Kembali Bongkar Gerakan Moeldoko Andi Merajuk Ke Mahfud .

Isu kudeta Partai Demokrat semakin panas. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief menyebut, akhir pekan ini, Moeldoko akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), di Deli Serdang, Sumatera Utara. Andi mengadukan gerakan Moeldoko ini ke Menko Polhukam Mahfud MD.

Andi membeberkan kecurigaan Moeldoko akan menggelar KLB melalui akun Twitternya @Andiarief_, kemarin. Ada tujuh cuitan soal rencana Moeldoko menggelar KLB. Pertama, dia menyebut, KLB akan digelar di Hotel The Hill, di Sibolangit, Deli Serdang. 

Kedua, kegiatan itu dibungkus dengan acara Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) yang dilaksanakan selama tiga hari, dari Kamis sampai Sabtu. “Setelah kami cek meminta siapa yang datang tamu-tamu dari luar kota, maka ditemukan sejumlah nama-nama seperti; Jhoni Allen, M Nazaruddin, Marzuki Alie, Moeldoko, Darmizal, Ahmad Yahya, Max Sopacua, dan lain-lain,” tulis Andi, sambil mengunggah nama-nama rooming list. 

Berdasarkan informasi dari resepsionis, kata Andi, nama-nama tersebut belum check in. Mereka baru akan tiba hari ini. “Pada jam 20.00 WIB ditemukan di lapangan ajudan Jhoni Allen yaitu Roy Simanjuntak dan Ketua GAMKI Sumut Landen Marbun lagi meninjau hall kegiatan acara,” katanya, di cutiannya keempat.

Menurut Andi, berdasarkan daftar nama yang ada, tidak ditemukan para ketua DPC se-Sumatera Utara. Kalaupun ada, mereka hanya mantan pengurus yang sudah tidak menjabat lagi di DPD dan DPC beberapa provinsi dan kabupaten. Kemudian, di lokasi kegiatan belum ditemukan atribut Partai Demokrat.

Namun begitu, hal ini tidak mengurangi keyakinan Andi bahwa Moeldoko akan menggelar KLB. “Seperti yang pernah kami sampaikan, Pak Moeldoko akan menggunakan cara gila-gilaan yang penting ada KLB tanpa izin Majelis Tinggi dan mengikutsertakan peserta ilegal,” tulisnya.

Di cuitan berikutnya, dia mengaku memiliki bukti tiket, Moeldoko akan ke Sumut. Andi lalu menyebut nama Presiden Jokowi dan Mensesneg Pratikno, dan Menko Polhukam Mahfud MD. Untuk Jokowi dan Pratikno, Andi menyindir, semoga mereka tidak mengetahui keberangkatan Moeldoko. 

Sedangkan untuk Mahfud, dia minta bantuan menghentikan gerakan Moeldoko. Alasannya, gerakan pengambilalihan itu melanggar UUD 1945, UU Partai Politik, dan AD/ART partai yang sudah disahkan negara. Dia pun “menakut-nakuti” Mahfud, jika KLB itu terjadi, bisa menimbulkan pertumpahan darah.

“Dalam catatan pengambilalihan ilegal partai, saya dan Pak Prof @mohmahfudmd sama-sama mengetahui bisa berdampak timbulkan korban dan pertumpahan darah. Sudah banyak kajian disertasi soal ini. Upaya ugal-ugalan Pak Moeldoko ini berpotensi sama, tidak harus empirisme untuk menjawabnya,” kata Andi.

Setelah itu, semua cuitan Andi tadi hilang. Yang muncul malah cuitan mendukung KLB. Lewat sebuah video yang disebarkan Partai Demokrat, Andi mengaku bahwa akun Twitter-nya dibajak orang.

Mahfud belum merespons permintaan Andi ini. Seharian kemarin, Mahfud tidak mencuitkan apa-apa di Twitter. Dia juga tidak memberikan keterangan ke media mengenai kisruh di Demokrat.

 

Moeldoko juga memilih membiarkan ocehan Andi. Kemarin, Moeldoko hanya mengeluarkan keterangan mengenai hasil Sidang Kabinet penanganan Corona yang dipimpin Presiden Jokowi, Rabu (3/3). Dalam keterangannya, Moeldoko meminta TNI/Polri dan pemerintah daerah terus menyosialisasikan dan mengawal pelaksanaan vaksinasi. Saat menemani Presiden Jokowi kunjungan kerja, Banten, Moeldoko juga tidak berkomentar mengenai KLB ini.

Yang sudah berkomentar baru Max Sopacua. Mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini meminta Andi Arief tidak repot-repot mengurus KLB. “Kalau KLB ini sukses, nanti Andi Arief kita tarik jadi pengurus,” katanya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Mantan anggota Komisi I DPR ini memang berencana berangkat ke Deli Serdang. “Saya nantilah terakhir. Kalau punya duit, saya sewa privat jet saja,” kelakarnya.

Apakah betul akan ada KLB Partai Demokrat? Max menjawab diplomatis. “Ya kalau tidak salah, begitu. Apalagi yang sekarang ini mau dilakukan. Bertengkar selama ini masa iya hanya ingin nyeneng-nyenengin wartawan saja,” cetusnya.

Saat ditanya mengenai calon, Max dengan tegas menyebut Moeldoko. “Ya Moeldoko lah. Siapa lagi? Masa Andi Arief, ya nggak mungkin lah,” katanya. 

Mantan Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan amat geram dengan rencana ini. Dia menegaskan, KLB itu ilegal dan tak berizin. Makanya, Anggota Komisi III DPR ini meminta Kepolisian membubarkan KLB tersebut.

Hinca mengaku sudah mengecek izin KLB itu ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dari situ jelas bahwa penyelenggaraan KLB dipastikan ilegal, karena Polri maupun Polda Sumut sama sekali tidak memberikan ijin penyelenggaraan KLB. 

“Oleh karena penyelenggaraan KLB itu tidak ada izinnya, maka negara (Polisi) harus membubarkannya demi hukum. Jika tidak dibubarkan, maka negara membiarkan pelanggaran hukum itu. Kita protes keras,” tegasnya. [QAR]

]]> .
Isu kudeta Partai Demokrat semakin panas. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief menyebut, akhir pekan ini, Moeldoko akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), di Deli Serdang, Sumatera Utara. Andi mengadukan gerakan Moeldoko ini ke Menko Polhukam Mahfud MD.

Andi membeberkan kecurigaan Moeldoko akan menggelar KLB melalui akun Twitternya @Andiarief_, kemarin. Ada tujuh cuitan soal rencana Moeldoko menggelar KLB. Pertama, dia menyebut, KLB akan digelar di Hotel The Hill, di Sibolangit, Deli Serdang. 

Kedua, kegiatan itu dibungkus dengan acara Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) yang dilaksanakan selama tiga hari, dari Kamis sampai Sabtu. “Setelah kami cek meminta siapa yang datang tamu-tamu dari luar kota, maka ditemukan sejumlah nama-nama seperti; Jhoni Allen, M Nazaruddin, Marzuki Alie, Moeldoko, Darmizal, Ahmad Yahya, Max Sopacua, dan lain-lain,” tulis Andi, sambil mengunggah nama-nama rooming list. 

Berdasarkan informasi dari resepsionis, kata Andi, nama-nama tersebut belum check in. Mereka baru akan tiba hari ini. “Pada jam 20.00 WIB ditemukan di lapangan ajudan Jhoni Allen yaitu Roy Simanjuntak dan Ketua GAMKI Sumut Landen Marbun lagi meninjau hall kegiatan acara,” katanya, di cutiannya keempat.

Menurut Andi, berdasarkan daftar nama yang ada, tidak ditemukan para ketua DPC se-Sumatera Utara. Kalaupun ada, mereka hanya mantan pengurus yang sudah tidak menjabat lagi di DPD dan DPC beberapa provinsi dan kabupaten. Kemudian, di lokasi kegiatan belum ditemukan atribut Partai Demokrat.

Namun begitu, hal ini tidak mengurangi keyakinan Andi bahwa Moeldoko akan menggelar KLB. “Seperti yang pernah kami sampaikan, Pak Moeldoko akan menggunakan cara gila-gilaan yang penting ada KLB tanpa izin Majelis Tinggi dan mengikutsertakan peserta ilegal,” tulisnya.

Di cuitan berikutnya, dia mengaku memiliki bukti tiket, Moeldoko akan ke Sumut. Andi lalu menyebut nama Presiden Jokowi dan Mensesneg Pratikno, dan Menko Polhukam Mahfud MD. Untuk Jokowi dan Pratikno, Andi menyindir, semoga mereka tidak mengetahui keberangkatan Moeldoko. 

Sedangkan untuk Mahfud, dia minta bantuan menghentikan gerakan Moeldoko. Alasannya, gerakan pengambilalihan itu melanggar UUD 1945, UU Partai Politik, dan AD/ART partai yang sudah disahkan negara. Dia pun “menakut-nakuti” Mahfud, jika KLB itu terjadi, bisa menimbulkan pertumpahan darah.

“Dalam catatan pengambilalihan ilegal partai, saya dan Pak Prof @mohmahfudmd sama-sama mengetahui bisa berdampak timbulkan korban dan pertumpahan darah. Sudah banyak kajian disertasi soal ini. Upaya ugal-ugalan Pak Moeldoko ini berpotensi sama, tidak harus empirisme untuk menjawabnya,” kata Andi.

Setelah itu, semua cuitan Andi tadi hilang. Yang muncul malah cuitan mendukung KLB. Lewat sebuah video yang disebarkan Partai Demokrat, Andi mengaku bahwa akun Twitter-nya dibajak orang.

Mahfud belum merespons permintaan Andi ini. Seharian kemarin, Mahfud tidak mencuitkan apa-apa di Twitter. Dia juga tidak memberikan keterangan ke media mengenai kisruh di Demokrat.

 

Moeldoko juga memilih membiarkan ocehan Andi. Kemarin, Moeldoko hanya mengeluarkan keterangan mengenai hasil Sidang Kabinet penanganan Corona yang dipimpin Presiden Jokowi, Rabu (3/3). Dalam keterangannya, Moeldoko meminta TNI/Polri dan pemerintah daerah terus menyosialisasikan dan mengawal pelaksanaan vaksinasi. Saat menemani Presiden Jokowi kunjungan kerja, Banten, Moeldoko juga tidak berkomentar mengenai KLB ini.

Yang sudah berkomentar baru Max Sopacua. Mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini meminta Andi Arief tidak repot-repot mengurus KLB. “Kalau KLB ini sukses, nanti Andi Arief kita tarik jadi pengurus,” katanya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Mantan anggota Komisi I DPR ini memang berencana berangkat ke Deli Serdang. “Saya nantilah terakhir. Kalau punya duit, saya sewa privat jet saja,” kelakarnya.

Apakah betul akan ada KLB Partai Demokrat? Max menjawab diplomatis. “Ya kalau tidak salah, begitu. Apalagi yang sekarang ini mau dilakukan. Bertengkar selama ini masa iya hanya ingin nyeneng-nyenengin wartawan saja,” cetusnya.

Saat ditanya mengenai calon, Max dengan tegas menyebut Moeldoko. “Ya Moeldoko lah. Siapa lagi? Masa Andi Arief, ya nggak mungkin lah,” katanya. 

Mantan Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan amat geram dengan rencana ini. Dia menegaskan, KLB itu ilegal dan tak berizin. Makanya, Anggota Komisi III DPR ini meminta Kepolisian membubarkan KLB tersebut.

Hinca mengaku sudah mengecek izin KLB itu ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dari situ jelas bahwa penyelenggaraan KLB dipastikan ilegal, karena Polri maupun Polda Sumut sama sekali tidak memberikan ijin penyelenggaraan KLB. 

“Oleh karena penyelenggaraan KLB itu tidak ada izinnya, maka negara (Polisi) harus membubarkannya demi hukum. Jika tidak dibubarkan, maka negara membiarkan pelanggaran hukum itu. Kita protes keras,” tegasnya. [QAR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories