Keluarga Sudah Ikhlas, Eril Wafat Kang Emil Azan Di Pinggiran Sungai Aare, Kita Ikut Meleleh

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) merelakan kepergian anak sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), yang terseret arus Sungai Aare, di Bern, Swiss, Kamis (26/5). Setelah melakukan pencarian selama sepekan yang tak membuahkan hasil, Kang Emil meyakini, Eril sudah wafat karena tenggelam. Kang Emil pun memutuskan pulang ke Bandung.

Sebelum pulang ke Bandung, Kang Emil melantunkan adzan di pinggir Sungai Aare, tempat Eril tenggelam. Video Kang Emil yang sedang azan ini, membuat hati jutaan orang ikut meleleh dan merasakan kepedihan. Yang sabar dan tabah ya Kang Emil..

Sampai Kamis (2/6), Eril yang dilaporkan tenggelam delapan hari lalu, tak kunjung ditemukan. Berbagai pencarian yang dilakukan Tim SAR tak membuahkan hasil. Otoritas setempat pun sudah mengubah status pencarian Eril, dari yang tadinya berstatus mencari orang yang hilang (missing person) menjadi status mencari orang yang tenggelam (drowned person). Hal ini mengisyaratkan orang yang dicari dimungkinkan sudah meninggal dunia.

Atas dasar itu, pihak keluarga pun mengikhlaskan kepergian Eril dan berprasangka baik bahwa pria berusia 23 tahun itu, meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah. “Insya Allah Eril wafat dalam keadaan husnul khatimah dan memenuhi kriteria sesuai hadits Nabi, orang tenggelam dengan kriteria tertentu, dinyatakan sebagai syahid akhirat,” kata Erwin Muniruzaman, kakak Kang Emil, dalam konferensi pers, di Bandung, kemarin.

Sebelum menyatakan Eril meninggal dunia, Erwin menyampaikan, Kang Emil dan keluarga sudah mengupayakan pencarian semaksimal mungkin. Keluarga pun melihat, mengevaluasi, dan menyimak seluruh proses pencarian Eril. Termasuk juga upaya pencarian secara mandiri.

Kang Emil dan keluarga pun memutuskan kembali pulang ke Bandung. Sebelum pulang, Kang Emil sempat melakukan pencarian mandiri dengan nyemplung langsung menyusuri bantaran Sungai Aare. Dalam sebuah video yang menyebar di media sosial, terlihat Kang Emil, yang memegang tongkat, dengan gigih menyusuri sungai. Langkah demi langkah, sambil meraba dasar sungai dengan tongkat dan berharap menemukan jasad Eril.

Sebelum meninggalkan Bern, Swiss, Kang Emil beserta istri dan putrinya Atalia Praratya dan Camillia Laetitia Azzahra, kembali mengunjungi Sungai Aare untuk ucapkan salam perpisahan. Di sana, Kang Emil lalu mengimami Shalat Ghaib bersama KBRI dan keluarga. Dalam foto yang dibagikan akun @rkjabarjuara, terlihat juga nametag yang diikatkan ke sebuah pohon untuk mengenang lokasi meninggalnya Eril.

“Dalam memori penuh kasih Emmeril Kahn Mumtadz, lahir 25 Juni 1999 NYC, meninggal 26 Mei 2022 Bern,” begitu tertulis dalam nametag.

Akun @rkajabarjuara juga mengunggah video saat Kang Emil mengumandangkan adzan di tempat Eril terbawa arus. Dalam video itu, Kang Emil yang memakai topi dan bersepatu putih dengan tangan kanan menempel di kuping menghadap sungai.

“Lantunan adzan seorang ayah semoga sampai didengar oleh sang anak seperti saat dulu ketika dilahirkan,” tulis @rkjabarjuara, memberikan keterangan.

 

Tak kalah memilukan, sebuah foto memperlihatkan Kang Emil dan putrinya, Camillia Laetitia Azzahra (Zara) duduk berjongkok di tepi Sungai Aare. Mereka meletakkan setangkai bunga warna pink di atas permukaan Sungai Aare. Membiarkan bunga itu hanyut, terbawa air, dan menyampaikan salam perpisahan untuk Eril. Di belakang Kang Emil dan Zara, tampak Atalia yang berdiri memegang punggung suaminya. Wajahnya pilu.

Video dan foto-foto ini membuat hati jutaan orang yang melihatnya meleleh dan merasakan kesedihan yang dirasakan Kang Emil. Sampai tadi malam, linimasa Twitter dibanjiri cuitan duka cita dan doa untuk Eril dan Kang Emil.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warga untuk shalat gaib. Bersama unggahan tersebut, ia melayangkan belasungkawa dan simpati kepada Kang Emil. “Tak ada ujian yang lebih berat daripada orang tua harus kehilangan anaknya. Mari kita doakan keluarga Kang Emil agar Allah beri ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” tulisnya di akun Instagram @aniesbaswedan.

Ketum PKB Muhaimin Iskandar ikut berkabung. “Kang Emil harus kuat. Kepedihanmu dan keluarga kita rasakan bersama-sama. Doa terbaik untuk ananda Eril. Doa sabar untuk Kang Emil sekeluarga,” tulisnya, di akun Instagram @cakiminow.

Ketum PAN Zulkifli Hasan turut berduka cita dan berdoa semoga Allah menerima segala amal ibadah almarhum dan diberikan tempat yang paling baik di sisi-Nya. “Sebagai seorang ayah, saya mengerti betul perasaan Kang Emil, Ya Allah, tapi sesungguhnya apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami. Yang tabah Kang @ridwankamil, kami kirimkan doa untuk Eril,” tulis Zulhas, di akun Instagram @zul.hasan.

Akun @sehumanis94 mengaku hatinya remuk melihat video Kang Emil menyusuri sungai dan melantunkan adzan. “Saya harap Anda dan keluarga Anda selalu kuat!” kicaunya.

“Hancur banget pas lihat video Kang Emil azan di pinggir sungai,” timpal @mfirsan. “Raut wajah Kang Emil dan bahasa tubuhnya membuat semua orang merasakan kepedihan mendalam tentang kehilangan,” ujar @bukancoalacumal. [BCG]

]]> Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) merelakan kepergian anak sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), yang terseret arus Sungai Aare, di Bern, Swiss, Kamis (26/5). Setelah melakukan pencarian selama sepekan yang tak membuahkan hasil, Kang Emil meyakini, Eril sudah wafat karena tenggelam. Kang Emil pun memutuskan pulang ke Bandung.

Sebelum pulang ke Bandung, Kang Emil melantunkan adzan di pinggir Sungai Aare, tempat Eril tenggelam. Video Kang Emil yang sedang azan ini, membuat hati jutaan orang ikut meleleh dan merasakan kepedihan. Yang sabar dan tabah ya Kang Emil..

Sampai Kamis (2/6), Eril yang dilaporkan tenggelam delapan hari lalu, tak kunjung ditemukan. Berbagai pencarian yang dilakukan Tim SAR tak membuahkan hasil. Otoritas setempat pun sudah mengubah status pencarian Eril, dari yang tadinya berstatus mencari orang yang hilang (missing person) menjadi status mencari orang yang tenggelam (drowned person). Hal ini mengisyaratkan orang yang dicari dimungkinkan sudah meninggal dunia.

Atas dasar itu, pihak keluarga pun mengikhlaskan kepergian Eril dan berprasangka baik bahwa pria berusia 23 tahun itu, meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah. “Insya Allah Eril wafat dalam keadaan husnul khatimah dan memenuhi kriteria sesuai hadits Nabi, orang tenggelam dengan kriteria tertentu, dinyatakan sebagai syahid akhirat,” kata Erwin Muniruzaman, kakak Kang Emil, dalam konferensi pers, di Bandung, kemarin.

Sebelum menyatakan Eril meninggal dunia, Erwin menyampaikan, Kang Emil dan keluarga sudah mengupayakan pencarian semaksimal mungkin. Keluarga pun melihat, mengevaluasi, dan menyimak seluruh proses pencarian Eril. Termasuk juga upaya pencarian secara mandiri.

Kang Emil dan keluarga pun memutuskan kembali pulang ke Bandung. Sebelum pulang, Kang Emil sempat melakukan pencarian mandiri dengan nyemplung langsung menyusuri bantaran Sungai Aare. Dalam sebuah video yang menyebar di media sosial, terlihat Kang Emil, yang memegang tongkat, dengan gigih menyusuri sungai. Langkah demi langkah, sambil meraba dasar sungai dengan tongkat dan berharap menemukan jasad Eril.

Sebelum meninggalkan Bern, Swiss, Kang Emil beserta istri dan putrinya Atalia Praratya dan Camillia Laetitia Azzahra, kembali mengunjungi Sungai Aare untuk ucapkan salam perpisahan. Di sana, Kang Emil lalu mengimami Shalat Ghaib bersama KBRI dan keluarga. Dalam foto yang dibagikan akun @rkjabarjuara, terlihat juga nametag yang diikatkan ke sebuah pohon untuk mengenang lokasi meninggalnya Eril.

“Dalam memori penuh kasih Emmeril Kahn Mumtadz, lahir 25 Juni 1999 NYC, meninggal 26 Mei 2022 Bern,” begitu tertulis dalam nametag.

Akun @rkajabarjuara juga mengunggah video saat Kang Emil mengumandangkan adzan di tempat Eril terbawa arus. Dalam video itu, Kang Emil yang memakai topi dan bersepatu putih dengan tangan kanan menempel di kuping menghadap sungai.

“Lantunan adzan seorang ayah semoga sampai didengar oleh sang anak seperti saat dulu ketika dilahirkan,” tulis @rkjabarjuara, memberikan keterangan.

 

Tak kalah memilukan, sebuah foto memperlihatkan Kang Emil dan putrinya, Camillia Laetitia Azzahra (Zara) duduk berjongkok di tepi Sungai Aare. Mereka meletakkan setangkai bunga warna pink di atas permukaan Sungai Aare. Membiarkan bunga itu hanyut, terbawa air, dan menyampaikan salam perpisahan untuk Eril. Di belakang Kang Emil dan Zara, tampak Atalia yang berdiri memegang punggung suaminya. Wajahnya pilu.

Video dan foto-foto ini membuat hati jutaan orang yang melihatnya meleleh dan merasakan kesedihan yang dirasakan Kang Emil. Sampai tadi malam, linimasa Twitter dibanjiri cuitan duka cita dan doa untuk Eril dan Kang Emil.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warga untuk shalat gaib. Bersama unggahan tersebut, ia melayangkan belasungkawa dan simpati kepada Kang Emil. “Tak ada ujian yang lebih berat daripada orang tua harus kehilangan anaknya. Mari kita doakan keluarga Kang Emil agar Allah beri ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” tulisnya di akun Instagram @aniesbaswedan.

Ketum PKB Muhaimin Iskandar ikut berkabung. “Kang Emil harus kuat. Kepedihanmu dan keluarga kita rasakan bersama-sama. Doa terbaik untuk ananda Eril. Doa sabar untuk Kang Emil sekeluarga,” tulisnya, di akun Instagram @cakiminow.

Ketum PAN Zulkifli Hasan turut berduka cita dan berdoa semoga Allah menerima segala amal ibadah almarhum dan diberikan tempat yang paling baik di sisi-Nya. “Sebagai seorang ayah, saya mengerti betul perasaan Kang Emil, Ya Allah, tapi sesungguhnya apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami. Yang tabah Kang @ridwankamil, kami kirimkan doa untuk Eril,” tulis Zulhas, di akun Instagram @zul.hasan.

Akun @sehumanis94 mengaku hatinya remuk melihat video Kang Emil menyusuri sungai dan melantunkan adzan. “Saya harap Anda dan keluarga Anda selalu kuat!” kicaunya.

“Hancur banget pas lihat video Kang Emil azan di pinggir sungai,” timpal @mfirsan. “Raut wajah Kang Emil dan bahasa tubuhnya membuat semua orang merasakan kepedihan mendalam tentang kehilangan,” ujar @bukancoalacumal. [BCG]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories