Kepala BNPT Ajak 6.576 Praja IPDN Jadi Garda Terdepan Jaga NKRI Dari Ideologi Radikal Terorisme

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar memberikan stadium general alias kuliah umum kepada 6.576 Praja dan seluruh Civitas Academia Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di Balairung Jenderal Rudini IPDN, Jatinangor, Sumedang Provinsi Jawa Barat pSenin (4/7).

Pemberian kuliah umum dengan tema “Deteksi Dini Modus Perkembangan Gerakan Radikalisme” ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan Praja IPDN atas ancaman nyata radikal terorisme yang mengancam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dengan adanya pengetahuan kewaspadaan terkait radikalisme dan terorisme, Praja IPDN dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI dari pengaruh buruk ideologi radikal terorisme.

“Praja diharapkan dapat menjadi garda menjaga NKRI dari berbagai pengaruh buruk ideologi radikal terorisme,” jelasnya.

Selain pengetahuan dan pemahaman yang baik terkait berbagai bentuk radikalisme dan terorisme, Praja IPDN diingatkan untuk memahami jati diri bangsa Indonesia yang memiliki karakter pluralisme yang kuat di tengah keanekaragaman suku dan agama penduduknya.

“Diharapkan Praja IPDN tidak disorientasi dengan bangsanya. Tetapi dapat berperan selalu mencintai nilai luhur bangsa,” tutur Boy.

Sementara itu, Rektor IPDN Hadi Prabowo menjelaskan komitmen IPDN dalam menolak paham radikalisme dan terorisme. Menurutnya para Praja IPDN selalu diingatkan akan bahaya radikalisme dan terorisme.

 

“Yenny Wahid dan Densus 88 telah juga mengisi paparan kepada Praja IPDN terkait radikalisme dan terorisme beberapa waktu lalu. Sekarang Pak Boy datang memberikan kuliah umum, jadi lebih lengkap pengetahuan dan pemahaman praja sebagai kader pemerintahan dalam negeri terkait masalah radikalisme dan terorisme,” jelasnya.

Selain diadakan secara luring, kegiatan Stadium General “Deteksi Dini Modus Perkembangan Gerakan Radikalisme” Juga disiarkan secara Live YouTube agar dapat disaksikan oleh Praja IPDN Kampus Daerah yang tersebar di Jakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, NTB, Aceh, Kalimantan Barat dan Papua. ■

]]> Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar memberikan stadium general alias kuliah umum kepada 6.576 Praja dan seluruh Civitas Academia Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di Balairung Jenderal Rudini IPDN, Jatinangor, Sumedang Provinsi Jawa Barat pSenin (4/7).

Pemberian kuliah umum dengan tema “Deteksi Dini Modus Perkembangan Gerakan Radikalisme” ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan Praja IPDN atas ancaman nyata radikal terorisme yang mengancam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dengan adanya pengetahuan kewaspadaan terkait radikalisme dan terorisme, Praja IPDN dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI dari pengaruh buruk ideologi radikal terorisme.

“Praja diharapkan dapat menjadi garda menjaga NKRI dari berbagai pengaruh buruk ideologi radikal terorisme,” jelasnya.

Selain pengetahuan dan pemahaman yang baik terkait berbagai bentuk radikalisme dan terorisme, Praja IPDN diingatkan untuk memahami jati diri bangsa Indonesia yang memiliki karakter pluralisme yang kuat di tengah keanekaragaman suku dan agama penduduknya.

“Diharapkan Praja IPDN tidak disorientasi dengan bangsanya. Tetapi dapat berperan selalu mencintai nilai luhur bangsa,” tutur Boy.

Sementara itu, Rektor IPDN Hadi Prabowo menjelaskan komitmen IPDN dalam menolak paham radikalisme dan terorisme. Menurutnya para Praja IPDN selalu diingatkan akan bahaya radikalisme dan terorisme.

 

“Yenny Wahid dan Densus 88 telah juga mengisi paparan kepada Praja IPDN terkait radikalisme dan terorisme beberapa waktu lalu. Sekarang Pak Boy datang memberikan kuliah umum, jadi lebih lengkap pengetahuan dan pemahaman praja sebagai kader pemerintahan dalam negeri terkait masalah radikalisme dan terorisme,” jelasnya.

Selain diadakan secara luring, kegiatan Stadium General “Deteksi Dini Modus Perkembangan Gerakan Radikalisme” Juga disiarkan secara Live YouTube agar dapat disaksikan oleh Praja IPDN Kampus Daerah yang tersebar di Jakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, NTB, Aceh, Kalimantan Barat dan Papua. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories