Kemenkes Targetkan 7 Persen Warga Yang Ogah Divaksin Segera Teredukasi .

Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menargetkan sekitar 7 persen orang yang tak mau divaksin Covid-19, dan 30 persen yang masih ragu-ragu dapat edukasi dan sosialisasi pentingnya vaksinasi.

“Untuk keluar dari pandemi, kita perlu saling bahu membahu untuk menciptakan kekebalan kelompok yang menjadi benteng pertahanan kita terhadap Covid-19. Informasi ini harus kita sampaikan pada penerima vaksin supaya mereka tidak ada keraguan, sehingga merasa siap divaksin,” ujar Nadia dalam sambutannya saat acara Google for Media, Rabu (24/3).

Data hingga Maret ini, tambah Nadia, Indonesia telah melakukan vaksinasi Covid-19 tahap 2 dari target vaksinasi pada 181,5 juta orang. Nadia memaparkan, pada tahap pertama yang diperuntukkan untuk tenaga kesehatan, saat ini sudah sekitar 1,4 juta yang menerima dosis pertama. Sementara sebanyak 1,2 juta orang sudah dapat dosis kedua.

Pada tahap kedua untuk kategori lanjut usia dan pekerja pelayanan publik, sekitar 1,1 juta orang dari kelompok pekerja publik sudah divaksin dosis pertama dan 540.000 orang kategori lansia.

“Memang masih perjalanan panjang, karena untuk sasaran target tenaga kesehatan sudah tercapai 100 persen, malah mungkin akan lebih jumlahnya. Tetapi untuk usia di atas 60 tahun, targetnya 21,5 juta, jadi kita masih harus mengakselarasi upaya dalam melakukan vaksinasi termasuk juga untuk pekerja pelayanan publik yang targetnya 16,9 juta orang,” papar Nadia.

Diingatkannya lagi, jika ingin segera keluar dari pandemi Covid-19, dan menekan angka kesakitan dan kematian, maka vaksinasi harus mencapai target agar kekebalan kelompok muncul.

Selain itu, Nadia berharap, kerja sama berbagai pihak mengenai informasi vaksinasi Covid-19 akan semakin menambah informasi dan memberikan akses yang luas terhadap masyarakat.

“Kita bisa melakukan peran bersama untuk memberantas hoaks terkait vaksinasi Covid-19,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak seperti Google, YouTube dan awak media untuk mewujudkan masyarakat melek digital sekaligus menghindari informasi-informasi keliru terkait Covid-19.

“Ketika makin banyak anggota masyarakat yang mencari tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di seluruh Indonesia. Kita semua optimistis proses vaksinasi yang terus berjalan akan membantu kita kembali melakukan kegiatan sehari-hari secara aman,” kata dia. [FAQ]

]]> .
Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menargetkan sekitar 7 persen orang yang tak mau divaksin Covid-19, dan 30 persen yang masih ragu-ragu dapat edukasi dan sosialisasi pentingnya vaksinasi.

“Untuk keluar dari pandemi, kita perlu saling bahu membahu untuk menciptakan kekebalan kelompok yang menjadi benteng pertahanan kita terhadap Covid-19. Informasi ini harus kita sampaikan pada penerima vaksin supaya mereka tidak ada keraguan, sehingga merasa siap divaksin,” ujar Nadia dalam sambutannya saat acara Google for Media, Rabu (24/3).

Data hingga Maret ini, tambah Nadia, Indonesia telah melakukan vaksinasi Covid-19 tahap 2 dari target vaksinasi pada 181,5 juta orang. Nadia memaparkan, pada tahap pertama yang diperuntukkan untuk tenaga kesehatan, saat ini sudah sekitar 1,4 juta yang menerima dosis pertama. Sementara sebanyak 1,2 juta orang sudah dapat dosis kedua.

Pada tahap kedua untuk kategori lanjut usia dan pekerja pelayanan publik, sekitar 1,1 juta orang dari kelompok pekerja publik sudah divaksin dosis pertama dan 540.000 orang kategori lansia.

“Memang masih perjalanan panjang, karena untuk sasaran target tenaga kesehatan sudah tercapai 100 persen, malah mungkin akan lebih jumlahnya. Tetapi untuk usia di atas 60 tahun, targetnya 21,5 juta, jadi kita masih harus mengakselarasi upaya dalam melakukan vaksinasi termasuk juga untuk pekerja pelayanan publik yang targetnya 16,9 juta orang,” papar Nadia.

Diingatkannya lagi, jika ingin segera keluar dari pandemi Covid-19, dan menekan angka kesakitan dan kematian, maka vaksinasi harus mencapai target agar kekebalan kelompok muncul.

Selain itu, Nadia berharap, kerja sama berbagai pihak mengenai informasi vaksinasi Covid-19 akan semakin menambah informasi dan memberikan akses yang luas terhadap masyarakat.

“Kita bisa melakukan peran bersama untuk memberantas hoaks terkait vaksinasi Covid-19,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak seperti Google, YouTube dan awak media untuk mewujudkan masyarakat melek digital sekaligus menghindari informasi-informasi keliru terkait Covid-19.

“Ketika makin banyak anggota masyarakat yang mencari tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di seluruh Indonesia. Kita semua optimistis proses vaksinasi yang terus berjalan akan membantu kita kembali melakukan kegiatan sehari-hari secara aman,” kata dia. [FAQ]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories