Kepala BPIP: Keluarga Benteng Dari Aksi Radikalisme Dan Terorisme

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi menekankan, pentingnya keluarga sebagai benteng pertahanan dari aksi radikalisme dan terorisme.

“Peran keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam penanaman nilai-nilai Pancasila sangat penting,” ujar Yudian saat kunjungan kerja ‘Penguatan Karakter Nilai-Nilai Pancasila Melalui Keluarga di Kampung KB’ di Kabupaten Indramayu, Selasa (30/3).

Lebih lanjut, keluarga sangat rentan jadi sasaran pelanggaran HAM dan pembelokkan ideologi.

“Penanaman nilai-nilai kesetaraan, toleransi dan Pancasila adalah bagian pembangunan karakter keluarga yang berwawasan ke depan dan bertanggungjawab,” jelas pemecah rekor sebagai dosen pertama dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang berhasil menembus Harvard Law School di AS ini.

Menurut Yudian, segala masalah bisa diminimalisir jika ada kesadaran sebagai bangsa majemuk dan Pancasilais. “Perombakan inilah yang disebut revolusi mental. Pencapaian karakter Pancasila akan sangat menentukan visi Indonesia Maju 2045,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasiomal (BKKBN) Hasto Wardoyo menilai upaya pembangunan karakter bangsa Pancasilais perlu dukungan kerja sama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. “Sungguh kehormatan bagi kami bekerja sama dengan BPIP. Ini bukti pemerintah menyapa warganya,” ucap Hasto.

Kegiatan kali ini untuk mendukung agenda pembangunan nasional dalam peningkatan SDM yang berkualitas dan berdaya saing di era globalisasi. “Pentingnya anak-anak dan remaja dalam keluarga sebagai penggerak dan agen perubahan bagi kemajuan bangsa,” tegas Hasto.

Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim ikut juga mengapresiasi BPIP dan BKKBN. “Saya kira ini keberuntungan bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat, karena program ini sangat bermanfaat,” puji Lucky.

Secara khusus, ia berharap program bersama kedua lembaga bisa menekan angka pernikahan muda dan perceraian. “Semoga program bersama ini berkesinambungan,” pungkasnya. [GO]

]]> Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi menekankan, pentingnya keluarga sebagai benteng pertahanan dari aksi radikalisme dan terorisme.

“Peran keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam penanaman nilai-nilai Pancasila sangat penting,” ujar Yudian saat kunjungan kerja ‘Penguatan Karakter Nilai-Nilai Pancasila Melalui Keluarga di Kampung KB’ di Kabupaten Indramayu, Selasa (30/3).

Lebih lanjut, keluarga sangat rentan jadi sasaran pelanggaran HAM dan pembelokkan ideologi.

“Penanaman nilai-nilai kesetaraan, toleransi dan Pancasila adalah bagian pembangunan karakter keluarga yang berwawasan ke depan dan bertanggungjawab,” jelas pemecah rekor sebagai dosen pertama dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang berhasil menembus Harvard Law School di AS ini.

Menurut Yudian, segala masalah bisa diminimalisir jika ada kesadaran sebagai bangsa majemuk dan Pancasilais. “Perombakan inilah yang disebut revolusi mental. Pencapaian karakter Pancasila akan sangat menentukan visi Indonesia Maju 2045,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasiomal (BKKBN) Hasto Wardoyo menilai upaya pembangunan karakter bangsa Pancasilais perlu dukungan kerja sama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. “Sungguh kehormatan bagi kami bekerja sama dengan BPIP. Ini bukti pemerintah menyapa warganya,” ucap Hasto.

Kegiatan kali ini untuk mendukung agenda pembangunan nasional dalam peningkatan SDM yang berkualitas dan berdaya saing di era globalisasi. “Pentingnya anak-anak dan remaja dalam keluarga sebagai penggerak dan agen perubahan bagi kemajuan bangsa,” tegas Hasto.

Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim ikut juga mengapresiasi BPIP dan BKKBN. “Saya kira ini keberuntungan bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat, karena program ini sangat bermanfaat,” puji Lucky.

Secara khusus, ia berharap program bersama kedua lembaga bisa menekan angka pernikahan muda dan perceraian. “Semoga program bersama ini berkesinambungan,” pungkasnya. [GO]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories