Kepala BNPT: Soft Opening KTN Garut Bukti Negara Hadir Lawan Radikalisme Terorisme

Setelah sukses menggelar soft launching Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) di Turen Jawa Timur dan Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB), kini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kembali menggelar soft opening KTN seluas 10 Hektar di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menjelaskan, kehadiran KTN Garut merupakan bentuk kehadiran negara dalam proses deradikalisasi berbasiskan kesejahteraan dengan konsep pentahelix melibatkan banyak pihak.

Keterlibatan banyaknya pihak dalam program KTN adalah simbol perlawanan terhadap virus intoleran terorisme yang menjadi musuh bersama.

“Di dalam KTN ini melibatkan banyak pihak. Mengingat terorisme adalah musuh negara. Negara harus hadir dan semua pihak harus dilibatkan,” ujar Boy, dalam rilis yang diterima RMid, Minggu (3/7).

Boy mengungkapkan, Garut dipilih menjadi salah satu lokasi pembangunan KTN untuk menekan potensi yang mungkin saja muncul di wilayah tersebut. Menurutnya, program seperti ini disiapkan untuk membangun kewaspadaan bersama terhadap radikalisme terorisme.

Dengan kehadiran KTN Garut, diharapkan semua pihak dapat merasakan manfaatnya terutama bagi mitra derad, agar mereka dapat berbaur serta diterima dengan baik oleh masyarakat umum.

“Dengan KTN ini diharapkan proses reintegrasi mitra derad dengan masyarakat dapat berjalan dengan baik, sehingga mereka diterima baik oleh masyarakat umum,” harap Boy. 

Sementara itu Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mewakili Pemda Kabupaten Garut merasa bangga dengan pembangunan KTN di wilayah Garut.

Menurutnya, hal ini menandakan bahwa Pemda dan Masyarakat Garut sepakat menolak seluruh bentuk ideologi kekerasan yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kami bisa berbangga dengan hadirnya KTN di Desa Harumansari Garut ini. Kami tidak ingin ada terorisme di Indonesia,” jelasnya.

 

Salah seorang dari enam mitra derad dari yang hadir dalam kegiatan soft opening ini mengaku memiliki harapan besar kepada KTN Garut sebagai sarana reintegrasi sosial. Dia mengakui, tidak mudah untuk menjadi seorang mitra derad dengan stigma masyarakat.

Dengan hadirnya KTN dirinya dapat berkontribusi untuk membangun kemandirian ekonomi dan berbaur dengan masyarakat sekitar.

“KTN ini terobosan paling bagus karena kami bisa menjalin sinergi kami yang mantan napiter ini dengan masyarakat,” kata Yoki Candra, mitra derad tersebut. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPT juga meninjau dan meresmikan Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan (Warung) NKRI dan Posko KTN Garut serta secara simbolis melakukan penanaman bibit buah alpukat.

Hal itu dilakukannya bersama dengan Wakil Bupati Garut, Ketua FKPT Jabar Iip Hidayat, perwakilan Bank Mandiri, PT Alba Baja Banten, dan Eiger PT Eigerindo Multi Produk Industri.

Nantinya lahan yang berada di Desa Haruman Sari akan dimanfaatkan sebagai area budidaya lebah madu, jagung, gula aren, alpukat dan juga sebagai objek pariwisata.

Selain dari K/L yang tergabung dalam program sinergisitas antar K/L dalam penanggulangan terorisme, terdapat pihak BUMN yang terlibat membantu terlaksananya kegiatan ini.

Di antaranya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Alba Baja Banten, PT Eigerindo Multi Produk Industri, PT Hardcorindo. ■

]]> Setelah sukses menggelar soft launching Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) di Turen Jawa Timur dan Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB), kini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kembali menggelar soft opening KTN seluas 10 Hektar di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menjelaskan, kehadiran KTN Garut merupakan bentuk kehadiran negara dalam proses deradikalisasi berbasiskan kesejahteraan dengan konsep pentahelix melibatkan banyak pihak.

Keterlibatan banyaknya pihak dalam program KTN adalah simbol perlawanan terhadap virus intoleran terorisme yang menjadi musuh bersama.

“Di dalam KTN ini melibatkan banyak pihak. Mengingat terorisme adalah musuh negara. Negara harus hadir dan semua pihak harus dilibatkan,” ujar Boy, dalam rilis yang diterima RMid, Minggu (3/7).

Boy mengungkapkan, Garut dipilih menjadi salah satu lokasi pembangunan KTN untuk menekan potensi yang mungkin saja muncul di wilayah tersebut. Menurutnya, program seperti ini disiapkan untuk membangun kewaspadaan bersama terhadap radikalisme terorisme.

Dengan kehadiran KTN Garut, diharapkan semua pihak dapat merasakan manfaatnya terutama bagi mitra derad, agar mereka dapat berbaur serta diterima dengan baik oleh masyarakat umum.

“Dengan KTN ini diharapkan proses reintegrasi mitra derad dengan masyarakat dapat berjalan dengan baik, sehingga mereka diterima baik oleh masyarakat umum,” harap Boy. 

Sementara itu Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mewakili Pemda Kabupaten Garut merasa bangga dengan pembangunan KTN di wilayah Garut.

Menurutnya, hal ini menandakan bahwa Pemda dan Masyarakat Garut sepakat menolak seluruh bentuk ideologi kekerasan yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kami bisa berbangga dengan hadirnya KTN di Desa Harumansari Garut ini. Kami tidak ingin ada terorisme di Indonesia,” jelasnya.

 

Salah seorang dari enam mitra derad dari yang hadir dalam kegiatan soft opening ini mengaku memiliki harapan besar kepada KTN Garut sebagai sarana reintegrasi sosial. Dia mengakui, tidak mudah untuk menjadi seorang mitra derad dengan stigma masyarakat.

Dengan hadirnya KTN dirinya dapat berkontribusi untuk membangun kemandirian ekonomi dan berbaur dengan masyarakat sekitar.

“KTN ini terobosan paling bagus karena kami bisa menjalin sinergi kami yang mantan napiter ini dengan masyarakat,” kata Yoki Candra, mitra derad tersebut. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPT juga meninjau dan meresmikan Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan (Warung) NKRI dan Posko KTN Garut serta secara simbolis melakukan penanaman bibit buah alpukat.

Hal itu dilakukannya bersama dengan Wakil Bupati Garut, Ketua FKPT Jabar Iip Hidayat, perwakilan Bank Mandiri, PT Alba Baja Banten, dan Eiger PT Eigerindo Multi Produk Industri.

Nantinya lahan yang berada di Desa Haruman Sari akan dimanfaatkan sebagai area budidaya lebah madu, jagung, gula aren, alpukat dan juga sebagai objek pariwisata.

Selain dari K/L yang tergabung dalam program sinergisitas antar K/L dalam penanggulangan terorisme, terdapat pihak BUMN yang terlibat membantu terlaksananya kegiatan ini.

Di antaranya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Alba Baja Banten, PT Eigerindo Multi Produk Industri, PT Hardcorindo. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories