Kembali Masuk Daftar Muslim Berpengaruh, Didoakan Sukses Oleh Pangeran Charles Jokowi Harum Di Luar Negeri

Nama Presiden Jokowi begitu harum di luar negeri. Selain banyak dipuji di panggung KTT G20 di Roma, Jokowi kembali nangkring dalam jajaran 50 tokoh Islam berpengaruh di dunia.

Dalam daftar tokoh Islam berpengaruh yang dirilis Pusat Studi Strategi Islam (The Royal Islamic Strategic Studies Center/RISSC), posisi Jokowi tahun ini ada di posisi 13. Dibanding tahun sebelumnya, posisi Jokowi memang turun satu tingkat. Tapi, bila ditengok sejak 2015, Jokowi selalu masuk 20 besar dalam daftar The Muslim 500 itu.

Hebatnya lagi, tahun ini, posisi Jokowi berada di atas tokoh Islam lain yang begitu terkenal di dunia. Di antaranya, Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed Bin Salman (MBS) yang berada di urutan 15 dan pesepak bola Muslim asal Mesir Mohamed Salah yang berada di urutan 41. Bahkan, RISSC juga menganggap Jokowi lebih berpengaruh dari Imam besar senior di Al-Azhar, Sheikh Ahmed Al-Tayyeb yang menempati posisi ke-14.

Dalam pernyataannya yang dikutip The Muslim 500, Jokowi menyatakan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Selain itu, Indonesia juga memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. “Ini menunjukkan bahwa demokrasi dan Islam tidak bertentangan. Paham terorisme juga tidak terkait dengan agama apa pun,” ujar Jokowi.

Lembaga tersebut juga merinci beberapa prestasi yang menjadikan Jokowi masuk dalam daftar tokoh Muslim berpengaruh. Di antaranya, suami Iriana ini dinilai sukses menjabat Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Ia juga punya gaya blusukan dalam kepemimpinan.

Siapa di urutan pertama? Lembaga penelitian independen yang berbasis di Amman, Yordania itu, mendapuk Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamid Al-Thani ada di puncaknya. Sementara Raja Salman di urutan kedua. Di posisi ketiga, ada pemimpin Agung Republik Islam Iran Ayatollah Hajj Sayyid Ali Khamenei. Lalu diikuti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di urutan keempat.

Selain masuk daftar tokoh Muslim berpengaruh, Jokowi juga jadi pusat perhatian banyak pemimpin dunia saat ini. Bahkan, ia mendapat apresiasi dari Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 di Roma, Italia, Minggu (31/10).

Apresiasi Pangeran Charles ini dilatarbelakangi oleh upaya Indonesia yang diketahui aktif melakukan penyelamatan bumi dari perubahan iklim. Selama pemerintahan Jokowi, Indonesia telah melakukan moratorium pembukaan hutan untuk lahan, sehingga dalam 4 tahun terakhir, perambahan hutan jarang terjadi lagi.

 

Pangeran Charles mengaku senang dan berterima kasih ke PM Italia, Mario Draghi, yang telah menyertakan masalah perubahan iklim dibahas di KTT G20. Sosok yang mewakili Ratu Inggris ini, kemudian mendoakan Presiden Jokowi bisa sukses memimpin G20 di 2022.

“Inilah kenapa saya juga mendoakan Presiden Widodo sukses di setiap langkahnya,” kata Pangeran Charles.

Menanggapi harumnya Jokowi di luar negeri, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya bangga atas harumnya nama Jokowi di mata internasional. “PDI Perjuangan sangat bangga atas ketokohan Presiden Jokowi sehingga masuk ke dalam jajaran 50 tokoh muslim dunia,” kata Hasto yang dikonfirmasi, tadi malam.

Pengakuan dunia internasional tersebut, lanjut Hasto, membuktikan bahwa hal-hal positif yang selama ini dilakukan Jokowi telah menciptakan energi positif pula. “Lalu munculah respect serta apresiasi atas kepemimpinan Pak Jokowi,” sambungnya.

Menurutnya, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kepemimpinan Jokowi. Antara lain tentang keyakinan pemimpin, tradisi blusukan pemimpin, hingga kebijakan pemimpin dari mendengarkan rakyat. “Ketika seluruh kebijakan berasal dari rakyat, maka kebijakan yang diambil pasti penuh dengan kebenaran,” tandasnya. [SAR]

]]> Nama Presiden Jokowi begitu harum di luar negeri. Selain banyak dipuji di panggung KTT G20 di Roma, Jokowi kembali nangkring dalam jajaran 50 tokoh Islam berpengaruh di dunia.

Dalam daftar tokoh Islam berpengaruh yang dirilis Pusat Studi Strategi Islam (The Royal Islamic Strategic Studies Center/RISSC), posisi Jokowi tahun ini ada di posisi 13. Dibanding tahun sebelumnya, posisi Jokowi memang turun satu tingkat. Tapi, bila ditengok sejak 2015, Jokowi selalu masuk 20 besar dalam daftar The Muslim 500 itu.

Hebatnya lagi, tahun ini, posisi Jokowi berada di atas tokoh Islam lain yang begitu terkenal di dunia. Di antaranya, Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed Bin Salman (MBS) yang berada di urutan 15 dan pesepak bola Muslim asal Mesir Mohamed Salah yang berada di urutan 41. Bahkan, RISSC juga menganggap Jokowi lebih berpengaruh dari Imam besar senior di Al-Azhar, Sheikh Ahmed Al-Tayyeb yang menempati posisi ke-14.

Dalam pernyataannya yang dikutip The Muslim 500, Jokowi menyatakan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Selain itu, Indonesia juga memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. “Ini menunjukkan bahwa demokrasi dan Islam tidak bertentangan. Paham terorisme juga tidak terkait dengan agama apa pun,” ujar Jokowi.

Lembaga tersebut juga merinci beberapa prestasi yang menjadikan Jokowi masuk dalam daftar tokoh Muslim berpengaruh. Di antaranya, suami Iriana ini dinilai sukses menjabat Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Ia juga punya gaya blusukan dalam kepemimpinan.

Siapa di urutan pertama? Lembaga penelitian independen yang berbasis di Amman, Yordania itu, mendapuk Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamid Al-Thani ada di puncaknya. Sementara Raja Salman di urutan kedua. Di posisi ketiga, ada pemimpin Agung Republik Islam Iran Ayatollah Hajj Sayyid Ali Khamenei. Lalu diikuti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di urutan keempat.

Selain masuk daftar tokoh Muslim berpengaruh, Jokowi juga jadi pusat perhatian banyak pemimpin dunia saat ini. Bahkan, ia mendapat apresiasi dari Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 di Roma, Italia, Minggu (31/10).

Apresiasi Pangeran Charles ini dilatarbelakangi oleh upaya Indonesia yang diketahui aktif melakukan penyelamatan bumi dari perubahan iklim. Selama pemerintahan Jokowi, Indonesia telah melakukan moratorium pembukaan hutan untuk lahan, sehingga dalam 4 tahun terakhir, perambahan hutan jarang terjadi lagi.

 

Pangeran Charles mengaku senang dan berterima kasih ke PM Italia, Mario Draghi, yang telah menyertakan masalah perubahan iklim dibahas di KTT G20. Sosok yang mewakili Ratu Inggris ini, kemudian mendoakan Presiden Jokowi bisa sukses memimpin G20 di 2022.

“Inilah kenapa saya juga mendoakan Presiden Widodo sukses di setiap langkahnya,” kata Pangeran Charles.

Menanggapi harumnya Jokowi di luar negeri, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya bangga atas harumnya nama Jokowi di mata internasional. “PDI Perjuangan sangat bangga atas ketokohan Presiden Jokowi sehingga masuk ke dalam jajaran 50 tokoh muslim dunia,” kata Hasto yang dikonfirmasi, tadi malam.

Pengakuan dunia internasional tersebut, lanjut Hasto, membuktikan bahwa hal-hal positif yang selama ini dilakukan Jokowi telah menciptakan energi positif pula. “Lalu munculah respect serta apresiasi atas kepemimpinan Pak Jokowi,” sambungnya.

Menurutnya, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kepemimpinan Jokowi. Antara lain tentang keyakinan pemimpin, tradisi blusukan pemimpin, hingga kebijakan pemimpin dari mendengarkan rakyat. “Ketika seluruh kebijakan berasal dari rakyat, maka kebijakan yang diambil pasti penuh dengan kebenaran,” tandasnya. [SAR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories