Kerek Pertumbuhan Ekonomi Tiga Menteri Jokowi Dukung Pondok Wisata Di Kawasan Candi Borobudur

Tiga menteri Jokowi meninjau pembangunan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. 

Mereka memuji program tersebut, karena dinilai mampu meningkatkan perekonomian karena para wisatawan bisa menyewa kamar di Sarhunta tersebut.

Di sana, Menteri Kabinet Indonesia Maju ini mendatangi salah satu homestay penerima bantuan program Sarhunta untuk pondok wisata (homestay) di Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Menko Marinvest, Luhut Binsar Pandjaitan meyakini homestay ini akan sangat berdampak besar bagi perekonomian warga sekitar Borobudur. 

Senada disampaikan Menparekraf, Sandiaga Uno. Ia  sangat mengapresiasi Pembangunan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) ini.  Selain memperbaiki kualitas rumah, program ini mampu meningkatkan nilai ekonomi penerima bantuan, khususnya dan warga sekitarnya pada umumnya.

“Program Sarhunta ini merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong sektor pariwisata agar segera bangkit di masa pandemi,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dikutip keterangannya, Minggu (14/3).

Menurut Khalawi, penataan dan peningkatan kualitas rumah masyarakat di sekitar objek wisata di Indonesia sangat diperlukan. Untuk itu, melalui Program Sarhunta ini diharapkan rumah-rumah masyarakat yang tidak layak huni bisa di tingkatkan kualitasnya agar lebih layak huni dan bisa menjadi tempat usaha dengan menyewakan rumah yang dijadikan homestay kepada wisatawan yang datang berkunjung.

“Penataan rumah lewat Program Sarhunta ada yang di sekitar maupun korindor sepanjang jalan menuju objek wisata tersebut,” terangnya. 

Sementara itu, Direktur Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, K.M. Arsyad menjelaskan, Program Sarhunta di KSPN Candi Borobudur sudah berhasil memperbaiki sebanyak 821 unit rumah yang tersebar di 15 Desa di sekitar Candi Borobudur.

“Dari data yang kami miliki terdapat 382 unit rumah Peningkatan Kualitas Rumah dengan Fungsi Homestay dan Usaha Pariwisata Lainnya dan 439 yang tidak memiliki fungsi usaha pariwisata,” ungkapnya.

Tampak hadir, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim serta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. [MFA]

]]> Tiga menteri Jokowi meninjau pembangunan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. 

Mereka memuji program tersebut, karena dinilai mampu meningkatkan perekonomian karena para wisatawan bisa menyewa kamar di Sarhunta tersebut.

Di sana, Menteri Kabinet Indonesia Maju ini mendatangi salah satu homestay penerima bantuan program Sarhunta untuk pondok wisata (homestay) di Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Menko Marinvest, Luhut Binsar Pandjaitan meyakini homestay ini akan sangat berdampak besar bagi perekonomian warga sekitar Borobudur. 

Senada disampaikan Menparekraf, Sandiaga Uno. Ia  sangat mengapresiasi Pembangunan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) ini.  Selain memperbaiki kualitas rumah, program ini mampu meningkatkan nilai ekonomi penerima bantuan, khususnya dan warga sekitarnya pada umumnya.

“Program Sarhunta ini merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong sektor pariwisata agar segera bangkit di masa pandemi,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dikutip keterangannya, Minggu (14/3).

Menurut Khalawi, penataan dan peningkatan kualitas rumah masyarakat di sekitar objek wisata di Indonesia sangat diperlukan. Untuk itu, melalui Program Sarhunta ini diharapkan rumah-rumah masyarakat yang tidak layak huni bisa di tingkatkan kualitasnya agar lebih layak huni dan bisa menjadi tempat usaha dengan menyewakan rumah yang dijadikan homestay kepada wisatawan yang datang berkunjung.

“Penataan rumah lewat Program Sarhunta ada yang di sekitar maupun korindor sepanjang jalan menuju objek wisata tersebut,” terangnya. 

Sementara itu, Direktur Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, K.M. Arsyad menjelaskan, Program Sarhunta di KSPN Candi Borobudur sudah berhasil memperbaiki sebanyak 821 unit rumah yang tersebar di 15 Desa di sekitar Candi Borobudur.

“Dari data yang kami miliki terdapat 382 unit rumah Peningkatan Kualitas Rumah dengan Fungsi Homestay dan Usaha Pariwisata Lainnya dan 439 yang tidak memiliki fungsi usaha pariwisata,” ungkapnya.

Tampak hadir, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim serta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. [MFA]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories