Kemendes Bidik 10 Ribu BUMDesa Berkembang Di 2024

Ditjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi (PEI) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menargetkan bisa mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

Hal itu dikatakan Dirjen PEI, Harlina Sulistyorini, dalam Rapat Sinkronisasi Kementerian/Lembaga di Kemendes PDTT di Cisarua, Rabu (17/3).

Menurut dia, Ditjen PEI mempunyai tugas untuk menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan ekonomi dan investasi. “Fungsi Ditjen PEI yaitu perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar dan prosedur, dan kriteria pengembangan ekonomi dan investasi,” kata Harlina.

Ditjen PEI juga miliki fungsi pemberian bimbingan teknis dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan bidang pengembangan ekonomi dan investasi. Sasaran program prioritas adalah, pertama, meningkatnya status BUMDesa dan BUMDesa Bersama menjadi berkembang. Kedua, meningkatkan investasi di Desa, PDT dan Transmigrasi.

Ditjen PEI menargetkan, hingga 2024 mendatang ada 10.000 BUMDesa Berkembang, BUMDesa Maju menjadi 1.800 dan BUMDes Bersama Maju menjadi 200 di 2024 mendatang 

Harlina juga memaparkan, sejumlah program unggulan Ditjen yang dipimpinnya seperti peningkatan jejaring pemasaran produk hingga internasional dan pemilihan BUMDesa Inovatif di Direktorat Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan.

Seperti program TEKAD dan Perhutanan Sosial di Direktorat Pengembangan Produk Unggulan. Kemudian program Revitalisasi BUMDesa dan BUMDesa Bersama di Direktorat Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi.

“Jumlah BUMDesa yang telah terbentuk 47.500 dan yang telah registrasi secara online 41.833. Sedang BUMDesa Bersama yang telah registrasi online sebanyak 313,” kata Harlina.

Pihaknya juga akan meningkatkan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga, BUMN atau Swasta, mitra pembangunan seperti UNDP, IFAD dan SURFAID termasuk dengan Pertides. [DIR]

]]> Ditjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi (PEI) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menargetkan bisa mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

Hal itu dikatakan Dirjen PEI, Harlina Sulistyorini, dalam Rapat Sinkronisasi Kementerian/Lembaga di Kemendes PDTT di Cisarua, Rabu (17/3).

Menurut dia, Ditjen PEI mempunyai tugas untuk menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan ekonomi dan investasi. “Fungsi Ditjen PEI yaitu perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar dan prosedur, dan kriteria pengembangan ekonomi dan investasi,” kata Harlina.

Ditjen PEI juga miliki fungsi pemberian bimbingan teknis dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan bidang pengembangan ekonomi dan investasi. Sasaran program prioritas adalah, pertama, meningkatnya status BUMDesa dan BUMDesa Bersama menjadi berkembang. Kedua, meningkatkan investasi di Desa, PDT dan Transmigrasi.

Ditjen PEI menargetkan, hingga 2024 mendatang ada 10.000 BUMDesa Berkembang, BUMDesa Maju menjadi 1.800 dan BUMDes Bersama Maju menjadi 200 di 2024 mendatang 

Harlina juga memaparkan, sejumlah program unggulan Ditjen yang dipimpinnya seperti peningkatan jejaring pemasaran produk hingga internasional dan pemilihan BUMDesa Inovatif di Direktorat Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan.

Seperti program TEKAD dan Perhutanan Sosial di Direktorat Pengembangan Produk Unggulan. Kemudian program Revitalisasi BUMDesa dan BUMDesa Bersama di Direktorat Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi.

“Jumlah BUMDesa yang telah terbentuk 47.500 dan yang telah registrasi secara online 41.833. Sedang BUMDesa Bersama yang telah registrasi online sebanyak 313,” kata Harlina.

Pihaknya juga akan meningkatkan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga, BUMN atau Swasta, mitra pembangunan seperti UNDP, IFAD dan SURFAID termasuk dengan Pertides. [DIR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories