80,46 persen.

Catatan ini bisa dikroscek dengan tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) yang turun. Airlangga mencontohkan, di Wisma Atlet Kemayoran, BOR-nya sekarang hanya 24 persen.

“Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Mudah-mudahan bisa kita jaga,” harap Airlangga.

Penanganan kasus Covid-19 yang sudah lebih baik dibandingkan global tidak lepas dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro. Kebijakan bisa berjalan karena didukung sikap dan kesadaran masyarakat untuk ikut mencegah penularan Covid-19.

Provinsi yang menerapkan PPKM adalah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Karena itu, pemerintah pusat terus mendorong PPKM Mikro yang telah berlaku di 25 daerah. Penerapan itu akan terus ditingkatkan sampai jumlah orang divaksinasi, yakni sekitar 70 persen dari penduduk Indonesia, tercapai.

Pasalnya, sekarang di banyak negara sedang terjadi peningkatan kasus Corona. Beberapa negara yang mengalami peningkatan kasus, yakni Turki, India, Filipina, Papua Nugini, serta beberapa negara Eropa.

Indonesia juga masuk dalam 10 besar negara yang paling banyak menyuntikkan vaksin Covid-19. Saat ini Indonesia sudah menyuntikkan vaksin di atas 10 juta orang.

“Kalau dibanding negara yang tidak memproduksi vaksin, kita menjadi yang terbesar keempat di bawah Jerman,” imbuhnya.

Menurut Ketua Umum Partai Golkar itu, kemampuan Indonesia dalam menangani Covid-19 juga berefek terhadap kondisi ekonomi yang makin membaik. Indonesia beruntung karena masih bisa menahan kontraksi di minus 2,07.

“Di antara negara G20, kita rankingnya adalah 4,” kata Airlangga.

Dari data World Bank, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), International Monetary Fund (IMF) serta Bloomberg, menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia makin baik. Berdasarkan data tersebut, tahun ini Indonesia bisa tumbuh di kisaran 4,6 persen.

Beberapa indikator ekonomi dari indeks penjualan ritel sudah mulai mengalami pertumbuhan. Begitu juga keyakinan konsumen yang masih negatif, sudah mulai meningkat.

Di sektor riil sudah mulai menunjukkan kabar gembira, di mana indeks mencapai 53,2. Ini yang tertinggi, bahkan sebelum tahun 2019.

Neraca perdagangan juga positif terus. Pada level kurs rupiah dan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), Indonesia sudah hampir selevel sebelum pandemi Covid-19. [JAR]

]]> .
Kerja keras pemerintah dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tidak sia-sia. Terbukti, Indonesia mampu menekan rata-rata kasus harian Covid-19. Angkanya bahkan lebih rendah dibandingkan persentase global. Pelan tapi pasti, ekonomi terus mengalami perbaikan

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menyatakan, untuk pertama kali Indonesia berhasil menekan kasus hingga di angka 6,9 persen.

“Kita berhasil terendah dibandingkan dengan global yang double digit, yaitu 17,36 persen,” ujar Airlangga dalam diskusi virtual, kemarin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini juga mengungkapkan, kabar baik lainnya yaitu kasus kesembuhan Indonesia juga sudah di atas global, dengan angka 90,40 persen. Sementara, rata-rata angka kesembuhan global adalah 80,46 persen.

Catatan ini bisa dikroscek dengan tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) yang turun. Airlangga mencontohkan, di Wisma Atlet Kemayoran, BOR-nya sekarang hanya 24 persen.

“Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Mudah-mudahan bisa kita jaga,” harap Airlangga.

Penanganan kasus Covid-19 yang sudah lebih baik dibandingkan global tidak lepas dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro. Kebijakan bisa berjalan karena didukung sikap dan kesadaran masyarakat untuk ikut mencegah penularan Covid-19.

Provinsi yang menerapkan PPKM adalah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Karena itu, pemerintah pusat terus mendorong PPKM Mikro yang telah berlaku di 25 daerah. Penerapan itu akan terus ditingkatkan sampai jumlah orang divaksinasi, yakni sekitar 70 persen dari penduduk Indonesia, tercapai.

Pasalnya, sekarang di banyak negara sedang terjadi peningkatan kasus Corona. Beberapa negara yang mengalami peningkatan kasus, yakni Turki, India, Filipina, Papua Nugini, serta beberapa negara Eropa.

Indonesia juga masuk dalam 10 besar negara yang paling banyak menyuntikkan vaksin Covid-19. Saat ini Indonesia sudah menyuntikkan vaksin di atas 10 juta orang.

“Kalau dibanding negara yang tidak memproduksi vaksin, kita menjadi yang terbesar keempat di bawah Jerman,” imbuhnya.

Menurut Ketua Umum Partai Golkar itu, kemampuan Indonesia dalam menangani Covid-19 juga berefek terhadap kondisi ekonomi yang makin membaik. Indonesia beruntung karena masih bisa menahan kontraksi di minus 2,07.

“Di antara negara G20, kita rankingnya adalah 4,” kata Airlangga.

Dari data World Bank, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), International Monetary Fund (IMF) serta Bloomberg, menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia makin baik. Berdasarkan data tersebut, tahun ini Indonesia bisa tumbuh di kisaran 4,6 persen.

Beberapa indikator ekonomi dari indeks penjualan ritel sudah mulai mengalami pertumbuhan. Begitu juga keyakinan konsumen yang masih negatif, sudah mulai meningkat.

Di sektor riil sudah mulai menunjukkan kabar gembira, di mana indeks mencapai 53,2. Ini yang tertinggi, bahkan sebelum tahun 2019.

Neraca perdagangan juga positif terus. Pada level kurs rupiah dan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), Indonesia sudah hampir selevel sebelum pandemi Covid-19. [JAR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories