Kemhan Jamin 25 Ribu Anggota Komcad Tidak Bawa Pulang Senjata

Kementerian Pertahanan (Kemhan) meminta seluruh pihak tidak khawatir dengan keberadaan batalyon Komponen Cadangan (Komcad). Institusi yang dinahkodai Prabowo Subianto itu bahkan menjamin Komcad tidak akan membawa pulang senjata.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Pertama (Marsma) TNI Penny Radjendra mengatakan, senjata yang rencananya akan diberikan kepada 25 ribu anggota Komcad, bukan untuk gaya-gayaan.

Senjata itu tidak akan bisa dibawa pulang, karena hanya diberikan saat mereka menjalani program latihan kemiliteran.

“Menembak itu kan dasar latihan militer. Jadi tentu saja ada latihan menembaknya. Tapi senjata itu tidak bisa mereka tenteng bawa pulang. Tidak seperti itu. Senjata itu hanya digunakan saat mereka berlatih,” kata Penny disela-sela kunjungannya ke PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Selasa (30/3).

Dia menjelaskan, latihan menembak yang diberikan semata-mata untuk menambah pengetahuan dan pengalaman. Demikian halnya latihan latihan fisik yang diberikan untuk menghadapi situasi saat negara perang.

“Jadi sekali lagi saya katakan, penggunaan senjata untuk Komcad itu digunakan saat latihan saja. Bukan untuk dibawa pulang,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pindad Persero Abraham Mose mengatakan, pihaknya telah merampungkan pengerjaan 25 ribu pucuk senjata untuk Komcad pesanan Kemhan. Senjata itu bertipe SS2-V5 A1, dan sudah dilengkapi sejumlah aksesoris pelengkap.

“SS2-V5 A1 yang diperuntukkan bagi Komcad ini berbeda dengan senjata organik yang digunakan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Senjata ini memiliki ukuran lebih pendek dan lebih ringan sehingga memudahkan mobilisasi. Selain itu, senjata ini juga dilengkapi dengan sejumlah aksesoris lain sehingga bisa dipasangi teleskop dan laser. Pegangannya juga enak karena tidak langsung ke handgun,” kata Abraham.

PT Pindad sendiri, lanjut dia, tahun ini akan fokus menyelesaikan sejumlah pesanan dari Kemhan. Mulai amunisi, senjata api, dan kendaraan taktis. Pun demikian amunisi senjata komcad yang ukurannya 6.65 milimeter.

“Ini merupakan PR (pekerjaan rumah) untuk Pindad dan luar biasa tahun ini. Artinya, dari pesanan ini bisa mengangkat pendapatan dan mudah-mudahan bisa mengangkat laba dari PT Pindad dengan adanya order-order dari Kementerian Pertahanan,” tuturnya. [DNU]

]]> Kementerian Pertahanan (Kemhan) meminta seluruh pihak tidak khawatir dengan keberadaan batalyon Komponen Cadangan (Komcad). Institusi yang dinahkodai Prabowo Subianto itu bahkan menjamin Komcad tidak akan membawa pulang senjata.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Pertama (Marsma) TNI Penny Radjendra mengatakan, senjata yang rencananya akan diberikan kepada 25 ribu anggota Komcad, bukan untuk gaya-gayaan.

Senjata itu tidak akan bisa dibawa pulang, karena hanya diberikan saat mereka menjalani program latihan kemiliteran.

“Menembak itu kan dasar latihan militer. Jadi tentu saja ada latihan menembaknya. Tapi senjata itu tidak bisa mereka tenteng bawa pulang. Tidak seperti itu. Senjata itu hanya digunakan saat mereka berlatih,” kata Penny disela-sela kunjungannya ke PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Selasa (30/3).

Dia menjelaskan, latihan menembak yang diberikan semata-mata untuk menambah pengetahuan dan pengalaman. Demikian halnya latihan latihan fisik yang diberikan untuk menghadapi situasi saat negara perang.

“Jadi sekali lagi saya katakan, penggunaan senjata untuk Komcad itu digunakan saat latihan saja. Bukan untuk dibawa pulang,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pindad Persero Abraham Mose mengatakan, pihaknya telah merampungkan pengerjaan 25 ribu pucuk senjata untuk Komcad pesanan Kemhan. Senjata itu bertipe SS2-V5 A1, dan sudah dilengkapi sejumlah aksesoris pelengkap.

“SS2-V5 A1 yang diperuntukkan bagi Komcad ini berbeda dengan senjata organik yang digunakan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Senjata ini memiliki ukuran lebih pendek dan lebih ringan sehingga memudahkan mobilisasi. Selain itu, senjata ini juga dilengkapi dengan sejumlah aksesoris lain sehingga bisa dipasangi teleskop dan laser. Pegangannya juga enak karena tidak langsung ke handgun,” kata Abraham.

PT Pindad sendiri, lanjut dia, tahun ini akan fokus menyelesaikan sejumlah pesanan dari Kemhan. Mulai amunisi, senjata api, dan kendaraan taktis. Pun demikian amunisi senjata komcad yang ukurannya 6.65 milimeter.

“Ini merupakan PR (pekerjaan rumah) untuk Pindad dan luar biasa tahun ini. Artinya, dari pesanan ini bisa mengangkat pendapatan dan mudah-mudahan bisa mengangkat laba dari PT Pindad dengan adanya order-order dari Kementerian Pertahanan,” tuturnya. [DNU]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories