Keluarga Palestina Dipaksa Israel Bongkar Sendiri Bangunannya .

Satu keluarga Palestina di Silwan, Yerusalem yang diduduki Israel, tak punya pilihan, selain membongkar sendiri bangunan milik mereka. Langkah itu dilakukan atas perintah pemerintah kota Israel. Bahkan, bila pembongkaran dilakukan oleh pihak pemerintah, mereka bakal dikenakan biaya yang amat mahal.

Hal ini diakui si pemilik bangunan, Omar Seyam. Kepada Pusat Informasi Wadi Hilweh, seperti dikutip kantor berita Palestina, WAFA, Ahad (14/2/2021), dia mengaku, perintah pembongkaran dikeluarkan pemerintah kota Israel. Alasannya, karena bangunannya dibangun tanpa izin.

Namun warga Palestina di Yerusalem mengatakan, mereka terpaksa membangun tanpa izin, karena memang tidak mungkin mendapatkan izin bangunan. Mengingat walikota setempat punya kebijakan yang berusaha menjaga jumlah warga Palestina di kota itu seminimal mungkin.

Di saat yang sama, juga ada kebijakan memperbanyak komunitas pemukim Yahudi, dengan menyetujui pembangunan ribuan unit perumahan baru di pemukiman khusus Yahudi.

Bahkan, menurut kelompok hak asasi manusia, hampir 75 persen permohonan izin mendirikan bangunan oleh warga Palestina di Yerusalem, ditolak oleh pemerintah kota. [RSM]

]]> .
Satu keluarga Palestina di Silwan, Yerusalem yang diduduki Israel, tak punya pilihan, selain membongkar sendiri bangunan milik mereka. Langkah itu dilakukan atas perintah pemerintah kota Israel. Bahkan, bila pembongkaran dilakukan oleh pihak pemerintah, mereka bakal dikenakan biaya yang amat mahal.

Hal ini diakui si pemilik bangunan, Omar Seyam. Kepada Pusat Informasi Wadi Hilweh, seperti dikutip kantor berita Palestina, WAFA, Ahad (14/2/2021), dia mengaku, perintah pembongkaran dikeluarkan pemerintah kota Israel. Alasannya, karena bangunannya dibangun tanpa izin.

Namun warga Palestina di Yerusalem mengatakan, mereka terpaksa membangun tanpa izin, karena memang tidak mungkin mendapatkan izin bangunan. Mengingat walikota setempat punya kebijakan yang berusaha menjaga jumlah warga Palestina di kota itu seminimal mungkin.

Di saat yang sama, juga ada kebijakan memperbanyak komunitas pemukim Yahudi, dengan menyetujui pembangunan ribuan unit perumahan baru di pemukiman khusus Yahudi.

Bahkan, menurut kelompok hak asasi manusia, hampir 75 persen permohonan izin mendirikan bangunan oleh warga Palestina di Yerusalem, ditolak oleh pemerintah kota. [RSM]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories