Kementerian BUMN Dan BRI Dukung Pengembangan Usaha Klaster Tanaman Hias

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat pemberdayaan pelaku usaha khususnya pada sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) ke klaster-klaster usaha binaan BRI di Jawa Timur. Salah satunya klaster Tanaman Hias Sekarmulyo, Desa Sidomulyo.

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan dukungan langsung kepada klaster usaha binaan BRI, dengan melakuan kunjungan ke lokasi tersebut. Ia berharap, agar UMKM selalu optimistis meningkatkan skala usaha.

“Sehingga ketahanan ekonomi nasional dapat dibangun dari bawah dengan pemanfaatan sumber daya di masing-masing daerah,” jelas Erick dalam keterangan resminya, Kamis (20/1).

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menuturkan, Desa Sidomulyo yang juga dikenal sebagai Desa Bunga terletak di lereng Gunung Arjuna, dengan suhu yang cukup dingin.

Disebut Desa Bunga, karena hampir seluruh warganya bermata pencaharian sebagai petani bunga, yang dikembangkan oleh Kantor Cabang BRI Malang Soekarno Hatta.

Menurut Catur, melalui kunjungan bersama Menteri BUMN RI tersebut menunjukkan, BRI ingin menunjukkan keseriusannya dalam memberdayakan pelaku UMKM melalui skema klaster usaha. Sehingga pelaku usaha pun memiliki motivasi untuk terus mengembangkan usahanya, dan turut serta memberdayakan masyarakat sekitar.

“Dengan pemberdayaan tersebut, diharapkan akan ada peningkatan perekonomian masyarakat setempat di area klaster binaan, melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal,” ucap Catur.

Hal ini juga sambung Catur, merupakan wujud komitmen kami dalam mengangkat ekonomi kerakyatan melalui klaster usaha binaan. Kunjungan seperti ini memang rutin dilakukan, guna mengetahui lebih detail terkait kondisi pelaku usaha secara langsung.

 

“Kami bangga dengan pelaku usaha tanaman hias di sini yang sudah tergabung Klaster Tanaman Hias ini karena memang potensi ekonominya sangat besar,” paparnya.

Potensi ekonomi dari tanaman hias bisa berkembang, karena pihak desa memberikan dukungan langsung kepada warganya yang mayoritas sebagai petani tanaman hias. Klaster Usaha Binaan Tanaman Hias Sekarmulyo yang diketuai oleh Tono ini beranggotakan sekitar 80 pelaku usaha.

Mereka mempunyai tujuan yang sama dalam pemberdayaan petani bunga, terutama di bidang pembibitan, pembenihan, penanaman, pemeliharaan, dan pemasaran tanaman hias.

Sebagai gambaran, saat ini di Indonesia permintaan untuk komoditas tanaman hias semakin meningkat. Tanaman hias pun memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga menjanjikan keuntungan secara ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, produksi tanaman hias Indonesia mencapai lebih dari 714 Juta tangkai. Merujuk sebarannya, lima terbesar sentra tanaman hias berada Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Utara. [DWI]

]]> Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat pemberdayaan pelaku usaha khususnya pada sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) ke klaster-klaster usaha binaan BRI di Jawa Timur. Salah satunya klaster Tanaman Hias Sekarmulyo, Desa Sidomulyo.

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan dukungan langsung kepada klaster usaha binaan BRI, dengan melakuan kunjungan ke lokasi tersebut. Ia berharap, agar UMKM selalu optimistis meningkatkan skala usaha.

“Sehingga ketahanan ekonomi nasional dapat dibangun dari bawah dengan pemanfaatan sumber daya di masing-masing daerah,” jelas Erick dalam keterangan resminya, Kamis (20/1).

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menuturkan, Desa Sidomulyo yang juga dikenal sebagai Desa Bunga terletak di lereng Gunung Arjuna, dengan suhu yang cukup dingin.

Disebut Desa Bunga, karena hampir seluruh warganya bermata pencaharian sebagai petani bunga, yang dikembangkan oleh Kantor Cabang BRI Malang Soekarno Hatta.

Menurut Catur, melalui kunjungan bersama Menteri BUMN RI tersebut menunjukkan, BRI ingin menunjukkan keseriusannya dalam memberdayakan pelaku UMKM melalui skema klaster usaha. Sehingga pelaku usaha pun memiliki motivasi untuk terus mengembangkan usahanya, dan turut serta memberdayakan masyarakat sekitar.

“Dengan pemberdayaan tersebut, diharapkan akan ada peningkatan perekonomian masyarakat setempat di area klaster binaan, melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal,” ucap Catur.

Hal ini juga sambung Catur, merupakan wujud komitmen kami dalam mengangkat ekonomi kerakyatan melalui klaster usaha binaan. Kunjungan seperti ini memang rutin dilakukan, guna mengetahui lebih detail terkait kondisi pelaku usaha secara langsung.

 

“Kami bangga dengan pelaku usaha tanaman hias di sini yang sudah tergabung Klaster Tanaman Hias ini karena memang potensi ekonominya sangat besar,” paparnya.

Potensi ekonomi dari tanaman hias bisa berkembang, karena pihak desa memberikan dukungan langsung kepada warganya yang mayoritas sebagai petani tanaman hias. Klaster Usaha Binaan Tanaman Hias Sekarmulyo yang diketuai oleh Tono ini beranggotakan sekitar 80 pelaku usaha.

Mereka mempunyai tujuan yang sama dalam pemberdayaan petani bunga, terutama di bidang pembibitan, pembenihan, penanaman, pemeliharaan, dan pemasaran tanaman hias.

Sebagai gambaran, saat ini di Indonesia permintaan untuk komoditas tanaman hias semakin meningkat. Tanaman hias pun memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga menjanjikan keuntungan secara ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, produksi tanaman hias Indonesia mencapai lebih dari 714 Juta tangkai. Merujuk sebarannya, lima terbesar sentra tanaman hias berada Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Utara. [DWI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories