Kelar Diperiksa Komnas HAM Bharada E Dan 5 Ajudan Sambo Kompak Pake Jurus Mingkem

Enam ajudan Irjen Ferdy Sambo, termasuk Bharada E, rampung menjalani pemeriksaan di kantor Komnas HAM. Lima ajudan yang datang pada pagi hari, keluar lebih dulu. Kelimanya keluar pukul 17.26 WIB. Sementara Bharada E, baru keluar pukul 18.22 WIB.

Ada yang berbeda. Apa itu? Saat kelima ajudan keluar, mereka tidak dikawal. Tapi, Bharada E, dikawal beberapa petugas, yang di antaranya berseragam polisi.

Yang sama, baik lima ajudan maupun Bharada E, sama-sama pakai jurus mingkem, alias tidak mengeluarkan pernyataan sama sekali.

 

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengungkapkan, para ajudan ini diperiksa secara terpisah.

“Tadi kami memeriksa tidak dalam satu ruangan yang sama, tetapi terpisah masing-masing orang dimintai keterangan oleh masing-masing anggota tim kami,” ujar Anam.

Mereka dipastikan tidak didampingi para pejabat maupun petugas kepolisian saat diperiksa, meski diantar Karopenmas Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Rhamadhan dan sejumlah pejabat dari Irwasum Polri.

“Apakah beliau-beliau (Karopenmas dan Irwasum) yang mendampingi ini ikut di dalamnya? Tidak ikut sama sekali,” tegas Anam dalam jumpa pers di Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7).

Dia menyebut, pemeriksaan terpisah ini penting dilakukan agar Komnas HAM mendapatkan kekayaan informasi terkait kematian Brigadir J berdasarkan keterangan para ajudan yang diperiksa.

Anam pun mengapresiasi Polri yang memberikan keleluasaan kepada Komnas HAM dalam melakukan pemeriksaan terhadap para ajudan tersebut.

“Jadi memang itu otoritasnya Komnas HAM dan kami dikasih keleluasaan yang sangat besar. Jadi terima kasih kepada teman-teman kepolisian,” tandas Anam. ■

]]> Enam ajudan Irjen Ferdy Sambo, termasuk Bharada E, rampung menjalani pemeriksaan di kantor Komnas HAM. Lima ajudan yang datang pada pagi hari, keluar lebih dulu. Kelimanya keluar pukul 17.26 WIB. Sementara Bharada E, baru keluar pukul 18.22 WIB.

Ada yang berbeda. Apa itu? Saat kelima ajudan keluar, mereka tidak dikawal. Tapi, Bharada E, dikawal beberapa petugas, yang di antaranya berseragam polisi.

Yang sama, baik lima ajudan maupun Bharada E, sama-sama pakai jurus mingkem, alias tidak mengeluarkan pernyataan sama sekali.

 

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengungkapkan, para ajudan ini diperiksa secara terpisah.

“Tadi kami memeriksa tidak dalam satu ruangan yang sama, tetapi terpisah masing-masing orang dimintai keterangan oleh masing-masing anggota tim kami,” ujar Anam.

Mereka dipastikan tidak didampingi para pejabat maupun petugas kepolisian saat diperiksa, meski diantar Karopenmas Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Rhamadhan dan sejumlah pejabat dari Irwasum Polri.

“Apakah beliau-beliau (Karopenmas dan Irwasum) yang mendampingi ini ikut di dalamnya? Tidak ikut sama sekali,” tegas Anam dalam jumpa pers di Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7).

Dia menyebut, pemeriksaan terpisah ini penting dilakukan agar Komnas HAM mendapatkan kekayaan informasi terkait kematian Brigadir J berdasarkan keterangan para ajudan yang diperiksa.

Anam pun mengapresiasi Polri yang memberikan keleluasaan kepada Komnas HAM dalam melakukan pemeriksaan terhadap para ajudan tersebut.

“Jadi memang itu otoritasnya Komnas HAM dan kami dikasih keleluasaan yang sangat besar. Jadi terima kasih kepada teman-teman kepolisian,” tandas Anam. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories