Kerja Bareng Kedubes Inggris, SAFEnet Plus Get Safe Online UK Get Safe Online Diluncurkan 20 April

Bekerja sama dengan SAFEnet dan Get Safe Online UK, Kedutaan Besar Inggris Jakarta menggelar webinar bertajuk “Keamanan Digital dan Sekuritas untuk Internet Inklusif: SAFEnet dan Get Safe Online”. Hal ini sebagai bagian program Kekerasan Berbasis Gender dan Keamanan Siber Online Awas KBGO pada 20 April 2021.

Awas KBGO adalah platform yang dikembangkan SAFEnet, dan didukung oleh Digital Access Programme Pemerintah Inggris. Tujuannya, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu Kekerasan Berbasis Gender Online. Serta memberikan dukungan terhadap penanganan kasus KBGO melalui kampanye media sosial dan buku panduan untuk aspek hukum.

Dengan dukungan dari Pemerintah Inggris, Get Safe Online (GSO) Inggris meluncurkan situs web Get Safe Online di Indonesia dan menyediakan konsultasi tentang kesadaran dan pendidikan keamanan siber dengan menggunakan sumber yang universal.

Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) telah menjadi fenomena global sejak awal berkembangnya internet. Pada saat isu ini sudah menjadi masalah serius, pandemi Covid-19 justru semakin memperburuk keadaan. UN Women telah menyuarakan keprihatinan terhadap peningkatan eksponensial, terkait kekerasan berbasis gender yang dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Termasuk, kekerasan online yang difasilitasi oleh teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Melalui Digital Access Programme Pemerintah Inggris, Kedutaan Besar Inggris Jakarta, bekerja sama dengan SAFEnet dan Get Safe Online (GSO) Inggris, telah melaksanakan program untuk mengatasi peningkatan risiko ini dengan memprakarsai inisiatif “Awas KBGO”.

Proyek ini bertujuan menjadi pusat informasi berskala nasional untuk penanganan isu Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) dalam bentuk website interaktif sederhana. Selanjutnya, menghasilkan modul atau pedoman pembelajaran, serta konten multimedia serbaguna. Nantinya, modul ini disebarluaskan ke seluruh platform digital untuk masyarakat, institusi pendidikan, dan pemangku kebijakan terkait.

Program Awas KBGO mengadakan webinar bertajuk “Keamanan Digital dan Sekuritas untuk Internet yang Inklusif: SAFEnet dan Get Safe Online Inggris tentang Kekerasan Berbasis Gender dan Keamanan Siber Online”.

Sejak kolaborasi dimulai pada Desember 2020, SAFEnet telah menerbitkan dua buku panduan berjudul Aspek Hukum untuk Jerat Pelaku, sebuah buku panduan terkait ancaman dan penyebaran konten intim non-konsensual dan Usut Informasi Pelaku KBGO di Platform Digital sebagai buku panduan Platform Digital untuk korban dan para penegak hukum.

 

Melalui situs web AwasKBGO.id, SAFEnet juga menyediakan sumber daya untuk memahami masalah KBGO melalui publikasi, statistik kasus KBGO, dan kelas online. Kampanye media sosial juga membuka dialog untuk mendukung para korban dan mendidik para pengamat untuk mendukung para korban.

Bekerja sama dengan Kedutaan Besar Inggris Jakarta dan SAFEnet, Get Safe Online telah membuat situs web baru khusus untuk Indonesia www.getsafeonline.id. Dengan memasukkan lebih dari 200 halaman pendapat ahli yang mudah dipahami tentang cara agar tetap aman saat online, situs web baru ini diluncurkan pada April 2021 dan menjadi sumber pengetahuan gratis untuk seluruh elemen masyarakat di Indonesia.

Dengan menampilkan konten dalam bahasa Inggris dan Indonesia, situs ini akan memberi masyarakat Indonesia sumber informasi yang mudah diakses. Sehingga akan membantu siapapun agar tetap aman saat online di dunia maya.

Topik yang ditampilkan mencakup berbagai pokok pembahasan. Termasuk perlindungan pribadi serta informasi keamanan online yang dapat digunakan dalam dunia bisnis dan organisasi. Situs web baru yang bermanfaat ini didanai melalui Digital Access Programme Pemerintah Inggris di Indonesia, bekerja sama dengan SAFEnet dan pemangku kepentingan terkait.

Proyek Awas KBGO berjalan hingga November 2021 dengan dukungan dana DAP sebesar 116.671 poundstreling Inggris. Webinar yang diselenggarakan pada 20 April 2021 ini bekerja sama dengan BSSN dan Komnas Perempuan, memberi ruang untuk membahas pencapaian Awas KBGO dalam mendukung korban KBGO dan koordinasi pendampingan hukum. Get Safe Online akan menunjukkan penggunaan situs web baru mereka di Indonesia.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins mengatakan, internet harus menjadi sarana yang aman dan terjamin untuk mengakses pengetahuan. Owen menjelaskan, maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online tentunya sangat mengkhwatirkan. Karena semakin banyak aktivitas yang berpindah ke online, hal ini, menjadikan generasi muda menjadi kaum yang paling rentan. Karenakan mereka dipaksa belajar di rumah selama pandemi Covid-19.

“Perilaku mengancam dan mengintimidasi tentu tidak dapat diterima -baik itu di jalan ataupun secara online,” tukas Owen.

Owen menambahkan kerjasama internasional tentunya dibutuhkan untuk menyoroti dan mengatasi masalah ini. “Saya senang Inggris dapat bekerja sama dengan Indonesia dalam hal ini. Kedutaan Besar Inggris Jakarta membawa para ahli Inggris dari Get Safe Online, bermitra dengan SAFEnet Indonesia untuk memajukan proyek Awas KBGO – sebuah program yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang Kekerasan Berbasis Gender Online melalui platform digital,” jelasnya.

“Situs Get Safe Online Indonesia yang baru juga akan diluncurkan hari ini (20 Apr). Kita dapat memanfaatkan teknologi baru yang pertama kali digunakan dalam pencegahan kejahatan dunia maya. Serta memberikan opsi perlindungan yang lebih besar bagi para korban. Semuanya adalah langkah positif dalam mengatasi masalah ini,” kata Owen.

 

Sementara Kepala Subdivisi Digital At-Risks, SAFEnet / Southeast Asia Freedom of Expression Network, Ellen Kusuma mengatakan, maraknya penyebaran gambar intim non-konsensual atau yang banyak disebut revenge porn — istilah yang menyiratkan untuk menyalahkan korban, tentunya tidak boleh berlangsung terus, dan hal menunjukkan betapa buruknya situasi ini di tengah pandemi Covid-19, karenakan maraknya masyarakat mengakses teknologi digital.

“Semua aspek yang mendukung para korban, mulai dari pelayanan, pertolongan, hingga pengaduan polisi, dan proses persidangan menghadapi tantangan yang berat, dari maraknya kasus dan kurangnya dukungan. Bahkan, sebelum pandemi terjadi,” tukas Ellen.

Ia menjelaskan, misi Awas KBGO dari SAFEnet adalah agar publik memiliki platform rujukan ketika terjadi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Lalu, mendapatkan pengetahuan tentang kekerasan berbasis gender online dalam bahasa Indonesia, serta memperoleh literasi digital agar dapat mengkomunikasikan hal ini secara tajam.

Ellen menambahkan, materi yang diedarkan secara luas, sekaligus memperkuat dukungan bagi para korban. “Kami senang program ini telah memberikan dukungan terhadap kebutuhan para korban. Karena dari umpan balik yang kami terima, korban senang dapat mengetahui lebih jauh kompleksitas kekerasan berbasis gender online yang menimpa mereka dari informasi yang disebarkan melalui website Awas KBGO dan media sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut Ellen menambahkan, pihaknya senang mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Inggris Jakarta dan Get Safe Online, serta mitra lainnya, seperti Komnas Perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Bareskrim Polri, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

Sedangkan Peter Davies, Global Ambassador dari Get Safe Online mengatakan, Get Safe Online telah memberikan layanan pendidikan dan kesadaran publik secara gratis dan dapat diakses terkait risiko online selama lebih dari 10 tahun. Juga memiliki reputasi terpercaya di antara komunitas keamanan siber dan publik.

Baru-baru ini, ungkapnya, Get Safe Online telah memperluas layanannya ke 22 negara di seluruh Persemakmuran Inggris Raya. Meluncurkan situs web terbaru di Indonesia, diakui Peter sangatlah penting. Dengan harapan, website ini dapat menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh komunitas di seluruh negeri di dunia digital yang terus berubah.

“Terima kasih kami kepada SAFEnet dan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta yang telah membantu mewujudkan agenda ini,” pungkasnya. [RSM]

]]> Bekerja sama dengan SAFEnet dan Get Safe Online UK, Kedutaan Besar Inggris Jakarta menggelar webinar bertajuk “Keamanan Digital dan Sekuritas untuk Internet Inklusif: SAFEnet dan Get Safe Online”. Hal ini sebagai bagian program Kekerasan Berbasis Gender dan Keamanan Siber Online Awas KBGO pada 20 April 2021.

Awas KBGO adalah platform yang dikembangkan SAFEnet, dan didukung oleh Digital Access Programme Pemerintah Inggris. Tujuannya, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu Kekerasan Berbasis Gender Online. Serta memberikan dukungan terhadap penanganan kasus KBGO melalui kampanye media sosial dan buku panduan untuk aspek hukum.

Dengan dukungan dari Pemerintah Inggris, Get Safe Online (GSO) Inggris meluncurkan situs web Get Safe Online di Indonesia dan menyediakan konsultasi tentang kesadaran dan pendidikan keamanan siber dengan menggunakan sumber yang universal.

Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) telah menjadi fenomena global sejak awal berkembangnya internet. Pada saat isu ini sudah menjadi masalah serius, pandemi Covid-19 justru semakin memperburuk keadaan. UN Women telah menyuarakan keprihatinan terhadap peningkatan eksponensial, terkait kekerasan berbasis gender yang dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Termasuk, kekerasan online yang difasilitasi oleh teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Melalui Digital Access Programme Pemerintah Inggris, Kedutaan Besar Inggris Jakarta, bekerja sama dengan SAFEnet dan Get Safe Online (GSO) Inggris, telah melaksanakan program untuk mengatasi peningkatan risiko ini dengan memprakarsai inisiatif “Awas KBGO”.

Proyek ini bertujuan menjadi pusat informasi berskala nasional untuk penanganan isu Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) dalam bentuk website interaktif sederhana. Selanjutnya, menghasilkan modul atau pedoman pembelajaran, serta konten multimedia serbaguna. Nantinya, modul ini disebarluaskan ke seluruh platform digital untuk masyarakat, institusi pendidikan, dan pemangku kebijakan terkait.

Program Awas KBGO mengadakan webinar bertajuk “Keamanan Digital dan Sekuritas untuk Internet yang Inklusif: SAFEnet dan Get Safe Online Inggris tentang Kekerasan Berbasis Gender dan Keamanan Siber Online”.

Sejak kolaborasi dimulai pada Desember 2020, SAFEnet telah menerbitkan dua buku panduan berjudul Aspek Hukum untuk Jerat Pelaku, sebuah buku panduan terkait ancaman dan penyebaran konten intim non-konsensual dan Usut Informasi Pelaku KBGO di Platform Digital sebagai buku panduan Platform Digital untuk korban dan para penegak hukum.

 

Melalui situs web AwasKBGO.id, SAFEnet juga menyediakan sumber daya untuk memahami masalah KBGO melalui publikasi, statistik kasus KBGO, dan kelas online. Kampanye media sosial juga membuka dialog untuk mendukung para korban dan mendidik para pengamat untuk mendukung para korban.

Bekerja sama dengan Kedutaan Besar Inggris Jakarta dan SAFEnet, Get Safe Online telah membuat situs web baru khusus untuk Indonesia www.getsafeonline.id. Dengan memasukkan lebih dari 200 halaman pendapat ahli yang mudah dipahami tentang cara agar tetap aman saat online, situs web baru ini diluncurkan pada April 2021 dan menjadi sumber pengetahuan gratis untuk seluruh elemen masyarakat di Indonesia.

Dengan menampilkan konten dalam bahasa Inggris dan Indonesia, situs ini akan memberi masyarakat Indonesia sumber informasi yang mudah diakses. Sehingga akan membantu siapapun agar tetap aman saat online di dunia maya.

Topik yang ditampilkan mencakup berbagai pokok pembahasan. Termasuk perlindungan pribadi serta informasi keamanan online yang dapat digunakan dalam dunia bisnis dan organisasi. Situs web baru yang bermanfaat ini didanai melalui Digital Access Programme Pemerintah Inggris di Indonesia, bekerja sama dengan SAFEnet dan pemangku kepentingan terkait.

Proyek Awas KBGO berjalan hingga November 2021 dengan dukungan dana DAP sebesar 116.671 poundstreling Inggris. Webinar yang diselenggarakan pada 20 April 2021 ini bekerja sama dengan BSSN dan Komnas Perempuan, memberi ruang untuk membahas pencapaian Awas KBGO dalam mendukung korban KBGO dan koordinasi pendampingan hukum. Get Safe Online akan menunjukkan penggunaan situs web baru mereka di Indonesia.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins mengatakan, internet harus menjadi sarana yang aman dan terjamin untuk mengakses pengetahuan. Owen menjelaskan, maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online tentunya sangat mengkhwatirkan. Karena semakin banyak aktivitas yang berpindah ke online, hal ini, menjadikan generasi muda menjadi kaum yang paling rentan. Karenakan mereka dipaksa belajar di rumah selama pandemi Covid-19.

“Perilaku mengancam dan mengintimidasi tentu tidak dapat diterima -baik itu di jalan ataupun secara online,” tukas Owen.

Owen menambahkan kerjasama internasional tentunya dibutuhkan untuk menyoroti dan mengatasi masalah ini. “Saya senang Inggris dapat bekerja sama dengan Indonesia dalam hal ini. Kedutaan Besar Inggris Jakarta membawa para ahli Inggris dari Get Safe Online, bermitra dengan SAFEnet Indonesia untuk memajukan proyek Awas KBGO – sebuah program yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang Kekerasan Berbasis Gender Online melalui platform digital,” jelasnya.

“Situs Get Safe Online Indonesia yang baru juga akan diluncurkan hari ini (20 Apr). Kita dapat memanfaatkan teknologi baru yang pertama kali digunakan dalam pencegahan kejahatan dunia maya. Serta memberikan opsi perlindungan yang lebih besar bagi para korban. Semuanya adalah langkah positif dalam mengatasi masalah ini,” kata Owen.

 

Sementara Kepala Subdivisi Digital At-Risks, SAFEnet / Southeast Asia Freedom of Expression Network, Ellen Kusuma mengatakan, maraknya penyebaran gambar intim non-konsensual atau yang banyak disebut revenge porn — istilah yang menyiratkan untuk menyalahkan korban, tentunya tidak boleh berlangsung terus, dan hal menunjukkan betapa buruknya situasi ini di tengah pandemi Covid-19, karenakan maraknya masyarakat mengakses teknologi digital.

“Semua aspek yang mendukung para korban, mulai dari pelayanan, pertolongan, hingga pengaduan polisi, dan proses persidangan menghadapi tantangan yang berat, dari maraknya kasus dan kurangnya dukungan. Bahkan, sebelum pandemi terjadi,” tukas Ellen.

Ia menjelaskan, misi Awas KBGO dari SAFEnet adalah agar publik memiliki platform rujukan ketika terjadi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Lalu, mendapatkan pengetahuan tentang kekerasan berbasis gender online dalam bahasa Indonesia, serta memperoleh literasi digital agar dapat mengkomunikasikan hal ini secara tajam.

Ellen menambahkan, materi yang diedarkan secara luas, sekaligus memperkuat dukungan bagi para korban. “Kami senang program ini telah memberikan dukungan terhadap kebutuhan para korban. Karena dari umpan balik yang kami terima, korban senang dapat mengetahui lebih jauh kompleksitas kekerasan berbasis gender online yang menimpa mereka dari informasi yang disebarkan melalui website Awas KBGO dan media sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut Ellen menambahkan, pihaknya senang mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Inggris Jakarta dan Get Safe Online, serta mitra lainnya, seperti Komnas Perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Bareskrim Polri, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

Sedangkan Peter Davies, Global Ambassador dari Get Safe Online mengatakan, Get Safe Online telah memberikan layanan pendidikan dan kesadaran publik secara gratis dan dapat diakses terkait risiko online selama lebih dari 10 tahun. Juga memiliki reputasi terpercaya di antara komunitas keamanan siber dan publik.

Baru-baru ini, ungkapnya, Get Safe Online telah memperluas layanannya ke 22 negara di seluruh Persemakmuran Inggris Raya. Meluncurkan situs web terbaru di Indonesia, diakui Peter sangatlah penting. Dengan harapan, website ini dapat menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh komunitas di seluruh negeri di dunia digital yang terus berubah.

“Terima kasih kami kepada SAFEnet dan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta yang telah membantu mewujudkan agenda ini,” pungkasnya. [RSM]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories