Kemnaker: Generasi Z Kunci Masa Depan Performa Bangsa

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi menjelaskan terkait usia angkatan kerja di musim pandemi Covid-19. Menurut dia, di masa pandemi Corona, gelombang pekerja berusia 18 hingga 30 tahun telah memasuki angkatan kerja.

“Kelompok kerja ini disebut kaum milenial yang identik dengan perkembangan teknologi, dan tak mudah memastikan agar kaum milenial ini dapat bekerja dengan baik di perusahaan,” kata Anwar, dalam acara Ngopi Daring Nasional yang digelar Kemnaker dengan Politeknik Ketenagakerjaan bertajuk How To Boost Millenial HR During Pandemic, Jumat (30/7).

Sementara penelitian Gallup pada 2016 memperlihatkan, hanya 29 persen karyawan milenial secara emosional dan perilaku terhubung erat dengan pekerjaan dan perusahaan.

“Hal ini tentu merupakan kerugian besar bagi perusahaan, karena mereka hanya muncul di jam kerja namun tidak memberikan yang terbaik untuk perkembangan perusahaan,“ ujar mantan Sekjen Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, generasi milenial di dunia kerja tercatat menempati posisi pertama dengan 33,25 persen. Selanjutnya peringkat kedua diraih oleh generasi Z dengan 29,23 persen, dan posisi ketiga oleh generasi X yaitu 25,74 persen, dan keempat baby boomers yang hanya 11,27 persen.

“Angka statistik ini menunjukkan kemampuan memaksimalkan generasi milenial dan generasi Z menjadi kunci performa bangsa Indonesia di masa depan,” sebut pria didikan Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Polteknaker, Elviandi Rusdy menilai, kehadiran milenial di masa pandemi dan revolusi industri 4.0 diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan produktivitas. Sehingga angkatan kerja di Indonesia dapat diserap dengan baik.

“Produktivitas kerja milenial di Indonesia saat ini masih sebesar 74,4 persen, masih di bawah rata-rata negara ASEAN sekitar 78,4 persen. Ini tantangan bagi kita ya,” tuturnya. [UMM]

]]> Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi menjelaskan terkait usia angkatan kerja di musim pandemi Covid-19. Menurut dia, di masa pandemi Corona, gelombang pekerja berusia 18 hingga 30 tahun telah memasuki angkatan kerja.

“Kelompok kerja ini disebut kaum milenial yang identik dengan perkembangan teknologi, dan tak mudah memastikan agar kaum milenial ini dapat bekerja dengan baik di perusahaan,” kata Anwar, dalam acara Ngopi Daring Nasional yang digelar Kemnaker dengan Politeknik Ketenagakerjaan bertajuk How To Boost Millenial HR During Pandemic, Jumat (30/7).

Sementara penelitian Gallup pada 2016 memperlihatkan, hanya 29 persen karyawan milenial secara emosional dan perilaku terhubung erat dengan pekerjaan dan perusahaan.

“Hal ini tentu merupakan kerugian besar bagi perusahaan, karena mereka hanya muncul di jam kerja namun tidak memberikan yang terbaik untuk perkembangan perusahaan,“ ujar mantan Sekjen Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, generasi milenial di dunia kerja tercatat menempati posisi pertama dengan 33,25 persen. Selanjutnya peringkat kedua diraih oleh generasi Z dengan 29,23 persen, dan posisi ketiga oleh generasi X yaitu 25,74 persen, dan keempat baby boomers yang hanya 11,27 persen.

“Angka statistik ini menunjukkan kemampuan memaksimalkan generasi milenial dan generasi Z menjadi kunci performa bangsa Indonesia di masa depan,” sebut pria didikan Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Polteknaker, Elviandi Rusdy menilai, kehadiran milenial di masa pandemi dan revolusi industri 4.0 diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan produktivitas. Sehingga angkatan kerja di Indonesia dapat diserap dengan baik.

“Produktivitas kerja milenial di Indonesia saat ini masih sebesar 74,4 persen, masih di bawah rata-rata negara ASEAN sekitar 78,4 persen. Ini tantangan bagi kita ya,” tuturnya. [UMM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories