Kepercayaan Terhadap Vaksinasi RI Di Bawah Vietnam, Tapi Di Atas Filipina .

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan, kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi dianggap sudah baik. Meski begitu, masyarakat diminta tak lengah. Protokol kesehatan harus tetap dijalankan. 

Menkominfo Johnny G Plate mengungkapkan, berdasarkan survei global Facebook bersama University of Maryland, tingkat penerimaan vaksin (vaccine acceptance rates) di Indonesia berada di angka 74,59 persen. “Masyarakat semakin mengerti dan paham akan pentingnya vaksinasi Covid-19,” ujar Johnny, di Jakarta, kemarin. 

Survei Facebook itu merupakan bagian program Data for Good. Survei dilakukan terhadap lebih dari 39 juta responden di 200 negara dan wilayah, sejak April 2020. Tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia lebih tinggi dari negara tetangga, Filipina, yang tingkat vaccine acceptance rate-nya hanya 60 persen. Tapi masih di bawah Vietnam, yang menunjukkan angka 86 persen. 

Meski tingkat penerimaan vaksin masyarakat Indonesia sudah cukup baik, Johnny tetap mengingatkan masyarakat melaksanakan vaksinasi Covid19, sesuai jadwal yang ditentukan dan diatur pejabat yang ditunjuk. “Agar vaksinasi berjalan lancar dan Indonesia dapat segera mencapai herd immunity,” imbuh politisi NasDem ini. 

Dia juga meminta masyarakat tetap tertib menjalankan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. “Jangan lupa, terus ingatkan kepada setiap sahabat, kenalan dan keluarga,” imbau Johnny. 

Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia dimulai sejak 13 Januari, diberikan bertahap secara gratis kepada masyarakat. Dimulai dari tenaga kesehatan dan para pekerja di sektor publik, yang berisiko terpapar virus Corona. 

Johnny menyatakan, untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 berjalan lancar, pemerintah menerapkan manajemen Satu Data Vaksinasi Covid-19. Manajemen itu sekaligus untuk perlindungan dan keamanan data program. 

Pemerintah mengintegrasikan tiga aplikasi yang sebelumnya secara terpisah digunakan untuk mengatasi penyebaran virus Corona, yaitu PeduliLindungi dari Kominfo, PrimaryCare dari BPJS Kesehatan, dan Smile dari Kementerian Kesehatan serta United Nation Development Program (UNDP). Ketiga aplikasi tersebut berbagi fungsi untuk pendaftaran ulang, pencatatan hasil vaksinasi, hingga memantau distribusi vaksin dari tingkat provinsi sampai ke titik fasilitas layanan kesehatan. 

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, masih banyak orang yang merasa enggan disuntik vaksin Corona. Padahal, untuk mencapai herd immunity, sebanyak 60-70 persen penduduk Indonesia harus divaksinasi. Dia pun menyinggung soal masalah kepercayaan masyarakat terhadap vaksin Corona. 

Budi menjelaskan, vaksinasi Covid-19 tak hanya bertujuan melindungi diri sendiri, tetapi juga orang di sekitar mereka dari risiko infeksi virus Corona. “Ini sangat manusiawi. Ayo kita lakukan dan dukung program vaksinasi ini,” imbaunya. 

Budi mengatakan, rencananya dalam waktu 15 bulan, sebanyak 70 persen penduduk Indonesia bisa disuntik vaksin Corona. Vaksin tersebut pun akan dipastikan keamanan dan kemanjurannya sebelum diberikan kepada masyarakat. “Jadi dari 269 juta orang di Indonesia yang di atas 18 tahun, ada 188 juta orang. Kalau kita keluarkan, yang masuk kategori eksklusi, seperti ibu hamil, komorbidnya tinggi, dan pernah kena Covid itu jadi ada sekitar 181 juta orang. Sebanyak 181 juta orang ini yang menjadi target vaksinasi kita,” jelasnya. [DIR]

]]> .
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan, kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi dianggap sudah baik. Meski begitu, masyarakat diminta tak lengah. Protokol kesehatan harus tetap dijalankan. 

Menkominfo Johnny G Plate mengungkapkan, berdasarkan survei global Facebook bersama University of Maryland, tingkat penerimaan vaksin (vaccine acceptance rates) di Indonesia berada di angka 74,59 persen. “Masyarakat semakin mengerti dan paham akan pentingnya vaksinasi Covid-19,” ujar Johnny, di Jakarta, kemarin. 

Survei Facebook itu merupakan bagian program Data for Good. Survei dilakukan terhadap lebih dari 39 juta responden di 200 negara dan wilayah, sejak April 2020. Tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia lebih tinggi dari negara tetangga, Filipina, yang tingkat vaccine acceptance rate-nya hanya 60 persen. Tapi masih di bawah Vietnam, yang menunjukkan angka 86 persen. 

Meski tingkat penerimaan vaksin masyarakat Indonesia sudah cukup baik, Johnny tetap mengingatkan masyarakat melaksanakan vaksinasi Covid19, sesuai jadwal yang ditentukan dan diatur pejabat yang ditunjuk. “Agar vaksinasi berjalan lancar dan Indonesia dapat segera mencapai herd immunity,” imbuh politisi NasDem ini. 

Dia juga meminta masyarakat tetap tertib menjalankan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. “Jangan lupa, terus ingatkan kepada setiap sahabat, kenalan dan keluarga,” imbau Johnny. 

Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia dimulai sejak 13 Januari, diberikan bertahap secara gratis kepada masyarakat. Dimulai dari tenaga kesehatan dan para pekerja di sektor publik, yang berisiko terpapar virus Corona. 

Johnny menyatakan, untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 berjalan lancar, pemerintah menerapkan manajemen Satu Data Vaksinasi Covid-19. Manajemen itu sekaligus untuk perlindungan dan keamanan data program. 

Pemerintah mengintegrasikan tiga aplikasi yang sebelumnya secara terpisah digunakan untuk mengatasi penyebaran virus Corona, yaitu PeduliLindungi dari Kominfo, PrimaryCare dari BPJS Kesehatan, dan Smile dari Kementerian Kesehatan serta United Nation Development Program (UNDP). Ketiga aplikasi tersebut berbagi fungsi untuk pendaftaran ulang, pencatatan hasil vaksinasi, hingga memantau distribusi vaksin dari tingkat provinsi sampai ke titik fasilitas layanan kesehatan. 

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, masih banyak orang yang merasa enggan disuntik vaksin Corona. Padahal, untuk mencapai herd immunity, sebanyak 60-70 persen penduduk Indonesia harus divaksinasi. Dia pun menyinggung soal masalah kepercayaan masyarakat terhadap vaksin Corona. 

Budi menjelaskan, vaksinasi Covid-19 tak hanya bertujuan melindungi diri sendiri, tetapi juga orang di sekitar mereka dari risiko infeksi virus Corona. “Ini sangat manusiawi. Ayo kita lakukan dan dukung program vaksinasi ini,” imbaunya. 

Budi mengatakan, rencananya dalam waktu 15 bulan, sebanyak 70 persen penduduk Indonesia bisa disuntik vaksin Corona. Vaksin tersebut pun akan dipastikan keamanan dan kemanjurannya sebelum diberikan kepada masyarakat. “Jadi dari 269 juta orang di Indonesia yang di atas 18 tahun, ada 188 juta orang. Kalau kita keluarkan, yang masuk kategori eksklusi, seperti ibu hamil, komorbidnya tinggi, dan pernah kena Covid itu jadi ada sekitar 181 juta orang. Sebanyak 181 juta orang ini yang menjadi target vaksinasi kita,” jelasnya. [DIR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories