Kemendes PDTT Akan Lakukan Penyesuaian Otomatis Anggaran Rp 196,4 Miliar

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan melakukan automatic adjustment alias penyesuaian otomatis dalam pengelolaan anggaran 2022 sebesar Rp196,4 miliar. 

“Automatic adjustment ini berdasarkan pada surat Menteri Keuangan No S458/mk.02/2022 tertanggal 23 Mei 2022 hal penambahan automatic adjustment belanja K/L Tahun 2022,” kata Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, di Senayan, Jakarta, Senin (30/5).

Menurutnya, automatic adjustment itu bersumber dari dana rupiah murni, di luar belanja pegawai dan belanja barang operasional, serta di luar belanja anggaran pendidikan.

Juga, di luar belanja perlindungan sosial (perlinsos) penerima bantuan iuran (PBI), Bansos PKH, dan kartu sembako atau program untuk melindungi masyarakat miskin.

Selanjutnya, ada belanja non operasional yang belum dilakukan penandatanganan kontrak per tanggal 25 Mei 2022 dan juga dapat mencakup belanja modal yang belum dilakukan.

“Sumber-sumber inilah yang nanti akan kita sisir dalam waktu yang tidak lama untuk memenuhi surat Menteri Keuangan terkait dengan automatic adjustment itu sebesar Rp 196,43 miliar,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, menteri yang biasa disapa Gus Halim ini juga menyampaikan, untuk serapan anggaran Tahun 2022 sampai dengan 30 Mei 2022 telah mencapai 26,35 persen. Ia mengakui, realisasi serapan anggaran itu masih ada kesenjangan sebesar 5,29 persen dengan yang ditargetkan.

“Sedikit di bawah yang direncanakan 31,64 persen, meskipun di bulan April kemarin realisasi sudah di atas yang direncanakan,” tutur Gus Halim.

 

Sebelumnya, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata mengatakan, telah meminta setiap kementerian dan lembaga untuk menerapkan konsep automatic adjustment atau penyesuaian otomatis dalam pengelolaan anggaran 2022.

“Kita perkenalkan konsep automatic adjustment, realisasinya dengan meminta Kementerian dan Lembaga untuk menyisihkan anggaran yang paling tidak prioritas untuk tidak buru-buru dipakai,” kata Isa.

Anggaran ini diminta disimpan sampai Kementerian Keuangan mengatakan tidak akan melakukan refocusing dan realokasi anggaran 2022 untuk menangani lonjakan kasus Covid-19. ■

]]> Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan melakukan automatic adjustment alias penyesuaian otomatis dalam pengelolaan anggaran 2022 sebesar Rp196,4 miliar. 

“Automatic adjustment ini berdasarkan pada surat Menteri Keuangan No S458/mk.02/2022 tertanggal 23 Mei 2022 hal penambahan automatic adjustment belanja K/L Tahun 2022,” kata Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, di Senayan, Jakarta, Senin (30/5).

Menurutnya, automatic adjustment itu bersumber dari dana rupiah murni, di luar belanja pegawai dan belanja barang operasional, serta di luar belanja anggaran pendidikan.

Juga, di luar belanja perlindungan sosial (perlinsos) penerima bantuan iuran (PBI), Bansos PKH, dan kartu sembako atau program untuk melindungi masyarakat miskin.

Selanjutnya, ada belanja non operasional yang belum dilakukan penandatanganan kontrak per tanggal 25 Mei 2022 dan juga dapat mencakup belanja modal yang belum dilakukan.

“Sumber-sumber inilah yang nanti akan kita sisir dalam waktu yang tidak lama untuk memenuhi surat Menteri Keuangan terkait dengan automatic adjustment itu sebesar Rp 196,43 miliar,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, menteri yang biasa disapa Gus Halim ini juga menyampaikan, untuk serapan anggaran Tahun 2022 sampai dengan 30 Mei 2022 telah mencapai 26,35 persen. Ia mengakui, realisasi serapan anggaran itu masih ada kesenjangan sebesar 5,29 persen dengan yang ditargetkan.

“Sedikit di bawah yang direncanakan 31,64 persen, meskipun di bulan April kemarin realisasi sudah di atas yang direncanakan,” tutur Gus Halim.

 

Sebelumnya, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata mengatakan, telah meminta setiap kementerian dan lembaga untuk menerapkan konsep automatic adjustment atau penyesuaian otomatis dalam pengelolaan anggaran 2022.

“Kita perkenalkan konsep automatic adjustment, realisasinya dengan meminta Kementerian dan Lembaga untuk menyisihkan anggaran yang paling tidak prioritas untuk tidak buru-buru dipakai,” kata Isa.

Anggaran ini diminta disimpan sampai Kementerian Keuangan mengatakan tidak akan melakukan refocusing dan realokasi anggaran 2022 untuk menangani lonjakan kasus Covid-19. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories